26 Book(s) Related to lilian turban

Dewa Medis Turun Gunung

Dewa Medis Turun Gunung

440 Dilihat · Sedang Berlangsung · Hazel Brooks
Pewaris Tian Dao Yi Men dari Gunung Long Hu, Yang Hao, turun gunung atas perintah gurunya untuk mengobati orang sakit. Dengan kondisi bawaan lahir yang langka, ia memulai karirnya sebagai dokter magang di rumah sakit. Berbekal keterampilan medis dan kemampuan ramalannya, ia perlahan-lahan mengumpulkan pahala dan mencapai puncak hidupnya. Dia dengan tegas mengalahkan anak-anak kaya yang sombong dan menikmati kehidupan dengan wanita-wanita cantik yang luar biasa.
Tuan Mitchell cemburu

Tuan Mitchell cemburu

216 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leslie
Ava Anderson hanya memiliki satu orang di hatinya, yaitu Alexander Mitchell. Di tahun kedua pernikahan mereka, Ava hamil. Kebahagiaannya tak terhingga. Namun sebelum dia bisa berbagi kabar gembira itu dengan suaminya, Alexander malah memberinya surat cerai, ingin menikahi cinta pertamanya. Ava tidak mau menjadi badut dalam kisah cinta orang lain. Tanpa banyak drama, dia berbalik dan pergi. Bertahun-tahun kemudian, namanya ada di mana-mana.

Entah kenapa, Mitchell merasa gelisah. Dia mulai merindukannya, dan hatinya terasa sakit saat melihat Ava tertawa dengan pria lain. Di gereja, dia mengacaukan pernikahan Ava dan jatuh berlutut. Dengan mata merah, dia memohon, "Ava, bisakah kita kembali seperti dulu? Hatiku cemburu sekali!"
Tuan Walker, Bos Pelindungku

Tuan Walker, Bos Pelindungku

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline moraes
Emily Harsa, mahasiswi Administrasi Bisnis yang keras kepala dan nggak mau kalah sama keadaan, merasa hidupnya akhirnya kasih celah ketika sahabatnya, Ema, berhasil nyelipin namanya buat magang di salah satu perusahaan paling berpengaruh dan disegani di Jakarta.

Emily datang di hari pertama dengan kemeja putih yang disetrika rapi, map berisi berkas, dan jantung yang berdebar campur antara gugup dan nekat. Kantor itu dingin, wangi kopi dan pendingin ruangan, lantainya mengilap, orang-orang berjalan cepat seolah semua punya arah yang lebih penting daripada dirinya.

Ema menyambutnya di lobi, wajahnya sumringah, rambutnya diikat asal.

“Lo beneran datang,” bisik Ema, nyenggol lengannya.

“Ya iyalah. Gue udah mau lulus, Ma. Ini kesempatan gue,” jawab Emily, berusaha terdengar santai padahal telapak tangannya basah.

Ema menuntunnya melewati pintu kaca menuju lantai atas, memperkenalkan dia pada beberapa orang HR, memberi tahu aturan-aturan dasar yang terdengar seperti mantra wajib: jangan telat, jangan banyak tanya di rapat, catat semua, dan satu hal yang diulang dua kali.

“Yang paling penting,” Ema menatapnya serius, “jangan bikin masalah sama Pak Noah.”

Emily mengernyit. “Siapa Pak Noah?”

Ema menarik napas, seolah menyebut nama itu saja bisa memanggil badai.

“Noah Wicaksana. CEO-nya. Umurnya tiga puluh empat. Dingin. Galak. Paling nggak suka orang lemot. Kalau dia udah ngomong, semua orang diam.”

Emily menelan ludah. “Oke.”

Namun semua peringatan itu ternyata nggak cukup mempersiapkan dirinya.

Pertama kali Emily melihat Noah Wicaksana bukan saat dikenalkan resmi, bukan di ruang rapat, tapi di koridor yang panjang, di antara pintu-pintu kaca buram dan suara langkah sepatu yang tajam. Ia berjalan sendirian, setelan jasnya jatuh pas di badan, wajahnya tegas, mata gelapnya seperti bisa menilai orang dalam sekali pandang.

