16 Book(s) Related to less than zero author

Tuan Mitchell cemburu

Tuan Mitchell cemburu

216 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leslie
Ava Anderson hanya memiliki satu orang di hatinya, yaitu Alexander Mitchell. Di tahun kedua pernikahan mereka, Ava hamil. Kebahagiaannya tak terhingga. Namun sebelum dia bisa berbagi kabar gembira itu dengan suaminya, Alexander malah memberinya surat cerai, ingin menikahi cinta pertamanya. Ava tidak mau menjadi badut dalam kisah cinta orang lain. Tanpa banyak drama, dia berbalik dan pergi. Bertahun-tahun kemudian, namanya ada di mana-mana.

Entah kenapa, Mitchell merasa gelisah. Dia mulai merindukannya, dan hatinya terasa sakit saat melihat Ava tertawa dengan pria lain. Di gereja, dia mengacaukan pernikahan Ava dan jatuh berlutut. Dengan mata merah, dia memohon, "Ava, bisakah kita kembali seperti dulu? Hatiku cemburu sekali!"
Tuan Walker, Bos Pelindungku

Tuan Walker, Bos Pelindungku

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline moraes
Emily Harsa, mahasiswi Administrasi Bisnis yang keras kepala dan nggak mau kalah sama keadaan, merasa hidupnya akhirnya kasih celah ketika sahabatnya, Ema, berhasil nyelipin namanya buat magang di salah satu perusahaan paling berpengaruh dan disegani di Jakarta.

Emily datang di hari pertama dengan kemeja putih yang disetrika rapi, map berisi berkas, dan jantung yang berdebar campur antara gugup dan nekat. Kantor itu dingin, wangi kopi dan pendingin ruangan, lantainya mengilap, orang-orang berjalan cepat seolah semua punya arah yang lebih penting daripada dirinya.

Ema menyambutnya di lobi, wajahnya sumringah, rambutnya diikat asal.

“Lo beneran datang,” bisik Ema, nyenggol lengannya.

“Ya iyalah. Gue udah mau lulus, Ma. Ini kesempatan gue,” jawab Emily, berusaha terdengar santai padahal telapak tangannya basah.

Ema menuntunnya melewati pintu kaca menuju lantai atas, memperkenalkan dia pada beberapa orang HR, memberi tahu aturan-aturan dasar yang terdengar seperti mantra wajib: jangan telat, jangan banyak tanya di rapat, catat semua, dan satu hal yang diulang dua kali.

“Yang paling penting,” Ema menatapnya serius, “jangan bikin masalah sama Pak Noah.”

Emily mengernyit. “Siapa Pak Noah?”

Ema menarik napas, seolah menyebut nama itu saja bisa memanggil badai.

“Noah Wicaksana. CEO-nya. Umurnya tiga puluh empat. Dingin. Galak. Paling nggak suka orang lemot. Kalau dia udah ngomong, semua orang diam.”

Emily menelan ludah. “Oke.”

Namun semua peringatan itu ternyata nggak cukup mempersiapkan dirinya.

Pertama kali Emily melihat Noah Wicaksana bukan saat dikenalkan resmi, bukan di ruang rapat, tapi di koridor yang panjang, di antara pintu-pintu kaca buram dan suara langkah sepatu yang tajam. Ia berjalan sendirian, setelan jasnya jatuh pas di badan, wajahnya tegas, mata gelapnya seperti bisa menilai orang dalam sekali pandang.

Orang-orang yang dilewatinya otomatis menepi, menunduk, atau buru-buru menutup percakapan.

Noah berhenti tepat di depan Emily—seolah ia sengaja memilihnya dari keramaian. Tatapannya turun ke ID card magang yang masih menggantung kaku di leher Emily.

“Anak baru?” suaranya datar, rendah, tanpa basa-basi.

Emily berusaha tersenyum. “Iya, Pak. Saya Emily. Baru mulai hari ini.”

Noah mengangguk tipis, nyaris bukan anggukan.

“Jangan bikin saya buang waktu,” ucapnya, lalu berjalan lagi.

Kalimat itu menempel di kepala Emily lebih lama daripada yang seharusnya. Bukan cuma karena dinginnya, tapi karena cara Noah menatapnya—seperti ada sesuatu yang dia catat, sesuatu yang Emily sendiri belum paham.

