16 Book(s) Related to herschel walker cow story

Tuan Walker, Bos Pelindungku

Tuan Walker, Bos Pelindungku

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline moraes
Emily Harsa, mahasiswi Administrasi Bisnis yang keras kepala dan nggak mau kalah sama keadaan, merasa hidupnya akhirnya kasih celah ketika sahabatnya, Ema, berhasil nyelipin namanya buat magang di salah satu perusahaan paling berpengaruh dan disegani di Jakarta.

Emily datang di hari pertama dengan kemeja putih yang disetrika rapi, map berisi berkas, dan jantung yang berdebar campur antara gugup dan nekat. Kantor itu dingin, wangi kopi dan pendingin ruangan, lantainya mengilap, orang-orang berjalan cepat seolah semua punya arah yang lebih penting daripada dirinya.

Ema menyambutnya di lobi, wajahnya sumringah, rambutnya diikat asal.

“Lo beneran datang,” bisik Ema, nyenggol lengannya.

“Ya iyalah. Gue udah mau lulus, Ma. Ini kesempatan gue,” jawab Emily, berusaha terdengar santai padahal telapak tangannya basah.

Ema menuntunnya melewati pintu kaca menuju lantai atas, memperkenalkan dia pada beberapa orang HR, memberi tahu aturan-aturan dasar yang terdengar seperti mantra wajib: jangan telat, jangan banyak tanya di rapat, catat semua, dan satu hal yang diulang dua kali.

“Yang paling penting,” Ema menatapnya serius, “jangan bikin masalah sama Pak Noah.”

Emily mengernyit. “Siapa Pak Noah?”

Ema menarik napas, seolah menyebut nama itu saja bisa memanggil badai.

“Noah Wicaksana. CEO-nya. Umurnya tiga puluh empat. Dingin. Galak. Paling nggak suka orang lemot. Kalau dia udah ngomong, semua orang diam.”

Emily menelan ludah. “Oke.”

Namun semua peringatan itu ternyata nggak cukup mempersiapkan dirinya.

Pertama kali Emily melihat Noah Wicaksana bukan saat dikenalkan resmi, bukan di ruang rapat, tapi di koridor yang panjang, di antara pintu-pintu kaca buram dan suara langkah sepatu yang tajam. Ia berjalan sendirian, setelan jasnya jatuh pas di badan, wajahnya tegas, mata gelapnya seperti bisa menilai orang dalam sekali pandang.

Orang-orang yang dilewatinya otomatis menepi, menunduk, atau buru-buru menutup percakapan.

Noah berhenti tepat di depan Emily—seolah ia sengaja memilihnya dari keramaian. Tatapannya turun ke ID card magang yang masih menggantung kaku di leher Emily.

“Anak baru?” suaranya datar, rendah, tanpa basa-basi.

Emily berusaha tersenyum. “Iya, Pak. Saya Emily. Baru mulai hari ini.”

Noah mengangguk tipis, nyaris bukan anggukan.

“Jangan bikin saya buang waktu,” ucapnya, lalu berjalan lagi.

Kalimat itu menempel di kepala Emily lebih lama daripada yang seharusnya. Bukan cuma karena dinginnya, tapi karena cara Noah menatapnya—seperti ada sesuatu yang dia catat, sesuatu yang Emily sendiri belum paham.

Hari-hari pertama berjalan cepat. Emily mengerjakan tugas-tugas yang diberi Ema dan tim administrasi: merapikan data, menyusun laporan, menyiapkan bahan rapat, hal-hal yang terasa remeh tapi menuntut ketelitian. Ia belajar membaca ritme kantor itu: jam delapan orang sudah menyalakan laptop, jam sepuluh rapat-rapat kecil dimulai, jam makan siang cepat, dan sore menjelang malam masih banyak lampu yang menyala.

Sampai suatu siang, telepon meja Ema berdering. Ema mengangkat, mendengarkan, lalu matanya membesar sebelum menutup sambungan.

