21 Book(s) Related to how to turn off siri reading texts

Tinggalkanku Di Sini! Sayang

Tinggalkanku Di Sini! Sayang

666 Dilihat · Sedang Berlangsung · PageProfit Studio
Jangan Anda membantu madu menangkap perzinahan, yang tahu secara tidak sengaja hampir memotong Tintin besar dewa laki-laki!
Setelah seribu tahun kebencian, Fu tujuh tujuh harus menandatangani perjanjian yang tidak setara dengan dewa laki-laki, isi perjanjian - jika tidak, Miss Fu tujuh tujuh akan bertanggung jawab penuh!
Suatu hari, Ho Yun-shen akhirnya tidak bisa menahan diri dan menekan Fu tujuh atau tujuh di tikungan.
Fu: "Anda, Anda, apa yang akan Anda lakukan?" "
Ho Yun-shen: "Apakah Anda lupa isi perjanjian?" Aku tertinggal, kau bertanggung jawab padaku. "
Fu tujuh menatap mata besar: Anda tidak akan benar-benar tidak mengangkatnya ...
Ho Yun senyum dalam, tidak ada penyangkalan.
Hati seorang wanita menderu, Anda tidak mengangkat tidak datang kepada saya ah, kasihan anak muda saya akan tetap hidup.
Seorang pria kulit hitam perut menatap wajah wanita kecil itu dengan putih, akhirnya mengungkapkan senyum yang sukses: "Yakinlah, saya akan membiarkan Anda 'beruntung' berkat." "
Tuan Mitchell cemburu

Tuan Mitchell cemburu

216 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leslie
Ava Anderson hanya memiliki satu orang di hatinya, yaitu Alexander Mitchell. Di tahun kedua pernikahan mereka, Ava hamil. Kebahagiaannya tak terhingga. Namun sebelum dia bisa berbagi kabar gembira itu dengan suaminya, Alexander malah memberinya surat cerai, ingin menikahi cinta pertamanya. Ava tidak mau menjadi badut dalam kisah cinta orang lain. Tanpa banyak drama, dia berbalik dan pergi. Bertahun-tahun kemudian, namanya ada di mana-mana.

Entah kenapa, Mitchell merasa gelisah. Dia mulai merindukannya, dan hatinya terasa sakit saat melihat Ava tertawa dengan pria lain. Di gereja, dia mengacaukan pernikahan Ava dan jatuh berlutut. Dengan mata merah, dia memohon, "Ava, bisakah kita kembali seperti dulu? Hatiku cemburu sekali!"
Dewa Medis Turun Gunung

Dewa Medis Turun Gunung

440 Dilihat · Sedang Berlangsung · Hazel Brooks
Pewaris Tian Dao Yi Men dari Gunung Long Hu, Yang Hao, turun gunung atas perintah gurunya untuk mengobati orang sakit. Dengan kondisi bawaan lahir yang langka, ia memulai karirnya sebagai dokter magang di rumah sakit. Berbekal keterampilan medis dan kemampuan ramalannya, ia perlahan-lahan mengumpulkan pahala dan mencapai puncak hidupnya. Dia dengan tegas mengalahkan anak-anak kaya yang sombong dan menikmati kehidupan dengan wanita-wanita cantik yang luar biasa.
Tuan Walker, Bos Pelindungku

Tuan Walker, Bos Pelindungku

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline moraes
Emily Harsa, mahasiswi Administrasi Bisnis yang keras kepala dan nggak mau kalah sama keadaan, merasa hidupnya akhirnya kasih celah ketika sahabatnya, Ema, berhasil nyelipin namanya buat magang di salah satu perusahaan paling berpengaruh dan disegani di Jakarta.

Emily datang di hari pertama dengan kemeja putih yang disetrika rapi, map berisi berkas, dan jantung yang berdebar campur antara gugup dan nekat. Kantor itu dingin, wangi kopi dan pendingin ruangan, lantainya mengilap, orang-orang berjalan cepat seolah semua punya arah yang lebih penting daripada dirinya.