Hari-hari pertama berjalan cepat. Emily mengerjakan tugas-tugas yang diberi Ema dan tim administrasi: merapikan data, menyusun laporan, menyiapkan bahan rapat, hal-hal yang terasa remeh tapi menuntut ketelitian. Ia belajar membaca ritme kantor itu: jam delapan orang sudah menyalakan laptop, jam sepuluh rapat-rapat kecil dimulai, jam makan siang cepat, dan sore menjelang malam masih banyak lampu yang menyala.

Sampai suatu siang, telepon meja Ema berdering. Ema mengangkat, mendengarkan, lalu matanya membesar sebelum menutup sambungan.

“Kenapa?” tanya Emily.

Ema menelan ludah. “Pak Noah minta lo.”

Emily tertawa kecil, refleks menolak kenyataan. “Bercanda, ya?”

Ema menggeleng. “Serius. Dia bilang, ‘Suruh anak magang yang baru itu ke ruangan saya. Sekarang.’”

Sekarang.

Emily berdiri, merapikan bajunya lagi, dan melangkah menuju lantai eksekutif dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Lorongnya lebih sunyi, karpetnya lebih tebal, dan pintu ruang CEO berdiri seperti batas yang seharusnya tidak dilewati sembarangan.

Sekretarisnya mempersilakan masuk.

Di dalam, Noah duduk di balik meja besar, layar laptop menyala, beberapa berkas terbuka. Ia bahkan tidak langsung menatap Emily.

“Duduk,” katanya singkat.

Emily duduk di kursi depan meja, punggungnya tegak, berusaha tidak terlihat terlalu kecil.

Noah akhirnya mengangkat kepala. “Saya baca ringkasan laporan yang kamu susun tadi pagi.”

Emily menahan napas. “Ada yang salah, Pak?”

“Salah tidak,” jawab Noah. “Tapi bisa lebih rapi. Dan kamu cepat.”

Itu bukan pujian, tapi terasa seperti pintu yang sedikit terbuka.

“Saya butuh kamu bantu saya untuk beberapa hal. Mulai hari ini, beberapa tugasmu akan langsung dari saya.”

Emily tertegun. “Saya… anak magang, Pak.”

“Justru,” kata Noah, suaranya tetap datar. “Saya butuh orang yang nggak banyak drama dan bisa kerja. Kamu bisa?”

Emily mengangguk, meski tenggorokannya kering. “Saya bisa, Pak.”

Noah menyandarkan badan, menatapnya lebih lama.

“Bagus. Jangan bikin saya menyesal.”

Sejak hari itu, nama Emily mulai lebih sering disebut dalam pesan singkat sekretaris, dalam instruksi tiba-tiba, dalam permintaan rapat dadakan. Ia dipanggil ke ruangan CEO untuk merapikan materi presentasi, mengecek angka, menyiapkan catatan ringkas yang harus selesai sebelum malam.

Semakin sering mereka bertemu, semakin jelas bahwa dingin Noah bukan sekadar gaya. Ia tegas sampai ke detail yang melelahkan, suaranya nyaris tidak pernah naik, tapi setiap kata punya bobot yang membuat orang ingin patuh. Ia jarang tersenyum, jarang menyebut “tolong”, namun tidak pernah berbicara tanpa tujuan.

Emily mencoba melihatnya sebagai atasan—hanya atasan.

Tapi ada sesuatu yang sulit diabaikan: tatapan Noah yang sering tertahan sedikit lebih lama, keheningan di antara perintah dan jawaban, ruang kosong yang seolah dipenuhi sesuatu yang tidak bisa disebut.

Di luar kantor, Emily sering pulang larut. Ema menunggunya di pantry, menatapnya dengan campuran iri dan khawatir.

“Dia ngapain sih sama lo?” tanya Ema suatu malam.

Emily menyandarkan kepala ke lemari, lelah. “Kerja. Ya kerja.”

“Kerja kok tiap hari dipanggil terus. Hati-hati, Mil.”

Emily ingin menertawakan itu. Tapi justru karena ia tahu Ema tidak suka mengada-ada, kata-kata itu menancap.

Ada hari ketika Noah menegurnya karena salah memasukkan satu angka kecil. Emily merasa wajahnya panas, malu bercampur kesal. Namun setelah semua orang keluar dari ruangan rapat, Noah memanggilnya lagi.

“Kamu takut sama saya?” tanya Noah tiba-tiba.