“Kenapa?” tanya Emily.

Ema menelan ludah. “Pak Noah minta lo.”

Emily tertawa kecil, refleks menolak kenyataan. “Bercanda, ya?”

Ema menggeleng. “Serius. Dia bilang, ‘Suruh anak magang yang baru itu ke ruangan saya. Sekarang.’”

Sekarang.

Emily berdiri, merapikan bajunya lagi, dan melangkah menuju lantai eksekutif dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Lorongnya lebih sunyi, karpetnya lebih tebal, dan pintu ruang CEO berdiri seperti batas yang seharusnya tidak dilewati sembarangan.

Sekretarisnya mempersilakan masuk.

Di dalam, Noah duduk di balik meja besar, layar laptop menyala, beberapa berkas terbuka. Ia bahkan tidak langsung menatap Emily.

“Duduk,” katanya singkat.

Emily duduk di kursi depan meja, punggungnya tegak, berusaha tidak terlihat terlalu kecil.

Noah akhirnya mengangkat kepala. “Saya baca ringkasan laporan yang kamu susun tadi pagi.”

Emily menahan napas. “Ada yang salah, Pak?”

“Salah tidak,” jawab Noah. “Tapi bisa lebih rapi. Dan kamu cepat.”

Itu bukan pujian, tapi terasa seperti pintu yang sedikit terbuka.

“Saya butuh kamu bantu saya untuk beberapa hal. Mulai hari ini, beberapa tugasmu akan langsung dari saya.”

Emily tertegun. “Saya… anak magang, Pak.”

“Justru,” kata Noah, suaranya tetap datar. “Saya butuh orang yang nggak banyak drama dan bisa kerja. Kamu bisa?”

Emily mengangguk, meski tenggorokannya kering. “Saya bisa, Pak.”

Noah menyandarkan badan, menatapnya lebih lama.

“Bagus. Jangan bikin saya menyesal.”

Sejak hari itu, nama Emily mulai lebih sering disebut dalam pesan singkat sekretaris, dalam instruksi tiba-tiba, dalam permintaan rapat dadakan. Ia dipanggil ke ruangan CEO untuk merapikan materi presentasi, mengecek angka, menyiapkan catatan ringkas yang harus selesai sebelum malam.

Semakin sering mereka bertemu, semakin jelas bahwa dingin Noah bukan sekadar gaya. Ia tegas sampai ke detail yang melelahkan, suaranya nyaris tidak pernah naik, tapi setiap kata punya bobot yang membuat orang ingin patuh. Ia jarang tersenyum, jarang menyebut “tolong”, namun tidak pernah berbicara tanpa tujuan.

Emily mencoba melihatnya sebagai atasan—hanya atasan.

Tapi ada sesuatu yang sulit diabaikan: tatapan Noah yang sering tertahan sedikit lebih lama, keheningan di antara perintah dan jawaban, ruang kosong yang seolah dipenuhi sesuatu yang tidak bisa disebut.

Di luar kantor, Emily sering pulang larut. Ema menunggunya di pantry, menatapnya dengan campuran iri dan khawatir.

“Dia ngapain sih sama lo?” tanya Ema suatu malam.

Emily menyandarkan kepala ke lemari, lelah. “Kerja. Ya kerja.”

“Kerja kok tiap hari dipanggil terus. Hati-hati, Mil.”

Emily ingin menertawakan itu. Tapi justru karena ia tahu Ema tidak suka mengada-ada, kata-kata itu menancap.

Ada hari ketika Noah menegurnya karena salah memasukkan satu angka kecil. Emily merasa wajahnya panas, malu bercampur kesal. Namun setelah semua orang keluar dari ruangan rapat, Noah memanggilnya lagi.

“Kamu takut sama saya?” tanya Noah tiba-tiba.

Emily menatapnya, bingung. “Saya… menghormati Bapak.”

Noah menghela napas pelan, seolah jawaban itu tidak memuaskannya. “Kalau kamu mau bertahan di sini, jangan cuma mengandalkan takut. Pahami apa yang kamu kerjakan.”