Orang-orang yang dilewatinya otomatis menepi, menunduk, atau buru-buru menutup percakapan.

Noah berhenti tepat di depan Emily—seolah ia sengaja memilihnya dari keramaian. Tatapannya turun ke ID card magang yang masih menggantung kaku di leher Emily.

“Anak baru?” suaranya datar, rendah, tanpa basa-basi.

Emily berusaha tersenyum. “Iya, Pak. Saya Emily. Baru mulai hari ini.”

Noah mengangguk tipis, nyaris bukan anggukan.

“Jangan bikin saya buang waktu,” ucapnya, lalu berjalan lagi.

Kalimat itu menempel di kepala Emily lebih lama daripada yang seharusnya. Bukan cuma karena dinginnya, tapi karena cara Noah menatapnya—seperti ada sesuatu yang dia catat, sesuatu yang Emily sendiri belum paham.

Hari-hari pertama berjalan cepat. Emily mengerjakan tugas-tugas yang diberi Ema dan tim administrasi: merapikan data, menyusun laporan, menyiapkan bahan rapat, hal-hal yang terasa remeh tapi menuntut ketelitian. Ia belajar membaca ritme kantor itu: jam delapan orang sudah menyalakan laptop, jam sepuluh rapat-rapat kecil dimulai, jam makan siang cepat, dan sore menjelang malam masih banyak lampu yang menyala.

Sampai suatu siang, telepon meja Ema berdering. Ema mengangkat, mendengarkan, lalu matanya membesar sebelum menutup sambungan.

“Kenapa?” tanya Emily.

Ema menelan ludah. “Pak Noah minta lo.”

Emily tertawa kecil, refleks menolak kenyataan. “Bercanda, ya?”

Ema menggeleng. “Serius. Dia bilang, ‘Suruh anak magang yang baru itu ke ruangan saya. Sekarang.’”

Sekarang.

Emily berdiri, merapikan bajunya lagi, dan melangkah menuju lantai eksekutif dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Lorongnya lebih sunyi, karpetnya lebih tebal, dan pintu ruang CEO berdiri seperti batas yang seharusnya tidak dilewati sembarangan.

Sekretarisnya mempersilakan masuk.

Di dalam, Noah duduk di balik meja besar, layar laptop menyala, beberapa berkas terbuka. Ia bahkan tidak langsung menatap Emily.

“Duduk,” katanya singkat.

Emily duduk di kursi depan meja, punggungnya tegak, berusaha tidak terlihat terlalu kecil.

Noah akhirnya mengangkat kepala. “Saya baca ringkasan laporan yang kamu susun tadi pagi.”

Emily menahan napas. “Ada yang salah, Pak?”

“Salah tidak,” jawab Noah. “Tapi bisa lebih rapi. Dan kamu cepat.”

Itu bukan pujian, tapi terasa seperti pintu yang sedikit terbuka.

“Saya butuh kamu bantu saya untuk beberapa hal. Mulai hari ini, beberapa tugasmu akan langsung dari saya.”

Emily tertegun. “Saya… anak magang, Pak.”

“Justru,” kata Noah, suaranya tetap datar. “Saya butuh orang yang nggak banyak drama dan bisa kerja. Kamu bisa?”

Emily mengangguk, meski tenggorokannya kering. “Saya bisa, Pak.”

Noah menyandarkan badan, menatapnya lebih lama.

“Bagus. Jangan bikin saya menyesal.”

Sejak hari itu, nama Emily mulai lebih sering disebut dalam pesan singkat sekretaris, dalam instruksi tiba-tiba, dalam permintaan rapat dadakan. Ia dipanggil ke ruangan CEO untuk merapikan materi presentasi, mengecek angka, menyiapkan catatan ringkas yang harus selesai sebelum malam.

Semakin sering mereka bertemu, semakin jelas bahwa dingin Noah bukan sekadar gaya. Ia tegas sampai ke detail yang melelahkan, suaranya nyaris tidak pernah naik, tapi setiap kata punya bobot yang membuat orang ingin patuh. Ia jarang tersenyum, jarang menyebut “tolong”, namun tidak pernah berbicara tanpa tujuan.