Emily menatapnya, bingung. “Saya… menghormati Bapak.”

Noah menghela napas pelan, seolah jawaban itu tidak memuaskannya. “Kalau kamu mau bertahan di sini, jangan cuma mengandalkan takut. Pahami apa yang kamu kerjakan.”

Emily mengangguk, tapi mata Noah seperti menyimpan sesuatu—kelelahan yang disembunyikan, tekanan yang tidak pernah diceritakan, kesepian yang dibungkus disiplin.

Untuk pertama kalinya, Emily melihat celah di balik dinding itu. Dan celah itu membuatnya semakin sulit menjaga jarak.

Hari-hari bergulir, dan ketegangan yang awalnya cuma seperti listrik kecil berubah menjadi sesuatu yang mengganggu: muncul di cara Emily memperhatikan langkah Noah dari kejauhan, di cara ia menahan napas ketika Noah berdiri terlalu dekat untuk menunjukkan satu poin di layar, di cara Noah mengucapkan namanya tanpa nada, tapi tetap terdengar seperti panggilan.

Hubungan mereka masih profesional di permukaan. Tidak ada sentuhan, tidak ada kalimat manis. Tapi ada rahasia yang tumbuh di sela-sela kalimat singkat, dalam tatapan yang tidak selesai, dalam keinginan yang sama-sama ditahan sampai menjadi beban.

Dan ketika suatu malam Noah memintanya tinggal lebih lama—hanya mereka berdua di ruangan besar yang sunyi, lampu kota berkelap-kelip di balik jendela—Emily sadar ada batas yang semakin tipis.

Noah berdiri di dekat jendela, dasinya sudah dilepas, lengan kemejanya digulung. Wajahnya tampak lebih manusiawi tanpa formalitas itu, tapi justru lebih berbahaya.

“Kamu capek?” tanya Noah tanpa menoleh.

“Sedikit, Pak,” jawab Emily jujur.

Noah tertawa kecil, pendek, suara yang jarang keluar dari dirinya. “Kamu selalu sopan. Bahkan saat kamu ingin kabur.”

Emily terdiam. Kata-kata itu terlalu tepat.

Noah menoleh, kali ini menatapnya langsung. “Emily… kamu harus paham. Di kantor ini ada aturan. Ada batas.”

Emily merasa dadanya sesak. “Saya tahu.”

“Tapi kadang,” lanjut Noah, suaranya lebih rendah, lebih pelan, “orang tetap melewati batas itu.”

Keheningan turun seperti kain tebal. Emily bisa mendengar detak jam dinding, suara napasnya sendiri, dan sesuatu yang terasa terlalu jujur di mata Noah.

Perasaan yang selama ini disembunyikan—ditutup dengan tugas, dengan disiplin, dengan kalimat-kalimat singkat—mulai muncul ke permukaan. Dan ketika itu terjadi, tak ada lagi tempat aman untuk berpura-pura.

Di titik itu, mereka dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tajam: patuh pada aturan yang menjaga semuanya tetap rapi, atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa mengubah hidup mereka selamanya.
Tuan Muda Berpakaian Merah

Tuan Muda Berpakaian Merah

384 Dilihat · Sedang Berlangsung · Evelyn Blackwood
Usia sebelas tahun, dia menyembunyikan riasan merah untuk adiknya, seorang pemuda lemah, dengan sebilah pedang panjang, menjaga perbatasan utara. Usia tujuh belas tahun, dia mengikuti pangeran dalam berbagai pertempuran, menembus rintangan, sebagai putra sulung keluarga Tang, penerus setia. Usia dua puluh tahun, hadiah ulang tahunnya adalah dekrit dari kaisar: keluarga Tang dari kantor perdana menteri, menipu kaisar dan seluruh keluarga ditangkap. Dia menyerahkan pedang tajamnya, menyerahkan perbatasan utara, menyerahkan Da Zhao, menyerahkan semua yang dia anggap terbaik, yang seharusnya milik raja. Tapi Tang Qian tidak tahu, pangeran yang dulunya keras kepala dan manja menjadi dewasa dan bijaksana, setelah kaisar mendapatkan seluruh negeri, mengapa dia mencabut kekuasaan militer Tang Qian, lalu menekan terus-menerus, hampir menempatkan keluarga Tang dalam situasi tanpa harapan. Tang Qian berpikir itu karena kaisar takut akan kekuasaannya yang terlalu besar, mengulangi nasib Raja Zhenling di masa lalu. Dia berhati-hati dalam setiap langkah, melepaskan kekuasaan, mundur dari istana, Tang Qian hampir menjadi orang biasa, tetapi tetap tidak bisa menghindari malapetaka keluarga Tang. Setelah berlutut menerima dekrit itu, dia baru sadar, cara kaisar hanya untuk memaksa Tang Qian menyerahkan dirinya sendiri.