Emily mengangguk, tapi mata Noah seperti menyimpan sesuatu—kelelahan yang disembunyikan, tekanan yang tidak pernah diceritakan, kesepian yang dibungkus disiplin.

Untuk pertama kalinya, Emily melihat celah di balik dinding itu. Dan celah itu membuatnya semakin sulit menjaga jarak.

Hari-hari bergulir, dan ketegangan yang awalnya cuma seperti listrik kecil berubah menjadi sesuatu yang mengganggu: muncul di cara Emily memperhatikan langkah Noah dari kejauhan, di cara ia menahan napas ketika Noah berdiri terlalu dekat untuk menunjukkan satu poin di layar, di cara Noah mengucapkan namanya tanpa nada, tapi tetap terdengar seperti panggilan.

Hubungan mereka masih profesional di permukaan. Tidak ada sentuhan, tidak ada kalimat manis. Tapi ada rahasia yang tumbuh di sela-sela kalimat singkat, dalam tatapan yang tidak selesai, dalam keinginan yang sama-sama ditahan sampai menjadi beban.

Dan ketika suatu malam Noah memintanya tinggal lebih lama—hanya mereka berdua di ruangan besar yang sunyi, lampu kota berkelap-kelip di balik jendela—Emily sadar ada batas yang semakin tipis.

Noah berdiri di dekat jendela, dasinya sudah dilepas, lengan kemejanya digulung. Wajahnya tampak lebih manusiawi tanpa formalitas itu, tapi justru lebih berbahaya.

“Kamu capek?” tanya Noah tanpa menoleh.

“Sedikit, Pak,” jawab Emily jujur.

Noah tertawa kecil, pendek, suara yang jarang keluar dari dirinya. “Kamu selalu sopan. Bahkan saat kamu ingin kabur.”

Emily terdiam. Kata-kata itu terlalu tepat.

Noah menoleh, kali ini menatapnya langsung. “Emily… kamu harus paham. Di kantor ini ada aturan. Ada batas.”

Emily merasa dadanya sesak. “Saya tahu.”

“Tapi kadang,” lanjut Noah, suaranya lebih rendah, lebih pelan, “orang tetap melewati batas itu.”

Keheningan turun seperti kain tebal. Emily bisa mendengar detak jam dinding, suara napasnya sendiri, dan sesuatu yang terasa terlalu jujur di mata Noah.

Perasaan yang selama ini disembunyikan—ditutup dengan tugas, dengan disiplin, dengan kalimat-kalimat singkat—mulai muncul ke permukaan. Dan ketika itu terjadi, tak ada lagi tempat aman untuk berpura-pura.

Di titik itu, mereka dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tajam: patuh pada aturan yang menjaga semuanya tetap rapi, atau mengambil risiko untuk sesuatu yang bisa mengubah hidup mereka selamanya.
Raja Alpha Panggilan

Raja Alpha Panggilan

717 Dilihat · Sedang Berlangsung · Jane Above Story
Fiona, seorang Luna yang sempurna, merasa hancur ketika mengetahui tunangannya telah berselingkuh. Dalam tindakan impulsif untuk membalas dendam, dia memesan seorang gigolo untuk malam penuh gairah. Saat matahari terbit keesokan paginya, dia meninggalkan uang tunai dan pergi diam-diam, percaya bahwa dia telah mendapatkan balas dendam manisnya.

Tanpa disadari Fiona, hidupnya akan berubah drastis ketika dia mendapati dirinya hamil setelah malam penuh gairah dengan gigolo tersebut. Di tengah kekacauan dan krisis kehamilan yang tidak direncanakan, dia secara tidak sengaja bertemu kembali dengan pria dari malam yang menentukan itu. Namun, pria yang berdiri di depannya bukanlah sembarang gigolo, melainkan calon Raja Alpha—bos tunangannya.