Ema menyambutnya di lobi, wajahnya sumringah, rambutnya diikat asal.

“Lo beneran datang,” bisik Ema, nyenggol lengannya.

“Ya iyalah. Gue udah mau lulus, Ma. Ini kesempatan gue,” jawab Emily, berusaha terdengar santai padahal telapak tangannya basah.

Ema menuntunnya melewati pintu kaca menuju lantai atas, memperkenalkan dia pada beberapa orang HR, memberi tahu aturan-aturan dasar yang terdengar seperti mantra wajib: jangan telat, jangan banyak tanya di rapat, catat semua, dan satu hal yang diulang dua kali.

“Yang paling penting,” Ema menatapnya serius, “jangan bikin masalah sama Pak Noah.”

Emily mengernyit. “Siapa Pak Noah?”

Ema menarik napas, seolah menyebut nama itu saja bisa memanggil badai.

“Noah Wicaksana. CEO-nya. Umurnya tiga puluh empat. Dingin. Galak. Paling nggak suka orang lemot. Kalau dia udah ngomong, semua orang diam.”

Emily menelan ludah. “Oke.”

Namun semua peringatan itu ternyata nggak cukup mempersiapkan dirinya.

Pertama kali Emily melihat Noah Wicaksana bukan saat dikenalkan resmi, bukan di ruang rapat, tapi di koridor yang panjang, di antara pintu-pintu kaca buram dan suara langkah sepatu yang tajam. Ia berjalan sendirian, setelan jasnya jatuh pas di badan, wajahnya tegas, mata gelapnya seperti bisa menilai orang dalam sekali pandang.

Orang-orang yang dilewatinya otomatis menepi, menunduk, atau buru-buru menutup percakapan.

Noah berhenti tepat di depan Emily—seolah ia sengaja memilihnya dari keramaian. Tatapannya turun ke ID card magang yang masih menggantung kaku di leher Emily.

“Anak baru?” suaranya datar, rendah, tanpa basa-basi.

Emily berusaha tersenyum. “Iya, Pak. Saya Emily. Baru mulai hari ini.”

Noah mengangguk tipis, nyaris bukan anggukan.

“Jangan bikin saya buang waktu,” ucapnya, lalu berjalan lagi.

Kalimat itu menempel di kepala Emily lebih lama daripada yang seharusnya. Bukan cuma karena dinginnya, tapi karena cara Noah menatapnya—seperti ada sesuatu yang dia catat, sesuatu yang Emily sendiri belum paham.

Hari-hari pertama berjalan cepat. Emily mengerjakan tugas-tugas yang diberi Ema dan tim administrasi: merapikan data, menyusun laporan, menyiapkan bahan rapat, hal-hal yang terasa remeh tapi menuntut ketelitian. Ia belajar membaca ritme kantor itu: jam delapan orang sudah menyalakan laptop, jam sepuluh rapat-rapat kecil dimulai, jam makan siang cepat, dan sore menjelang malam masih banyak lampu yang menyala.

Sampai suatu siang, telepon meja Ema berdering. Ema mengangkat, mendengarkan, lalu matanya membesar sebelum menutup sambungan.

“Kenapa?” tanya Emily.

Ema menelan ludah. “Pak Noah minta lo.”

Emily tertawa kecil, refleks menolak kenyataan. “Bercanda, ya?”

Ema menggeleng. “Serius. Dia bilang, ‘Suruh anak magang yang baru itu ke ruangan saya. Sekarang.’”

Sekarang.

Emily berdiri, merapikan bajunya lagi, dan melangkah menuju lantai eksekutif dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Lorongnya lebih sunyi, karpetnya lebih tebal, dan pintu ruang CEO berdiri seperti batas yang seharusnya tidak dilewati sembarangan.

Sekretarisnya mempersilakan masuk.

Di dalam, Noah duduk di balik meja besar, layar laptop menyala, beberapa berkas terbuka. Ia bahkan tidak langsung menatap Emily.