Semua orang mengatakan bahwa keluarga Tang dari Marquis Changning mendukung kaisar baru naik takhta, dihormati di Da Zhao, sangat mulia. Tapi orang-orang di sekitar Pangeran Ketujuh tahu, hati kaisar bisa memaafkan mantan musuh politik yang berpindah pihak, tapi tidak bisa mentolerir Tang Qian melihat orang lain. Kekerasan pangeran terhadap Marquis Changning membuat semua orang tidak bisa memahami. Cantik alami, namun terjebak dalam bencana keluarga, tidak pernah memakai gaun sehari pun; namun hari ini, dengan gaun panjang merah menyala, menyilaukan mata semua orang, hanya berlutut di depannya dengan rendah hati, hanya untuk mendengar satu kalimat, "Mau bebaskan keluarga Tang? Maka hibur aku, Tang Qian, dengan cara seorang wanita."
Tuan Rumah Wanita yang Memesona

Tuan Rumah Wanita yang Memesona

996 Dilihat · Sedang Berlangsung · Eldrin Blackthorn
Kita semua hidup di masa di mana keinginan berkembang dengan liar, namun kita tetap mencari kebenaran dalam keserakahan. Pertama kali bertemu, dia membawaku pulang. Awalnya, kami saling tidak suka. Namun kemudian, kunci rumahnya ada di sakuku, dan dia mulai memanggilku Tuan Pelangi.
Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

436 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lorraine Whitcombe
Dia, bocah pelayan termiskin di rumah bordil, adalah anak bungsu dari pangeran paling berkuasa. Hanya dia yang bisa memerintah di dalam rumah bordil besar itu. Hanya dia yang bisa melarikan diri lebih cepat dari kelinci setelah dipukuli. Hanya dia yang bisa membuat kakaknya yang terkenal di seluruh negeri marah sampai mulutnya berbusa.

"Mas, bukannya kamu bisu ya?"

"......"

"Mas, kamu mau jadi kaisar ya?"

"......"

"Mas......"

"Aku bukan kakakmu."

"Aku tahu. Teh putih, kebahagiaan yang tenang tanpa hal lain, aku menunggu angin dan juga menunggumu."
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

789 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sujiman
Orang yang paling kucintai—Handi, hakim termuda sepanjang sejarah, justru menjadi orang yang menjebloskanku ke penjara.
Selama tiga tahun itu, seluruh harga diriku terkikis habis.
Setelah bebas, keadaan keluarganya sudah porak-poranda. Tanpa tempat tinggal, aku terpaksa menjadi seorang hostes kelab malam yang hina.
Takdir mempertemukan aku dan Handi lagi.
Dia memandangi rok miniku yang mengumbar dengan tatapan dingin, meremas erat pinggangku, dan berkata dengan suara bergetar penuh amarah, “Aisyah, siapa yang mengizinkanmu bekerja di tempat seperti ini?”
Aku menyunggingkan senyum menggoda, merayunya. “Tuan, mau beli sebotol anggur? Dan… malam ini aku sepenuhnya milik Tuan.”
Dokter Tampan dan Janda Cantik

Dokter Tampan dan Janda Cantik

226 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ethan Lens
Di Desa Nanshi, semua pria pergi merantau untuk bekerja, sehingga yang tersisa di desa hanyalah para lelaki tua, lemah, sakit, dan cacat, kecuali tabib desa, Li Dabo. Para janda, istri muda, bahkan bibi-bibi yang tidak ada kerjaan suka mampir ke kliniknya...
Pangeran Mafia

Pangeran Mafia

646 Dilihat · Sedang Berlangsung · Mijaly Author
Ia meraih celana pendekku dan melucutinya secepat kilat. Sekarang aku terbaring telanjang, dan aku sempat ragu sedetik—ada sesuatu di dalam kepalaku yang menyuruhku menghentikan ini.