Emily mencoba melihatnya sebagai atasan—hanya atasan.

Tapi ada sesuatu yang sulit diabaikan: tatapan Noah yang sering tertahan sedikit lebih lama, keheningan di antara perintah dan jawaban, ruang kosong yang seolah dipenuhi sesuatu yang tidak bisa disebut.

Di luar kantor, Emily sering pulang larut. Ema menunggunya di pantry, menatapnya dengan campuran iri dan khawatir.

“Dia ngapain sih sama lo?” tanya Ema suatu malam.

Emily menyandarkan kepala ke lemari, lelah. “Kerja. Ya kerja.”

“Kerja kok tiap hari dipanggil terus. Hati-hati, Mil.”

Emily ingin menertawakan itu. Tapi justru karena ia tahu Ema tidak suka mengada-ada, kata-kata itu menancap.

Ada hari ketika Noah menegurnya karena salah memasukkan satu angka kecil. Emily merasa wajahnya panas, malu bercampur kesal. Namun setelah semua orang keluar dari ruangan rapat, Noah memanggilnya lagi.

“Kamu takut sama saya?” tanya Noah tiba-tiba.

Emily menatapnya, bingung. “Saya… menghormati Bapak.”

Noah menghela napas pelan, seolah jawaban itu tidak memuaskannya. “Kalau kamu mau bertahan di sini, jangan cuma mengandalkan takut. Pahami apa yang kamu kerjakan.”

Emily mengangguk, tapi mata Noah seperti menyimpan sesuatu—kelelahan yang disembunyikan, tekanan yang tidak pernah diceritakan, kesepian yang dibungkus disiplin.

Untuk pertama kalinya, Emily melihat celah di balik dinding itu. Dan celah itu membuatnya semakin sulit menjaga jarak.

Hari-hari bergulir, dan ketegangan yang awalnya cuma seperti listrik kecil berubah menjadi sesuatu yang mengganggu: muncul di cara Emily memperhatikan langkah Noah dari kejauhan, di cara ia menahan napas ketika Noah berdiri terlalu dekat untuk menunjukkan satu poin di layar, di cara Noah mengucapkan namanya tanpa nada, tapi tetap terdengar seperti panggilan.

Hubungan mereka masih profesional di permukaan. Tidak ada sentuhan, tidak ada kalimat manis. Tapi ada rahasia yang tumbuh di sela-sela kalimat singkat, dalam tatapan yang tidak selesai, dalam keinginan yang sama-sama ditahan sampai menjadi beban.

Dan ketika suatu malam Noah memintanya tinggal lebih lama—hanya mereka berdua di ruangan besar yang sunyi, lampu kota berkelap-kelip di balik jendela—Emily sadar ada batas yang semakin tipis.

Noah berdiri di dekat jendela, dasinya sudah dilepas, lengan kemejanya digulung. Wajahnya tampak lebih manusiawi tanpa formalitas itu, tapi justru lebih berbahaya.

“Kamu capek?” tanya Noah tanpa menoleh.

“Sedikit, Pak,” jawab Emily jujur.

Noah tertawa kecil, pendek, suara yang jarang keluar dari dirinya. “Kamu selalu sopan. Bahkan saat kamu ingin kabur.”

Emily terdiam. Kata-kata itu terlalu tepat.

Noah menoleh, kali ini menatapnya langsung. “Emily… kamu harus paham. Di kantor ini ada aturan. Ada batas.”

Emily merasa dadanya sesak. “Saya tahu.”

“Tapi kadang,” lanjut Noah, suaranya lebih rendah, lebih pelan, “orang tetap melewati batas itu.”

Keheningan turun seperti kain tebal. Emily bisa mendengar detak jam dinding, suara napasnya sendiri, dan sesuatu yang terasa terlalu jujur di mata Noah.

Perasaan yang selama ini disembunyikan—ditutup dengan tugas, dengan disiplin, dengan kalimat-kalimat singkat—mulai muncul ke permukaan. Dan ketika itu terjadi, tak ada lagi tempat aman untuk berpura-pura.