“Duduk,” katanya singkat.

Emily duduk di kursi depan meja, punggungnya tegak, berusaha tidak terlihat terlalu kecil.

Noah akhirnya mengangkat kepala. “Saya baca ringkasan laporan yang kamu susun tadi pagi.”

Emily menahan napas. “Ada yang salah, Pak?”

“Salah tidak,” jawab Noah. “Tapi bisa lebih rapi. Dan kamu cepat.”

Itu bukan pujian, tapi terasa seperti pintu yang sedikit terbuka.

“Saya butuh kamu bantu saya untuk beberapa hal. Mulai hari ini, beberapa tugasmu akan langsung dari saya.”

Emily tertegun. “Saya… anak magang, Pak.”

“Justru,” kata Noah, suaranya tetap datar. “Saya butuh orang yang nggak banyak drama dan bisa kerja. Kamu bisa?”

Emily mengangguk, meski tenggorokannya kering. “Saya bisa, Pak.”

Noah menyandarkan badan, menatapnya lebih lama.

“Bagus. Jangan bikin saya menyesal.”

Sejak hari itu, nama Emily mulai lebih sering disebut dalam pesan singkat sekretaris, dalam instruksi tiba-tiba, dalam permintaan rapat dadakan. Ia dipanggil ke ruangan CEO untuk merapikan materi presentasi, mengecek angka, menyiapkan catatan ringkas yang harus selesai sebelum malam.

Semakin sering mereka bertemu, semakin jelas bahwa dingin Noah bukan sekadar gaya. Ia tegas sampai ke detail yang melelahkan, suaranya nyaris tidak pernah naik, tapi setiap kata punya bobot yang membuat orang ingin patuh. Ia jarang tersenyum, jarang menyebut “tolong”, namun tidak pernah berbicara tanpa tujuan.

Emily mencoba melihatnya sebagai atasan—hanya atasan.

Tapi ada sesuatu yang sulit diabaikan: tatapan Noah yang sering tertahan sedikit lebih lama, keheningan di antara perintah dan jawaban, ruang kosong yang seolah dipenuhi sesuatu yang tidak bisa disebut.

Di luar kantor, Emily sering pulang larut. Ema menunggunya di pantry, menatapnya dengan campuran iri dan khawatir.

“Dia ngapain sih sama lo?” tanya Ema suatu malam.

Emily menyandarkan kepala ke lemari, lelah. “Kerja. Ya kerja.”

“Kerja kok tiap hari dipanggil terus. Hati-hati, Mil.”

Emily ingin menertawakan itu. Tapi justru karena ia tahu Ema tidak suka mengada-ada, kata-kata itu menancap.

Ada hari ketika Noah menegurnya karena salah memasukkan satu angka kecil. Emily merasa wajahnya panas, malu bercampur kesal. Namun setelah semua orang keluar dari ruangan rapat, Noah memanggilnya lagi.

“Kamu takut sama saya?” tanya Noah tiba-tiba.

Emily menatapnya, bingung. “Saya… menghormati Bapak.”

Noah menghela napas pelan, seolah jawaban itu tidak memuaskannya. “Kalau kamu mau bertahan di sini, jangan cuma mengandalkan takut. Pahami apa yang kamu kerjakan.”

Emily mengangguk, tapi mata Noah seperti menyimpan sesuatu—kelelahan yang disembunyikan, tekanan yang tidak pernah diceritakan, kesepian yang dibungkus disiplin.

Untuk pertama kalinya, Emily melihat celah di balik dinding itu. Dan celah itu membuatnya semakin sulit menjaga jarak.

Hari-hari bergulir, dan ketegangan yang awalnya cuma seperti listrik kecil berubah menjadi sesuatu yang mengganggu: muncul di cara Emily memperhatikan langkah Noah dari kejauhan, di cara ia menahan napas ketika Noah berdiri terlalu dekat untuk menunjukkan satu poin di layar, di cara Noah mengucapkan namanya tanpa nada, tapi tetap terdengar seperti panggilan.