Jantungnya berdegup kencang saat dia menatap sosok kuat yang menjulang di depannya. Raja Alpha menyeringai, menyudutkannya dengan aura dominasi dan hasrat. Mengangkat alis, dia mengejek Fiona dengan pertanyaan yang membuat bulu kuduknya merinding: "Gigolo, ya?"
Putri Raja Alpha

Putri Raja Alpha

1.3k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
Dia adalah raja alfa, pujaanku, pelindungku. Dan dia 20 tahun lebih tua dariku.
**
"Berapa umurmu?"
"D-Dua puluh," aku menggigit bibir bawahku, tergagap dalam kebohongan. "Aku sudah dewasa."
Aku gemetar tapi memalingkan kepala, membiarkan dia menggesekkan hidungnya di leherku dan menghirup aroma tubuhku. Aku tidak tahu apa yang dia cium dariku. Apakah dia bisa mencium kebohonganku?
Aku tetap diam. Dia bergerak sedikit, seolah-olah mundur, dan aku langsung melingkarkan tanganku di lehernya, menahannya.
"Tolong, Raja Alfa," kataku. Suaraku bergetar meskipun aku mencoba terdengar menggoda. "Aku... yakin bisa memuaskanmu."
"Tahu nggak apa yang terjadi kalau kamu bohong sama Raja Alfa, gadis kecil?"
Dia tahu. Aku seharusnya tahu bahwa dia akan tahu aku bukan dua puluh tahun.
"Kamu kelihatan begitu sengaja, tapi aku nggak tertarik dengan tawaranmu. Gimana kalau kita main game?"
"G-Gimana?"
Dia menyipitkan mata dan memberiku senyum lambat yang kejam.
"Kalau kamu menang, aku akan memberimu perlindungan."
Mataku melebar dengan secercah harapan.
"Tapi kalau kamu kalah...."
Hamil dan Ditolak oleh Alpha Pasanganku

Hamil dan Ditolak oleh Alpha Pasanganku

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
Aku adalah serigala Volana, target dari Kejahatan. Darahku bisa memberikan kehidupan abadi.
Ayahku mengurungku sejak aku berusia 10 tahun. Dia membunuh serigalaku dan mencoba memperkosaku.

Tidak ada serigala. Tidak ada pasangan. Tidak ada harapan.
Sampai Bastien menawariku untuk menjadi pasangan kontraknya.

Ketika kontrak 3 tahun berakhir, aku hamil.
Namun, dia akan menolakku.


"Aku akan menjadi seorang ibu!" Aku menghela napas dengan ketidakpercayaan yang penuh kebahagiaan.

Aku tidak sabar untuk memberitahu Bastien.

Aku sudah tersenyum seperti orang bodoh sejak meninggalkan kantor dokter dan berlatih menyampaikan kabar ini saat mengemudi.

Kupu-kupu berterbangan cepat di perutku saat aku menaiki tangga, tubuhku bergetar dengan antisipasi.

Namun senyum bahagia itu hilang dari wajahku begitu aku masuk.

Bastien sudah ada di sana, menungguku. Dia duduk sendirian di ruang tamu yang gelap, segelas cairan berwarna amber di genggaman tangannya yang besar dan kerutan serius mendominasi wajah tampannya.

Akhirnya dia berbicara, "Besok aku akan meminta ayahku untuk memulai upacara penolakan kita."
Bosku Suami Rahasiaku

Bosku Suami Rahasiaku

405 Dilihat · Sedang Berlangsung · Jane Above Story
Hazel siap menerima lamaran di Las Vegas, namun ia mendapatkan kejutan terbesar dalam hidupnya ketika pacarnya mengaku cinta pada saudara perempuannya.
Dengan hati yang hancur, ia akhirnya menikahi seorang asing. Keesokan paginya, wajahnya hanya samar-samar.
Kembali bekerja, cerita semakin rumit ketika ia menemukan bahwa CEO baru adalah suami misteriusnya dari Vegas?!
Sekarang, Hazel harus mencari cara untuk menghadapi kejutan tak terduga ini dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya ...
Alpha Dom dan Pengganti Manusianya