Di titik itu, mereka dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tajam: patuh pada aturan yang menjaga semuanya tetap rapi, atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa mengubah hidup mereka selamanya.
Tuan Muda Berpakaian Merah

Tuan Muda Berpakaian Merah

384 Dilihat · Sedang Berlangsung · Evelyn Blackwood
Usia sebelas tahun, dia menyembunyikan riasan merah untuk adiknya, seorang pemuda lemah, dengan sebilah pedang panjang, menjaga perbatasan utara. Usia tujuh belas tahun, dia mengikuti pangeran dalam berbagai pertempuran, menembus rintangan, sebagai putra sulung keluarga Tang, penerus setia. Usia dua puluh tahun, hadiah ulang tahunnya adalah dekrit dari kaisar: keluarga Tang dari kantor perdana menteri, menipu kaisar dan seluruh keluarga ditangkap. Dia menyerahkan pedang tajamnya, menyerahkan perbatasan utara, menyerahkan Da Zhao, menyerahkan semua yang dia anggap terbaik, yang seharusnya milik raja. Tapi Tang Qian tidak tahu, pangeran yang dulunya keras kepala dan manja menjadi dewasa dan bijaksana, setelah kaisar mendapatkan seluruh negeri, mengapa dia mencabut kekuasaan militer Tang Qian, lalu menekan terus-menerus, hampir menempatkan keluarga Tang dalam situasi tanpa harapan. Tang Qian berpikir itu karena kaisar takut akan kekuasaannya yang terlalu besar, mengulangi nasib Raja Zhenling di masa lalu. Dia berhati-hati dalam setiap langkah, melepaskan kekuasaan, mundur dari istana, Tang Qian hampir menjadi orang biasa, tetapi tetap tidak bisa menghindari malapetaka keluarga Tang. Setelah berlutut menerima dekrit itu, dia baru sadar, cara kaisar hanya untuk memaksa Tang Qian menyerahkan dirinya sendiri.

Semua orang mengatakan bahwa keluarga Tang dari Marquis Changning mendukung kaisar baru naik takhta, dihormati di Da Zhao, sangat mulia. Tapi orang-orang di sekitar Pangeran Ketujuh tahu, hati kaisar bisa memaafkan mantan musuh politik yang berpindah pihak, tapi tidak bisa mentolerir Tang Qian melihat orang lain. Kekerasan pangeran terhadap Marquis Changning membuat semua orang tidak bisa memahami. Cantik alami, namun terjebak dalam bencana keluarga, tidak pernah memakai gaun sehari pun; namun hari ini, dengan gaun panjang merah menyala, menyilaukan mata semua orang, hanya berlutut di depannya dengan rendah hati, hanya untuk mendengar satu kalimat, "Mau bebaskan keluarga Tang? Maka hibur aku, Tang Qian, dengan cara seorang wanita."
Pengantin Kejutan Sang Miliarder: Ketika Cinta Turun

Pengantin Kejutan Sang Miliarder: Ketika Cinta Turun

384 Dilihat · Sedang Berlangsung · Henning
Ketika pertama kali bertemu, dia meminta cerai karena salah sangka bahwa dia hanya mengincar kekayaannya. Namun, dia menganggapnya sebagai orang biasa saja, dan pernikahan mereka hanyalah kebetulan belaka.
Satu bulan kemudian, dia bersikeras untuk bercerai, tetapi dia mendapati suaminya menghilang secara misterius, berusaha menghindari perceraian.
Seorang pria tampan yang sangat mirip dengan suaminya muncul di televisi nasional, menangis, "Istriku sempurna dalam segala hal, tapi dia bersikeras ingin bercerai. Apa yang harus aku lakukan?"
Tuan Rumah Wanita yang Memesona

Tuan Rumah Wanita yang Memesona

996 Dilihat · Sedang Berlangsung · Eldrin Blackthorn
Kita semua hidup di masa di mana keinginan berkembang dengan liar, namun kita tetap mencari kebenaran dalam keserakahan. Pertama kali bertemu, dia membawaku pulang. Awalnya, kami saling tidak suka. Namun kemudian, kunci rumahnya ada di sakuku, dan dia mulai memanggilku Tuan Pelangi.
Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

438 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lorraine Whitcombe
Dia, bocah pelayan termiskin di rumah bordil, adalah anak bungsu dari pangeran paling berkuasa. Hanya dia yang bisa memerintah di dalam rumah bordil besar itu. Hanya dia yang bisa melarikan diri lebih cepat dari kelinci setelah dipukuli. Hanya dia yang bisa membuat kakaknya yang terkenal di seluruh negeri marah sampai mulutnya berbusa.