Hubungan mereka masih profesional di permukaan. Tidak ada sentuhan, tidak ada kalimat manis. Tapi ada rahasia yang tumbuh di sela-sela kalimat singkat, dalam tatapan yang tidak selesai, dalam keinginan yang sama-sama ditahan sampai menjadi beban.

Dan ketika suatu malam Noah memintanya tinggal lebih lama—hanya mereka berdua di ruangan besar yang sunyi, lampu kota berkelap-kelip di balik jendela—Emily sadar ada batas yang semakin tipis.

Noah berdiri di dekat jendela, dasinya sudah dilepas, lengan kemejanya digulung. Wajahnya tampak lebih manusiawi tanpa formalitas itu, tapi justru lebih berbahaya.

“Kamu capek?” tanya Noah tanpa menoleh.

“Sedikit, Pak,” jawab Emily jujur.

Noah tertawa kecil, pendek, suara yang jarang keluar dari dirinya. “Kamu selalu sopan. Bahkan saat kamu ingin kabur.”

Emily terdiam. Kata-kata itu terlalu tepat.

Noah menoleh, kali ini menatapnya langsung. “Emily… kamu harus paham. Di kantor ini ada aturan. Ada batas.”

Emily merasa dadanya sesak. “Saya tahu.”

“Tapi kadang,” lanjut Noah, suaranya lebih rendah, lebih pelan, “orang tetap melewati batas itu.”

Keheningan turun seperti kain tebal. Emily bisa mendengar detak jam dinding, suara napasnya sendiri, dan sesuatu yang terasa terlalu jujur di mata Noah.

Perasaan yang selama ini disembunyikan—ditutup dengan tugas, dengan disiplin, dengan kalimat-kalimat singkat—mulai muncul ke permukaan. Dan ketika itu terjadi, tak ada lagi tempat aman untuk berpura-pura.

Di titik itu, mereka dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tajam: patuh pada aturan yang menjaga semuanya tetap rapi, atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa mengubah hidup mereka selamanya.
Tuan Muda Berpakaian Merah

Tuan Muda Berpakaian Merah

384 Dilihat · Sedang Berlangsung · Evelyn Blackwood
Usia sebelas tahun, dia menyembunyikan riasan merah untuk adiknya, seorang pemuda lemah, dengan sebilah pedang panjang, menjaga perbatasan utara. Usia tujuh belas tahun, dia mengikuti pangeran dalam berbagai pertempuran, menembus rintangan, sebagai putra sulung keluarga Tang, penerus setia. Usia dua puluh tahun, hadiah ulang tahunnya adalah dekrit dari kaisar: keluarga Tang dari kantor perdana menteri, menipu kaisar dan seluruh keluarga ditangkap. Dia menyerahkan pedang tajamnya, menyerahkan perbatasan utara, menyerahkan Da Zhao, menyerahkan semua yang dia anggap terbaik, yang seharusnya milik raja. Tapi Tang Qian tidak tahu, pangeran yang dulunya keras kepala dan manja menjadi dewasa dan bijaksana, setelah kaisar mendapatkan seluruh negeri, mengapa dia mencabut kekuasaan militer Tang Qian, lalu menekan terus-menerus, hampir menempatkan keluarga Tang dalam situasi tanpa harapan. Tang Qian berpikir itu karena kaisar takut akan kekuasaannya yang terlalu besar, mengulangi nasib Raja Zhenling di masa lalu. Dia berhati-hati dalam setiap langkah, melepaskan kekuasaan, mundur dari istana, Tang Qian hampir menjadi orang biasa, tetapi tetap tidak bisa menghindari malapetaka keluarga Tang. Setelah berlutut menerima dekrit itu, dia baru sadar, cara kaisar hanya untuk memaksa Tang Qian menyerahkan dirinya sendiri.