Alpha Dom dan Pengganti Manusianya

971 Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan ketidaksuburan dan dikhianati oleh kekasihnya, Ella akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi sendiri. Namun, semuanya menjadi kacau ketika dia diinseminasi dengan sperma miliarder yang menakutkan, Dominic Sinclair. Tiba-tiba hidupnya terbalik ketika kekeliruan itu terungkap -- terutama karena Sinclair bukan hanya miliarder biasa, dia juga seorang werewolf yang sedang berkampanye untuk menjadi Raja Alpha! Dia tidak akan membiarkan sembarang orang memiliki anaknya, bisakah Ella meyakinkannya untuk membiarkannya tetap dalam kehidupan anaknya? Dan kenapa dia selalu menatapnya seperti dia adalah makanan berikutnya?! Dia tidak mungkin tertarik pada manusia, kan?
Pengganti Tak Sengaja untuk Alpha

Pengganti Tak Sengaja untuk Alpha

2.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan ketidaksuburan dan dikhianati oleh kekasihnya, Ella akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi sendiri. Namun, semuanya menjadi kacau ketika dia diinseminasi dengan sperma miliarder yang menakutkan, Dominic Sinclair. Tiba-tiba hidupnya terbalik ketika kesalahan itu terungkap -- terutama karena Sinclair bukan hanya miliarder biasa, dia juga seorang werewolf yang sedang berkampanye untuk menjadi Raja Alpha! Dia tidak akan membiarkan sembarang orang memiliki anaknya, bisakah Ella meyakinkannya untuk membiarkannya tetap dalam kehidupan anaknya? Dan kenapa dia selalu menatap Ella seperti dia adalah makanan berikutnya?! Dia tidak mungkin tertarik pada manusia, kan?
Pengasuh dan Ayah Alpha

Pengasuh dan Ayah Alpha

835 Dilihat · Sedang Berlangsung · eve above story
Aku adalah seorang lulusan baru yang terlilit hutang besar, dan dikhianati oleh pacar Omega-ku.
Ketika aku mabuk di bar, aku tidak menyangka akan mengalami seks terbaik dalam hidupku.
Dan keesokan paginya, aku juga tidak menyangka akan bangun dan menemukan bahwa pasangan one night stand-ku adalah bos Alpha miliarder pacarku….
Bagaimana jadinya setelah aku secara tidak sengaja menjadi pengasuh anak perempuannya yang berusia 5 tahun?


Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana aku akhirnya mendapatkan pekerjaan, hanya untuk mengetahui bahwa majikan baruku adalah orang yang sama dengan yang aku tiduri dua malam yang lalu?
“Aku tidak tahu kalau kamu yang akan jadi majikannya. Kalau aku tahu, aku tidak akan melamar….”
“Tidak apa-apa. Aku tahu itu kamu saat aku mempekerjakanmu. Aku sengaja melakukannya.”
Aku mengernyitkan alisku. “Maksudmu apa?”
Pengorbanan Perawan untuk Lycan Terakhir

Pengorbanan Perawan untuk Lycan Terakhir

256 Dilihat · Sedang Berlangsung · Jane Above Story
Setelah satu malam bersama, aku membuka mata dan menemukan seorang pria tampan telanjang berbaring di sebelahku. Dia adalah Lycan terakhir.

Menurut rumor, Lycan terakhir menjadi gila setiap bulan purnama. Dia hanya bisa dijinakkan dengan berhubungan seks dengan seorang perawan serigala.

Setiap kawanan mengirim perawan untuk dikorbankan kepada Lycan terakhir, dan aku adalah yang terpilih.

Sebelum dia bangun, aku melarikan diri dengan diam-diam.

Tapi anehnya, serigalaku menjadi lebih kuat!

Apakah berhubungan seks dengan Lycan bisa membuatku lebih kuat?!