"Mas, bukannya kamu bisu ya?"

"......"

"Mas, kamu mau jadi kaisar ya?"

"......"

"Mas......"

"Aku bukan kakakmu."

"Aku tahu. Teh putih, kebahagiaan yang tenang tanpa hal lain, aku menunggu angin dan juga menunggumu."
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

1.3k Dilihat · Sedang Berlangsung · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

789 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sujiman
Orang yang paling kucintai—Handi, hakim termuda sepanjang sejarah, justru menjadi orang yang menjebloskanku ke penjara.
Selama tiga tahun itu, seluruh harga diriku terkikis habis.
Setelah bebas, keadaan keluarganya sudah porak-poranda. Tanpa tempat tinggal, aku terpaksa menjadi seorang hostes kelab malam yang hina.
Takdir mempertemukan aku dan Handi lagi.
Dia memandangi rok miniku yang mengumbar dengan tatapan dingin, meremas erat pinggangku, dan berkata dengan suara bergetar penuh amarah, “Aisyah, siapa yang mengizinkanmu bekerja di tempat seperti ini?”
Aku menyunggingkan senyum menggoda, merayunya. “Tuan, mau beli sebotol anggur? Dan… malam ini aku sepenuhnya milik Tuan.”
Terbangkit oleh Paman Mantanku

Terbangkit oleh Paman Mantanku

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lillian
Tepat di malam ulang tahunnya yang ke-26, Alya harus menelan pil pahit. Rangga, laki-laki yang sudah dipacarinya selama tiga tahun, ternyata hanya menganggapnya tak lebih dari sekadar piala pajangan untuk dipamerkan. Demi membangkitkan bakat warisan leluhur keluarganya dalam menaksir benda pusaka, ia nekat menghabiskan malam bersama pria paling berbahaya di kelab malam itu.

Apa yang awalnya ia kira hanya sebuah transaksi gila semalam berujung pada kenyataan yang menggetarkan jantung: pria itu tak lain adalah paman Rangga sendiri, Satria Kusuma—sosok penguasa yang dingin dan tak tersentuh!

Saat Alya berusaha melarikan diri, pria itu justru menariknya ke dalam pelukan yang mengunci rapat, lalu berbisik dengan nada yang mengancam, "Setelah tidur denganku, kamu pikir kamu bisa pergi begitu saja?"

Awal yang penuh kekacauan ini—apakah akan menjadi pedang tajam untuk membalas dendam, atau justru sebuah perangkap memikat yang jauh lebih berbahaya?
Penyesalannya, Takhta Miliknya

Penyesalannya, Takhta Miliknya

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lillian
Empat tahun lalu, aku memalsukan kematianku demi kabur dari suamiku yang kejam, Arya, dan adik perempuanku yang berhati busuk. Kini, aku telah kembali sebagai pewaris tunggal keluarga konglomerat yang berkuasa, menyimpan rapat rahasia tentang anak-anakku.

Aku baru saja mempermalukan selingkuhannya, memancing perempuan itu hingga ia rela membuang miliaran rupiah demi sebuah lukisan yang sebenarnya sudah menjadi milikku. Dan ketika Arya berusaha menyudutkanku, aku tidak lagi memohon—aku menamparnya keras-keras.

Namun, alih-alih murka, sepasang matanya justru berkilat oleh obsesi yang menyala-nyala. Dia mengimpit tubuhku ke dinding, lalu berbisik dengan nada yang mengancam, "Kamu bisa saja mengubah wajahmu, Kirana, tapi kamu nggak akan pernah bisa sembunyi dariku. Anak siapa itu?"