Semua orang mengatakan bahwa keluarga Tang dari Marquis Changning mendukung kaisar baru naik takhta, dihormati di Da Zhao, sangat mulia. Tapi orang-orang di sekitar Pangeran Ketujuh tahu, hati kaisar bisa memaafkan mantan musuh politik yang berpindah pihak, tapi tidak bisa mentolerir Tang Qian melihat orang lain. Kekerasan pangeran terhadap Marquis Changning membuat semua orang tidak bisa memahami. Cantik alami, namun terjebak dalam bencana keluarga, tidak pernah memakai gaun sehari pun; namun hari ini, dengan gaun panjang merah menyala, menyilaukan mata semua orang, hanya berlutut di depannya dengan rendah hati, hanya untuk mendengar satu kalimat, "Mau bebaskan keluarga Tang? Maka hibur aku, Tang Qian, dengan cara seorang wanita."
Dipinang oleh Para Alpha (Koleksi Seri)

Dipinang oleh Para Alpha (Koleksi Seri)

244 Dilihat · Sedang Berlangsung · Suzi de beer
"Kami akan mengirim kamu pergi untuk sementara waktu," kata Devon.

Rasa sakit menusuk hatiku. Mereka tidak menginginkanku di sini lagi.

Apakah ini cara dia mengatakan bahwa dia tidak menginginkan bayi ini? Apakah dia terlalu takut untuk mengatakannya langsung padaku?

Aku menegang ketika David melangkah mendekat dari belakang dan melingkarkan lengannya di pinggangku.

"Kami tidak ingin melakukan ini, tapi kami tidak punya pilihan lain sekarang," kata David dengan lembut.

"Aku bisa tinggal dengan kalian," bisikku, tapi dia sudah menggelengkan kepalanya.

"Kamu hamil, Val. Seseorang bisa saja memasukkan sesuatu ke dalam makanan atau minumanmu dan kami tidak akan menyadarinya. Kamu harus sejauh mungkin dari sini sementara kami menyelesaikan ini."

"Jadi kalian mengirimku pergi untuk tinggal dengan orang asing? Apa yang membuat mereka bisa dipercaya? Siapa—"


Aku adalah manusia yang lahir di dunia Lycan.

Ibuku meninggal saat melahirkanku, dan ayahku segera setelah itu dalam pertempuran. Satu-satunya keluarga yang kumiliki adalah bibiku yang terpaksa harus merawatku. Di dunia Lycan ini, aku tidak diterima. Bibiku mencoba membuang beban ini, yaitu aku. Akhirnya dia menemukan sebuah kawanan yang mau menerimaku.

Sebuah kawanan yang dipimpin oleh dua Alpha—kawanan terbesar yang dikenal oleh para Lycan. Aku mengira mereka juga akan menolakku, tapi ternyata hal yang tak terduga terjadi. Ternyata mereka menginginkanku sebagai pasangan mereka. Tapi apakah aku bisa menghadapi dua Alpha?

CATATAN: Ini adalah koleksi seri oleh Suzi de Beer. Ini termasuk Mated to Alphas dan Mated to Brothers, dan akan mencakup sisa seri di masa depan. Buku-buku terpisah dari seri ini tersedia di halaman penulis. :)
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

1.3k Dilihat · Sedang Berlangsung · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

Tuan Pemilikku, Sang Tawanan Cinta

789 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sujiman
Orang yang paling kucintai—Handi, hakim termuda sepanjang sejarah, justru menjadi orang yang menjebloskanku ke penjara.
Selama tiga tahun itu, seluruh harga diriku terkikis habis.
Setelah bebas, keadaan keluarganya sudah porak-poranda. Tanpa tempat tinggal, aku terpaksa menjadi seorang hostes kelab malam yang hina.
Takdir mempertemukan aku dan Handi lagi.
Dia memandangi rok miniku yang mengumbar dengan tatapan dingin, meremas erat pinggangku, dan berkata dengan suara bergetar penuh amarah, “Aisyah, siapa yang mengizinkanmu bekerja di tempat seperti ini?”
Aku menyunggingkan senyum menggoda, merayunya. “Tuan, mau beli sebotol anggur? Dan… malam ini aku sepenuhnya milik Tuan.”
Seri Cinta dan Benci Buku 1-5