Begitu semua pakaianku lepas, ia tak buru-buru. Ia menatap tubuhku lama, seolah sedang menikmati tiap inci. Wajahnya dipenuhi sesuatu yang sulit kubedakan: nafsu atau amarah. Tapi aku melihatnya jelas—lapar.

Di saat yang sama, satu tangannya meremas dan mencubit putingku, membuat napasku tercekat. Tangannya yang lain meluncur ke bokongku, menarikku lebih rapat. Tubuhku terasa terbakar, dan di antara kedua pahaku muncul rasa yang menuntut digesek sekarang juga. Tanpa sadar aku menggosokkan diri padanya, mencari gesekan yang kupikir bisa meredakan panas yang merayap liar di kulitku.

Bella dibesarkan di rumah keluarga Don—keluarga yang mengatur segala urusan dunia gelap di kota itu. Ia tumbuh di antara dua putra sang Don, Cyrus dan Cullen. Di mata orang-orang, Bella adalah putri kecil komunitas mereka, nyaris seperti adik kandung bagi dua bersaudara itu.

Sejak kecil, Bella diam-diam menyukai Cyrus. Namun Cyrus tak pernah benar-benar menanggapi perasaannya. Cullen, sebaliknya, selalu jadi sahabat terdekat Bella—tempat ia tertawa, mengadu, dan merasa aman. Hanya saja ada satu rahasia yang Cullen simpan rapat-rapat: ia juga mencintai Bella, lebih dari sekadar sahabat.

Semuanya berubah sejak satu malam yang seharusnya tak pernah terjadi.

Bella mabuk dan tidur dengan Cyrus.

Namun Cullen menipu Bella, membuatnya percaya bahwa dialah yang bersama Bella malam itu.

Bertahun setelahnya, Bella justru menikah dengan Cyrus, sambil menyimpan “rahasia gelap” kecil di dalam hatinya—rahasia yang ia kira akan aman selamanya.

Saat semuanya akhirnya terbongkar, ke mana arah hubungan mereka bertiga?
Ratu Para Serigala

Ratu Para Serigala

677 Dilihat · Sedang Berlangsung · unknown author
Cinta itu perasaan yang suci. Campuran antara percaya dan keyakinan, yang bisa dirasakan semua makhluk. Tapi bagaimana kalau orang yang paling kamu cintai justru menikammu dari belakang?

Amara Dale dikenal sebagai prajurit perempuan terbaik di klannya. Di medan laga, tak ada yang meragukan ketegasan dan keberaniannya. Namun keberanian tidak membuatnya kebal terhadap satu hal yang selalu ditakuti para serigala betina: menjadi yang ditolak saat Bulan Kawin.

Ketika pasangan takdirnya menampiknya, Amara ikut jatuh ke lubang yang sama—pengkhianatan yang rasanya seperti merobek dada, siksaan yang membuat napasnya sendiri terasa tajam. Ia menyaksikan sendiri bagaimana para betina lain yang ditolak kehilangan cahaya di mata mereka. Dan kini, giliran Amara meraba-raba gelap itu.

Butuh waktu lama baginya untuk menerima penolakan itu sebagai kenyataan. Hari-hari berlalu dengan rasa sakit yang menempel di kulit seperti bau darah yang tak mau hilang. Ia belajar berjalan tanpa sandaran, belajar tersenyum tanpa benar-benar merasa utuh. Ia bertahan, karena itulah yang dilakukan prajurit.

Sampai suatu hari, Dewan Kebangsawanan menurunkan titah yang mengubah arah hidupnya.

Amara ditugaskan menjadi pelindung Damien Hilton—Raja Alfa.

Tak ada yang lebih berat daripada menjaga seseorang yang hidupnya menjadi tumpuan begitu banyak klan. Dan tak ada yang lebih asing bagi Amara daripada berada begitu dekat dengan kekuasaan yang selama ini hanya ia dengar lewat bisik-bisik: sang pemimpin para pemimpin, serigala yang namanya disebut dengan hormat dan takut.

Amara sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa tugas itu akan menyeretnya pada takdir kedua.

Ia tak pernah menduga akan bertemu pasangan keduanya—dan ternyata sosok itu adalah pemimpin yang harus ia lindungi. Dalam mimpi paling liarnya, Amara tak pernah melihat dirinya berdiri sebagai Luna sang Raja Alfa.