Dia pikir dia masih bisa menguasaiku? Kali ini, akulah yang memegang kendali.
Mantan Istri Sang Miliarder yang Tak Terkalahkan

Mantan Istri Sang Miliarder yang Tak Terkalahkan

889 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lillian
"Sial, kamu sempit banget buat aku," bisik Arya Rajasa dengan napas memburu, kejantanannya mengisi wanita itu lewat hentakan dalam yang tak kenal ampun. "Sayang! Beri aku anak, ya?"

Tubuh Elara bergetar hebat di bawah kungkungannya. Puncak dadanya menegang bergesekan dengan seprai, sementara pusat gairahnya yang basah terus berdenyut mendamba pria itu.

Namun, setelah empat tahun pengabdian tanpa pamrih, Elara Brameswari dicampakkan begitu saja demi cinta pertama pria itu. Ia kehilangan segalanya dalam pengkhianatan yang menghanguskan hatinya. Dengan jiwa yang hancur lebur, Elara mengubur masa lalunya dan bangkit kembali sebagai Tessa—seorang bintang terang di dunia sains, dikelilingi oleh para jenius dan deretan pria yang memujanya.

Kini, dihantui oleh kenangan cinta mereka, Arya rela menerjang rintangan apa pun demi memenangkannya kembali.

Mampukah pria itu merebut kembali mantan istrinya yang kini tak lagi bisa dihancurkan?
Kehidupan Embun

Kehidupan Embun

437 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lucian Blackwell
Sejak memergoki Pakde Lu dan Bu Li melakukan hal itu, hati Zhou Yue selalu dipenuhi dengan pikiran gila.
Dia ingin berhubungan dengan Pakde Lu, dengan sangat intens!
Mencuri Aroma, Mencuri Cinta

Mencuri Aroma, Mencuri Cinta

807 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lucian Voss
Karena ada pembongkaran, aku terpaksa menumpang tinggal di rumah keponakanku.
Setiap malam, aku selalu bisa mendengar suara-suara berbeda dari istri keponakanku.
Ini membuatku sangat tersiksa.
Sampai suatu malam, istri keponakanku berjalan dalam tidurnya dan masuk ke kamarku.
Aku tidak bisa lagi menahan perasaanku...
Bangkit dari Abu: Jalan Balas Dendamnya

Bangkit dari Abu: Jalan Balas Dendamnya

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Sejak hari pertama aku bertemu dengannya di usia sepuluh tahun, aku berusaha keras untuk memperbaiki diri, semua hanya untuk bisa melihat sekilas dirinya di keramaian. Dia berjanji akan melindungiku seumur hidup. Namun, dua belas tahun itu ternyata hanya menjadi obsesi konyolku sendiri... Dia bukan lagi kakakku.

Setelah dikirim ke penjara olehnya selama tiga tahun, aku kembali dengan dendam. Aku bukan lagi wanita yang mencintainya sampai merendahkan diri sendiri!

Aku menghancurkan para perebut suami, menginjak-injak para bajingan, dan siap untuk menghukum si brengsek dengan kejam ketika... pria yang sebelumnya kejam dan dingin padaku tiba-tiba menjadi lembut dan penuh kasih!
Aroma yang Memabukkan

Aroma yang Memabukkan

442 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Marlowe
Seorang mahasiswa laki-laki yang baru lulus sebenarnya ingin kembali ke desa untuk membuka klinik dan menjalani hidup dengan tenang. Tapi siapa sangka, gadis-gadis desa malah berbondong-bondong mendekatinya.
Nirvana: Dari Abu ke Kemuliaan

Nirvana: Dari Abu ke Kemuliaan

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Sophia meninggal karena dikhianati—oleh kekasih dan sahabatnya. Tapi kematian bukanlah akhir. Dia terbangun dalam tubuh Diana Spencer, seorang wanita dengan masa lalu tragis dan suami yang kejam.