Seri Cinta dan Benci Buku 1-5

210 Dilihat · Sedang Berlangsung · Joanna Mazurkiewicz
Semua Tentang Kamu (Seri Cinta & Benci #1)

Aku mulai membenci Oliver setelah kematian kakaknya, Christian. Aku menyeretnya ke jalan penghinaan dan rasa sakit untuk mencoba mengatasi apa yang telah dilakukan kakaknya padaku.
Beberapa bulan setelah kepergian Christian, Oliver meninggalkan kota, dan selama dua tahun berikutnya, dia absen dari hidupku. Setan-setan dalam diriku kembali merajalela, dan aku harus belajar hidup dengan rahasia yang telah menghancurkanku.
Sekarang aku memulai hidup baru, jauh dari Gargle dan jauh dari masa laluku, tapi semuanya hancur ketika aku melihat Oliver di hari pertama di universitas. Jelas banyak hal yang telah berubah sejak kami berpisah. Sekarang dia adalah kapten tim rugby dan cowok paling populer di kampus.
Kemudian dia membuat taruhan dan memberiku ultimatum: aku harus meninggalkan Braxton selamanya dan memulai di tempat lain, atau aku tetap tinggal dan bermain dalam permainannya... karena dia tidak pernah melupakan bahwa akulah yang menghancurkan hidupnya dua tahun lalu.
Tuan Rumah Wanita yang Memesona

Tuan Rumah Wanita yang Memesona

996 Dilihat · Sedang Berlangsung · Eldrin Blackthorn
Kita semua hidup di masa di mana keinginan berkembang dengan liar, namun kita tetap mencari kebenaran dalam keserakahan. Pertama kali bertemu, dia membawaku pulang. Awalnya, kami saling tidak suka. Namun kemudian, kunci rumahnya ada di sakuku, dan dia mulai memanggilku Tuan Pelangi.
Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

Tuan Muda, Pangeran adalah Pelayan

438 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lorraine Whitcombe
Dia, bocah pelayan termiskin di rumah bordil, adalah anak bungsu dari pangeran paling berkuasa. Hanya dia yang bisa memerintah di dalam rumah bordil besar itu. Hanya dia yang bisa melarikan diri lebih cepat dari kelinci setelah dipukuli. Hanya dia yang bisa membuat kakaknya yang terkenal di seluruh negeri marah sampai mulutnya berbusa.

"Mas, bukannya kamu bisu ya?"

"......"

"Mas, kamu mau jadi kaisar ya?"

"......"

"Mas......"

"Aku bukan kakakmu."

"Aku tahu. Teh putih, kebahagiaan yang tenang tanpa hal lain, aku menunggu angin dan juga menunggumu."
Seri Alpha yang Tak Diinginkan (Koleksi Lengkap)

Seri Alpha yang Tak Diinginkan (Koleksi Lengkap)

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · K. K. Winter
"Lakukan! Perkosa aku!" Dia berteriak sekuat tenaga, menantang sisi buas dalam dirinya.

Dia tertawa, tulus, keras.
"Kamu nggak tahu apa yang kamu lakukan padaku, kan, sayang?" dia bertanya sambil meraih sabuknya.

"Gerakan menggigit bibir kecilmu itu, yang kamu lakukan setiap kali melihatku - itu membuatku gila.

Getaran yang menjalar di tubuhmu saat aku memukulmu - membuatku sangat terangsang, aku harus menahan diri agar tidak menekan tubuhmu ke dinding dan menyetubuhimu di lorong.

Dan sekarang, aroma tubuhmu, itu benar-benar mengundangku. Aku bisa mencium gairahmu dari jauh, aromanya membuat mulutku berair dan sisi buasku menjadi gila.

Dan tubuhmu - ya ampun Dewi Bulan - tubuhmu itu sungguh ilahi. Tanpa ragu, aku bisa memujanya dan menikmatinya hari demi hari, dan tidak akan pernah bosan."