Lalu, apa yang menantinya ketika ia harus melangkah bukan lagi sebagai prajurit… melainkan sebagai Ratu para Serigala?
Luna yang Ditolak

Luna yang Ditolak

995 Dilihat · Sedang Berlangsung · Author Emma
Ketika kita masih muda, kita diajarkan bahwa pasangan seharusnya merawatmu, mencintaimu, mendukungmu, ada untukmu saat kamu membutuhkannya, dan masih banyak lagi. Aku pikir ketika aku menemukan pasanganku, dia akan menginginkanku sebagai miliknya. Tapi semua yang aku pelajari tentang pasangan hancur berantakan ketika aku bertemu dengan pasanganku.

"Kamu tidak cocok menjadi Luna masa depanku," dia menggeram padaku. Aku mundur ke dinding, berusaha keras agar air mata tidak jatuh.

"Aku, Terry Moore, menolakmu, Sophia Moretti, sebagai pasanganku dan Luna masa depanku," katanya, setiap kata menusuk hatiku.
Pemuas Dalam Penjara

Pemuas Dalam Penjara

338 Dilihat · Sedang Berlangsung · Author Pikachu
Jackson Williams adalah seorang tahanan yang memiliki wewenang di dalam penjara. ia dikenal sebagai iblis karena sifat kejam dan psikopat.
Meliza Gracia harus mendekam di dalam penjara karena telah membunuh suaminya demi melindungi diri. Ia menyerahkan diri setelah membunuh pria yang telah menjadi suaminya selama dua tahun.
Jackson tertarik pada Meliza saat pertama melihat wanita itu, Meliza harus menjadi teman ranjangnya saat di dalam penjara.
Bagaimana dengan kisah mereka selanjutnya?
Miliki Aku Ayah Miliarderku

Miliki Aku Ayah Miliarderku

255 Dilihat · Sedang Berlangsung · Author Taco Mia
PERINGATAN: Koleksi ini terdiri dari cerita pendek

PENGANTAR SATU

"Berlutut, Ava." Dia memerintah dengan nada yang membuat bulu kudukku merinding.
"Aku ingin kamu klimaks di wajahku, Josh."
"Aku tidak hanya akan klimaks di wajahmu, sayang. Aku akan klimaks di dalam dirimu dan mengklaim rahim perawanmu sebagai milikku setelah mengklaim keperawananmu."


Ava adalah seorang gadis muda yang jatuh cinta gila-gilaan dengan sahabat kakaknya, yang dua belas tahun lebih tua darinya tetapi menginginkan semua yang bisa dia tawarkan. Ava telah menyimpan dirinya untuknya, tetapi apa yang terjadi ketika dia menemukan rahasia terbesar Josh?
Apakah dia akan berjuang untuk cinta mereka atau akan pergi?

PENGANTAR DUA

"Aku suka kontolmu," kataku sambil mulai melompat lebih keras di atasnya. Aku siap untuk klimaks lagi dan aku siap membuatnya klimaks lagi.

"Aku suka vaginamu. Dan pantatmu," katanya sambil memasukkan jarinya ke pantatku.

"Oh Tuhan!" Aku berteriak. Ini sangat cabul dan sangat panas. "Klimaks untukku, sayang," katanya.


Ashley selalu tertarik pada ayah temannya, Pak Mancini, yang berasal dari Italia dan pria tampan untuk usianya. Tapi dia tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya kepada siapa pun, bahkan kepada temannya. Ketika kesempatan muncul saat Pak Mancini menawarkan untuk membayar biaya kuliahnya, Ashley tidak bisa menahan diri dan mengungkapkan fantasi terdalamnya kepadanya. Tapi sesuatu terjadi, dan itu akan membawa banyak kekacauan ke hatinya yang rapuh.

PENGANTAR TIGA

Dia bergumam, "Sayang, sayang, sayang," berulang kali. Tapi kemudian, "Aku tidak percaya aku begitu bodoh."

Aku terkejut, membuka mataku dan menarik diri untuk melihatnya. "Sayang?"

Dia mengakui, "Sadie, aku sangat menginginkanmu, selama bertahun-tahun. Aku terjaga di malam hari, memikirkan bagaimana rasanya bersamamu. Tapi aku tidak pernah bermimpi tentang ini!"