Dengan kesempatan hidup yang baru, Sophia bukan lagi wanita yang mudah dijatuhkan. Berbekal ingatan Diana dan hasrat membara untuk balas dendam, dia siap merebut kembali apa yang menjadi miliknya dan membuat musuh-musuhnya membayar. Balas dendam tak pernah terlihat semanis ini.
Suami CEO Misteriusnya

Suami CEO Misteriusnya

218 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Sehari sebelum pernikahanku, aku tak sengaja memergoki tunanganku sedang bermesraan dengan pacarnya di kamar pengantin kami. Di tengah cemoohan dan ejekan dari bajingan itu, satu-satunya orang yang datang untuk menangkap basah mereka bersamaku adalah seorang pria yang baru sekali aku temui. Dia menyeretku ke Kantor Catatan Sipil, tapi tidak ada yang memberitahuku bahwa aku harus menjalankan kewajiban pernikahan!

Aku mundur dengan ngeri, dan pria itu tersenyum tipis, "Kenapa, kamu nggak pernah kepikiran buat melakukan hal-hal intim sama aku?"

"Michael, bukannya kita ini cuma nikah pura-pura?"

"Siapa bilang ini nikah pura-pura?" Dia mengangkat alisnya, nada suaranya sedikit tidak senang.

Aku teringat pengkhianatan tunanganku dan merasa terombang-ambing di dalam. Tapi ciuman Michael yang panas dan dalam itu tak tertahankan.

"Tenang aja, sebentar lagi juga selesai," bisiknya, suaranya rendah dan magnetis...
Dokter Gila Terkuat di Kota

Dokter Gila Terkuat di Kota

629 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Hawthorne
Dokter magang, Lu Chen, dikhianati oleh pacarnya dan dihina oleh atasannya, secara kebetulan mendapatkan warisan dari seorang ahli obat. Dia bersumpah, akan menggunakan keterampilan medisnya untuk mengubah nasib yang tidak adil, berdiri di puncak dunia!
Pengawal Pribadi Sang CEO Cantik

Pengawal Pribadi Sang CEO Cantik

807 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Marlowe
Melihat imbalan dua juta rupiah, setelah membantu si cantik CEO, Song Chuci, mendapatkan kembali tasnya yang dicuri, gadis kecil yang dingin dan arogan ini, tidak hanya ingin mengingkari utangnya, tapi juga menuduhnya bersekongkol dengan pencuri. Benar-benar keterlaluan, kalau tidak memberinya pelajaran seumur hidup—di mana keadilan? Namun, Lu Ning tidak tahu, hanya karena dua juta rupiah itu, dia terseret ke dalam sebuah konspirasi besar, menjadi pelindung bunga yang paling malang di dunia ini.
Rasa Sakit Kehamilan Empati CEO

Rasa Sakit Kehamilan Empati CEO

327 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Tiga tahun yang lalu, Michael Smith mengalami kecelakaan mobil yang parah dan jatuh koma. Dokter bilang dia seperti sayuran. Cinta pertamanya tidak ragu untuk pergi melanjutkan studi ke luar negeri. Sementara itu, aku dipaksa menikah dengannya dalam pernikahan yang diatur oleh neneknya, agar aku bisa merawat ibuku yang sakit. Ketika dia terbangun, cinta pertamanya sudah kembali ke negara ini, dan aku mendapati diriku hamil. Kami melewati mual-mual pagi dan kesulitan kehamilan sepuluh bulan bersama-sama. Tapi kemudian dia mengajukan cerai, memaksaku pergi tanpa apa-apa. Aku berjuang mengejar karir sebagai pelukis sambil menjalani kehamilan. Tanpa aku ketahui, wasiat neneknya menyatakan bahwa semua aset yang awalnya ditujukan untuknya akan diberikan kepadaku dan bayi dalam kandunganku.
Berani Pangeran Memanjakan Selir dan Menghancurkan Istri? Abu Tulangnya Dihamburkan!

Berani Pangeran Memanjakan Selir dan Menghancurkan Istri? Abu Tulangnya Dihamburkan!

320 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Marlowe
【Putri Agung yang Mulia × Menteri Jahat yang Berkuasa, Intrik Rumah Tangga + Membalas Dendam + Cerita Menyenangkan + Penuh Romansa + Seluruh Keluarga Terbakar + Anak Angkat Menyesal + Tidak Akan Memaafkan】

Di kehidupan sebelumnya, Leng Lan Zhi berpikir telah menemukan pria yang baik, memberikan seluruh cintanya pada Shen Yi Zhi, membesarkan anak angkatnya, dan mendukung Keluarga Pangeran Pingnan hingga menjadi keluarga bangsawan yang paling terhormat.