***Evangeline adalah seorang gadis manusia sederhana, lahir dan dibesarkan di kota yang didominasi oleh shifter. Suatu hari dia ditangkap oleh sekelompok shifter dan hampir diperkosa, tetapi dia diselamatkan oleh seorang pria bertopeng.

Keraguan tentang identitas pria asing itu dan ketakutan terhadap shifter tetap ada di benaknya sampai malam permainan kawin manusia ketika dia ditangkap oleh penyelamatnya. Pria yang tidak pernah melepas topengnya, seorang shifter yang kuat - Eros.

***HARAP DICATAT: Ini adalah koleksi seri lengkap untuk The Unwanted Alpha Series oleh K. K. Winter. Ini termasuk dan . Buku-buku terpisah dari seri ini tersedia di halaman penulis.
Pasangan yang Kembali (Seri Bayangan Berkumpul, Buku I)

Pasangan yang Kembali (Seri Bayangan Berkumpul, Buku I)

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · North Rose 🌹
"Rayne berdiri memandangi bayangannya di cermin. Gaun pesta hijau pucatnya melekat pada lekuk tubuhnya dan meninggalkan sedikit untuk imajinasi. Rambut ikal hitam legamnya disanggul dan disematkan di kepalanya, meninggalkan lehernya terbuka. Malam ini adalah malam di mana sebagian besar serigala yang belum berpasangan dari semua kawanan di Amerika Utara diharapkan menemukan pasangan mereka. Dia yakin mereka semua pasti sangat bersemangat.

Dia tidak.

Dia tidak menginginkan pasangan. Dia tidak membutuhkan pasangan....

...tapi tiba-tiba aroma melati dan vanila tercium dari suatu tempat yang dekat. Itu hanya berarti satu hal. Pasangannya ada di dekatnya..."


Rayne bertemu pasangannya di Pesta Cahaya Bulan saat dia berusia delapan belas tahun, pasangan yang tidak pernah dia inginkan untuk ditemukan, yang tidak pernah dia inginkan dalam hidupnya. Dia muncul entah dari mana. Tindakannya malam itu tanpa disadari membebaskannya. Dia mengambil kebebasan yang diberikan padanya, melarikan diri, dan tidak pernah sekali pun menoleh ke belakang.

Sekarang lima tahun kemudian dia muncul kembali dalam hidupnya setelah menolaknya lima tahun lalu, menuntut agar dia mengambil tempat yang seharusnya di sisinya. Dia meninggalkannya setelah menyebutnya lemah. Tidak mungkin dia akan membiarkannya kembali ke dalam hidupnya seolah-olah dia pantas berada di sana. Rayne tidak pernah menginginkan pasangan, apakah kehadirannya sekarang akan mengubah itu? Tubuh dan jiwanya memohon agar dia mengklaimnya, namun hatinya milik orang lain.

Bisakah pasangannya meyakinkannya untuk memberinya kesempatan? Akankah kekasihnya meyakinkannya untuk tetap bersamanya? Dewi Bulan memasangkannya dengan seseorang yang bukan pilihannya, yang Rayne inginkan hanyalah kesempatan untuk memilih sendiri. Siapa yang akan menang? Rayne atau takdir yang ditetapkan bulan untuknya?

Untuk pembaca dewasa 18+
Peringatan untuk trauma masa lalu yang abusif
Pasangan yang Kembali adalah Buku 1 dalam Seri Bayangan Berkumpul. Buku 2 Penebusannya juga tersedia untuk dibaca sekarang di Anystories.
Pengantin Kejutan Sang Miliarder: Ketika Cinta Turun