Menunggu liburan musim panas saat dia berusia 18 tahun adalah penantian terpanjang yang pernah dialami Sadie dalam hidupnya. Ini karena, dia akhirnya akan mendapatkan kesempatan untuk sendirian dengan ayah sahabatnya, Miguel, dan itu akan membuat semua mimpinya menjadi kenyataan.
Selama liburan mereka, mantan istri Miguel, yang masih mencintainya, membuat Sadie terkejut. Apakah dia akan bisa bertahan?
Tiga Ayahku adalah Saudara

Tiga Ayahku adalah Saudara

798 Dilihat · Sedang Berlangsung · Libby Lizzie Loo Author
Serena sedang mencari satu malam bersama seorang Daddy Dom dan dia menemukan pria yang sempurna di sebuah klub seks. Daddy itu juga merasa telah menemukan kesempurnaan dan bergegas mencarinya setelah dia melarikan diri. Apa yang akan Serena lakukan ketika dia mengetahui bahwa Daddy ingin berbagi dirinya dengan teman-temannya? Apakah dia akan mundur atau justru terjun langsung?
Obsesi Gelap

Obsesi Gelap

278 Dilihat · Sedang Berlangsung · Kerry Kennedy Author kennedy
Lucky belum siap menikah, dan sama sekali tidak tertarik dengan perjodohan yang disodorkan kepadanya—terlebih dengan seorang Don mafia bernama Nico Santangelo. Tapi Nico sudah memasang “kontrak” atas nyawa ayah Lucky: terima pernikahan itu, atau ayahnya akan mati.

Nico adalah tipe laki-laki yang selalu mendapatkan apa yang ia mau. Tak ada yang boleh berdiri di jalannya. Hartanya melampaui siapa pun, dan pengaruhnya lebih besar daripada Don mana pun yang pernah berkuasa. Ia menguasai dunia gelap New York, dan aliansi antara keluarganya dan keluarga mafia Lucky akan membuatnya menjadi Raja New York.

Masalahnya, Nico sama sekali tidak peduli punya istri—apalagi Lucky. Namun ia butuh perempuan itu, dan kenyataan bahwa ini satu-satunya jalan untuk menjadi Raja New York menggerogotinya dari dalam. Jadi ia akan melakukan apa pun yang perlu dilakukan, sejauh apa pun kekuasaannya bisa menjangkau—meski itu berarti berdiri di sisi musuh, dan mengikat diri pada seorang perempuan yang bukan “orang mereka”.

Lucky keras kepala. Tajam. Berani. Bukan merpati jinak yang bisa ia putar dengan senyum dan ancaman. Tapi Nico Santangelo tak pernah gentar menghadapi tantangan. Ia akan membuat Lucky tunduk, membuatnya makan dari telapak tangannya, kalau itu hal terakhir yang ia lakukan. Lagipula, begitu ia menjadi Raja New York, dan suatu hari ayah Lucky akhirnya mati, ia tak akan butuh perempuan ini lagi.

Atau… mungkinkah hatinya justru jatuh pada perempuan yang gigih, kuat, dan merdeka ini?
GODAAN MANIS: EROTIKA

GODAAN MANIS: EROTIKA

2.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Excel Arthur
PERINGATAN!!!!! BUKU INI MURNI EROTIKA DAN MENGANDUNG KONTEN EKSTRIM YANG SANGAT EKSPLISIT DI HAMPIR SETIAP BAB. RATED 18+ 🔞 INI ADALAH KOMPILASI DARI TIGA CERITA ROMAN EROTIKA TABU DALAM SATU BUKU.

CERITA UTAMA

Marilyn Muriel yang berusia delapan belas tahun terkejut pada suatu musim panas yang indah ketika ibunya membawa seorang pria muda yang tampan dan memperkenalkannya sebagai suami barunya. Sebuah koneksi yang tak terjelaskan langsung terbentuk antara dia dan pria tampan ini, yang diam-diam mulai memberikan berbagai sinyal yang tidak diinginkan kepadanya. Marilyn segera mendapati dirinya terlibat dalam berbagai petualangan seksual yang tak tertahankan dengan pria menawan dan menggoda ini saat ibunya tidak ada. Apa yang akan menjadi nasib atau hasil dari tindakan seperti itu dan apakah ibunya akan pernah mengetahui kejahatan yang terjadi tepat di bawah hidungnya?
1