Lycan itu adalah tembok otot maskulin di belakangku. Panas tubuhnya membakar bahkan melalui gaun pengantinku; napasnya menghanguskan telingaku saat dia mendekat dan berbisik, "Pasangan..."

Jika Lycan terakhir adalah Iblis, aku pikir aku mungkin ingin pergi ke neraka.

Ketika aku menyelamatkan Lycan terakhir dari kandangnya, aku tidak pernah berpikir bahwa suatu hari, aku akan dimasukkan ke dalam kandang olehnya.
Pengantin Pengganti Omega Raja Alpha

Pengantin Pengganti Omega Raja Alpha

682 Dilihat · Sedang Berlangsung · Jane Above Story
"Kalau kamu mau bunuh aku, silakan saja, bajingan," aku terisak.

Aku merasa kalah saat terbaring di bawah tubuh keras Raja Alpha. Dia menekan tubuhnya dengan berat ke arahku. Air mata membasahi wajahku dan dia menatap wajahku dengan penasaran. Dia berhenti sejenak, terengah-engah dan gemetar.

Baru beberapa saat yang lalu, dia merobek gaun pengantin khusus yang aku kenakan dan mencabik-cabiknya. Aku gemetar tak terkendali saat dia menekanku ke tempat tidurnya, mencium setiap tanda di tubuhku dan menggigitku hingga berdarah.

Tatapan biru gelapnya menjadi liar dan pada saat itu, aku benar-benar takut akan hidupku. Aku takut malam pernikahanku akan menjadi akhir dari hidupku.

Kenangan hari itu menyerbu pikiranku saat aku terus bertanya pada diri sendiri, "bagaimana aku bisa sampai di sini?"


Untuk menyelamatkan adik laki-lakinya, Hannah terpaksa menggantikan saudara tirinya, Amy, dalam pernikahan yang diatur, menikahi Raja Alpha yang kejam, Peter. Sedikit yang dia tahu, banyak bahaya yang menantinya.

Alpha Peter, pria paling sombong, dingin, dan terkuat di Kerajaan Werewolf, menerima pernikahan ini karena dia perlu menemukan pasangannya, seperti yang diramalkan. Hanya pasangannya yang bisa menyelamatkannya dari amarahnya yang mengerikan. Dia tidak tahu bahwa segera dia akan jatuh cinta pada gadis omega kecil ini.
Menolak Pasangan Alfa Saya

Menolak Pasangan Alfa Saya

788 Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
"Siapa kamu?" Aku terbangun dengan kaget, merasa bingung dan sakit di seluruh tubuh.
Sebuah tubuh pria yang berat terbaring di sampingku—kami berdua telanjang kecuali selimut yang menutupi tubuh kami.

Rasa malu membuat kulitku memerah terang. Aku mencari ingatan tentang malam sebelumnya, mencoba mengingat bagaimana aku bisa sampai di sini sambil berusaha membungkus tubuhku dengan selimut. Aku berhenti ketika menyadari aku akan meninggalkan pasangan tidurku benar-benar telanjang.

Kulitku terasa terlalu panas dan terlalu ketat saat aku mencoba mencari cara untuk keluar dari situasi ini.
Aku tidak terbiasa berada di sekitar pria telanjang meskipun aku adalah seorang werewolf. Kami peduli tentang kesopanan tidak peduli apa yang dipikirkan manusia!

Aku ingat diriku berkata berulang kali, "Aku pasanganmu!"

Aku perlahan-lahan turun dari tempat tidur untuk mencari pakaian. Aku berusaha sepelan mungkin agar tidak membangunkan orang asing itu.

Aku tidak mengambil selimut untuk menjaga kesopanannya, malah mengorbankan kesopananku sendiri: aku lebih baik ketahuan telanjang daripada harus menghadapi pria telanjang yang jelas-jelas telah aku goda dengan segala kehalusan seekor anjing betina yang sedang birahi!