Pengantin Kejutan Sang Miliarder: Ketika Cinta Turun

384 Dilihat · Sedang Berlangsung · Henning
Ketika pertama kali bertemu, dia meminta cerai karena salah sangka bahwa dia hanya mengincar kekayaannya. Namun, dia menganggapnya sebagai orang biasa saja, dan pernikahan mereka hanyalah kebetulan belaka.
Satu bulan kemudian, dia bersikeras untuk bercerai, tetapi dia mendapati suaminya menghilang secara misterius, berusaha menghindari perceraian.
Seorang pria tampan yang sangat mirip dengan suaminya muncul di televisi nasional, menangis, "Istriku sempurna dalam segala hal, tapi dia bersikeras ingin bercerai. Apa yang harus aku lakukan?"
Dinikahi demi Kaya, Mantan Jadi Gila

Dinikahi demi Kaya, Mantan Jadi Gila

728 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sari
Kecelakaan mobil membuatku koma. Saat tersadar, semuanya sudah berubah—tunanganku ternyata jatuh cinta pada wanita lain...

Aku tak punya pilihan selain menerima semua ini. Aku pun berpaling dan menikahi seorang CEO konglomerat triliunan. Saat mantanku mengetahuinya... DIA MENJADI GILA!
Nikah Kejutan: Suamiku Misterius & Milyarder

Nikah Kejutan: Suamiku Misterius & Milyarder

711 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sari
Di ambil hari yang seharusnya paling bahagia dalam hidupnya, dia malah terbaring di meja operasi, dikhianati oleh pria yang seharusnya dinikahinya.

Rencana jahat tunangannya adalah memanfaatkannya untuk pengambilan organ ilegal. Saat harapan hampir padam, seorang pria misterius tiba-tiba menerobos masuk ke ruang operasi dan menyelamatkannya dari takdir mengerikan itu.

Selama pemulihannya dan saat mengungkap kebenaran pengkhianatan itu, dia harus berjalan di dunia yang penuh bahaya dan tipu daya. Dengan ditemani sang penyelamat, dia memulai perjalanan untuk bertahan hidup dan menuntut keadilan—bertekad meruntuhkan pria yang mengkhianatinya dan membongkar rahasia yang hampir merenggut nyawanya.
Sekretaris CEO

Sekretaris CEO

995 Dilihat · Sedang Berlangsung · Siti Nadia
[WARNING 21+ Novel ini mengandung konten dewasa] Haley tertekan lahir batin karena harus menjadi sekretaris Justin Christopher Lawrence, CEO super sibuk yang berwatak dingin, galak, dan sangat tegas. Karena diberi gaji yang besar, Haley pun tidak mau mundur dan tetap bekerja untuk lelaki beranak satu itu. Tak hanya mengurusi jadwal pekerjaan Justin, Haley juga harus mengurus jadwal kegiatan Lily, putri tunggal Justin yang masih berusia lima tahun. Lily yang selama ini ditinggal pergi oleh ibunya yang selingkuh dengan pria lain, akhirnya menjadi sangat dekat dengan Haley. Hingga suatu hari, tiba-tiba Justin memanggil Haley untuk berkata, “Menikahlah denganku. Aku ingin kau menjadi istriku dan menjadi ibu dari anakku."
Sakit Hamil Sang CEO

Sakit Hamil Sang CEO

717 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sari
Tiga tahun lalu, kecelakaan mobil menjerumuskannya ke dalam koma. Sang cinta pertama pergi tanpa ragu, melanjutkan studi. Siti Aisyah, yang terbebani merawat ibunya yang sakit, terpaksa dinikahkan dengan sang pria koma oleh neneknya demi warisan.

Saat pria itu akhirnya tersadar, satu malam yang berapi-api membuat Siti hamil. Anehnya, dia mulai merasakan mual pagi hari dan segala keluhan kehamilan yang dialami Siti, seolah-olah tubuhnya ikut mengandung!

Penderitaan bersama itu tak meluluhkan hatinya. Begitu cinta pertama kembali, dia langsung menuntut cerai. Namun, Siti tak patah semangat. Sambil mengandung anaknya, dia mengejar mimpi lamanya menjadi pelukis.

Yang tak dia duga, surat wasiat sang nenek menyimpan kejutan: semua harta warisan yang disiapkan untuk sang cucu, akan diwariskan kepada Siti dan anak dalam kandungannya...
1