Dia mengira Shen Yi Zhi, meskipun tidak mencintainya, setidaknya akan sedikit menghargai jasanya. Dia juga berpikir anak angkatnya akan menghormatinya, dan mertuanya akan berterima kasih atas pengorbanannya.

Namun, di saat-saat terakhirnya, Shen Yi Zhi membawa seorang wanita yang memiliki sedikit kemiripan dengannya, dan dengan dingin berkata: "Dia adalah cinta sejati dalam hidupku, kamu hanyalah pengganti yang mirip dengannya dan alat yang sempurna."

Anak angkatnya mencibir: "Ibuku bukan kamu, melihatmu saja membuatku muak!"

Mertuanya memutar mata: "Akhirnya kamu akan mati juga, aku sebagai ibu mertua yang terhormat masih harus melihat wajah menantuku, sialan!"

Terlahir kembali, Leng Lan Zhi penuh dengan kegilaan.

Pengganti yang mirip tiga bagian? Pion? Di seluruh dunia ini, tidak ada yang pantas memanfaatkanku!

Selingkuh di belakangku, punya anak! Menghinaku! Membenciku! Masih berharap naik ke posisi tinggi dengan menginjakku?

Semua akan menyesal di neraka!

Saat dia hampir kehilangan kendali, seorang menteri jahat yang berkuasa memegang tangannya dengan penuh kasih: "Tangan Anda, hanya perlu digunakan untuk bermain musik, membuat teh, melukis, menikmati hidup. Yang lainnya, biar saya yang urus."
Kekacauan Pernikahan: Menjauh, Cinta Pertama!

Kekacauan Pernikahan: Menjauh, Cinta Pertama!

317 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Setelah menikah, suamiku tidak pernah menyentuhku. Aku selalu mengira dia aseksual sampai suatu hari, betapa terkejutnya aku ketika menemukan bahwa dia berselingkuh!

Karena dia dan selingkuhannya terlalu intens saat berhubungan, selingkuhannya sampai masuk rumah sakit!

Yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa orang yang berselingkuh dengannya adalah adik perempuannya sendiri!

Saat itu, hatiku terasa seperti disiram minyak mendidih, sakitnya luar biasa...
Rahasia Malam

Rahasia Malam

419 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Merrick
Aku dulunya adalah juara ujian masuk universitas untuk jurusan sains, tapi karena sebuah insiden, aku akhirnya bekerja di klub malam. Sejak saat itu, wanita-wanita cantik terus berdatangan, dan banyak intrik yang terjadi. Siapa yang sebenarnya mengendalikan semua ini? Kehidupan glamor yang penuh kemewahan ini perlahan membuatku mulai tersesat...
Bersujud Menjadi Budak (BDSM)

Bersujud Menjadi Budak (BDSM)

206 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Everhart
Lin Jun, yang memiliki sifat S, akhirnya tidak bisa menahan diri untuk pergi ke klub yang dia temukan di forum suatu hari. Saat pertama kali mencoba, dia duduk di dalam ruangan menunggu M yang akan melatihnya. Ketika beberapa ketukan terdengar di pintu, dan pintu terbuka, dia terdiam. Hatinya dipenuhi rasa malu dan ketakutan yang besar. Dalam sekejap, dia merasa dunianya mungkin akan runtuh... Orang yang datang adalah orang yang dia kenal, seseorang yang dia temui setiap hari, teman sekamarnya yang selalu menyapanya setiap kali keluar rumah, Shen Zhi Ci.
Sisa-Sisa Feodalisme

Sisa-Sisa Feodalisme

904 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Voss
Tuan besar keluarga Li baru saja mengambil seorang selir baru, yang ternyata seorang pria.
Interseksual, hamil tapi tidak melahirkan anak, era Republik Tiongkok, cerita tentang ibu tiri
Bukan cerita saham, bukan HE (mungkin berakhir terbuka, tanpa outline, mengikuti alur cerita).
1