Aromanya ada di seluruh tubuhku, di seluruh ruangan sebenarnya. Kaya dan maskulin, setiap kali aku bernapas aku merasa seolah-olah dikelilingi oleh hutan dengan sentuhan kayu dan rempah hangat yang tidak bisa aku namai. Aku ingin merangkak kembali ke tempat tidur di sampingnya dan tidak pernah pergi.

Serigalaku, Rayne, menggerutu di kepalaku, "Kita tidak boleh pergi! Dia adalah pasangan kita!"
Penyesalan Bintang Hoki

Penyesalan Bintang Hoki

223 Dilihat · Sedang Berlangsung · Riley Above Story
Ketika kamu seorang kutu buku dan menghabiskan malam yang penuh gairah dengan si bad boy terkenal. Hatimu 💔 saat mengetahui malam itu hanyalah permainan. Dia ditantang untuk mengambil keperawananmu. Bertahun-tahun kemudian, kamu melihatnya, bintang hoki yang sedang naik daun, di acara TV nasional. Ketika dia ditanya mengapa dia selalu jomblo, Dia: Aku menunggu gadisku menerima permintaan maafku. Lalu dia menatap langsung ke kamera. Kamu mendengar namamu disebut, "Evie, aku minta maaf." Dalam waktu kurang dari satu jam, #foundevie menjadi hashtag terpanas di media sosial.
Mantan Luna-nya Adalah Dokter Terkenal

Mantan Luna-nya Adalah Dokter Terkenal

922 Dilihat · Sedang Berlangsung · Caroline Above Story
Aria hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, seorang yatim piatu yang kemudian menjadi Luna.
Pada hari peringatan pernikahannya dengan suaminya, sang raja alpha,
Raja alpha melelang kalung favoritnya dengan harga tinggi...
Dia sangat bersemangat menunggu kedatangannya, tetapi hanya untuk melihatnya memasangkan kalung itu pada wanita lain.
Ternyata ini bukan hanya hari peringatan mereka, tetapi juga hari cinta pertamanya bercerai...


3 tahun setelah perceraian,
Beberapa orang mengatakan mantan istri rumah tangganya adalah dokter paling terkenal di dunia, tetapi dia menolak untuk mempercayainya.
"Tuhan. Akhirnya, ya?"
Mantan istri Luna-nya akhirnya menjawab telepon.
"Apakah kamu mencari Ibu?"
seorang gadis kecil di ujung sana berkata.
Hamil dengan Anak Kembar Jenius Sang Alpha

Hamil dengan Anak Kembar Jenius Sang Alpha

1.3k Dilihat · Sedang Berlangsung · Jane Above Story
Ketika Evelyn menemukan suaminya berselingkuh dengan adik perempuannya yang masih muda saat bulan madu mereka, hatinya hancur berkeping-keping. Akhirnya, dia menghabiskan malam terbaik dengan seorang pria asing yang tampan. Enam tahun kemudian, Evelyn menjadi ibu tunggal dari sepasang anak kembar jenius. Mereka sedang melakukan siaran langsung untuk mencari ayah mereka di acara terkenal, Quiz Nation. Dia berkata kepada beta-nya: "Anak-anak itu milikku! Temukan dia!"
Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

559 Dilihat · Sedang Berlangsung · Riley Above Story
Saat kamu, seorang kutu buku, ditinggal pergi oleh mantanmu dan menunggu semalaman di bar pada malam Tahun Baru. Saat itulah kamu bertemu dengan kapten tim hoki paling ganteng yang memintamu untuk pura-pura menjadi pacarnya agar dia bisa memutuskan pacar terbarunya.

Ketika mantanmu mengganggumu untuk kembali bersama, dia muncul dan mengatakan kepada mantanmu untuk pergi jauh-jauh.

Mantanmu berkata, "Aku tahu ini hanya kesepakatan dan kamu tidak mungkin menyukainya."

Dia (menciummu di depan semua orang): "Kesepakatan, seperti ini?"
1