3 Book(s) Related to xiao baba

Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

404 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sophia
Pada hari pernikahannya, suaminya kabur dengan wanita lain.
Malam itu, dia membawa pulang seorang pemuda tampan!
Siapa yang butuh pria di zaman sekarang?
Tiga tahun kemudian, pemuda itu berubah menjadi CEO yang berkuasa.
Tunggu, kamu, seorang miliarder, menghabiskan uang cewek ini setiap hari?
Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

203 Dilihat · Sedang Berlangsung · Basa
Aku bergelantungan di bibir jurang, kuku-kukuku nyaris lepas dari batu yang dingin, sementara di atas sana suamiku menyelipkan lidahnya ke mulut sahabatku sendiri. Aku menjerit minta tolong, tapi angin menelan suaraku bulat-bulat.

“Lihat baik-baik, Serena,” Ethan mendesis, sambil membuka resleting celananya tepat di tepi jurang.

Dadaku serasa dibelah. Dengan mata terbelalak, aku menyaksikan Lila berlutut, melakukan hal yang paling menjijikkan, menelan dirinya sampai aku nyaris muntah. Di saat yang sama, jemariku yang kaku, yang menggenggam batu sekuat tenaga, mulai tergelincir sedikit demi sedikit.

“Mati aja sambil sadar kalau kamu nggak akan pernah cukup,” erangnya, lalu menghantam punggung tanganku dengan sepatu sampai cengkeramanku terlepas, tepat ketika tubuhnya menegang.

Aku menjerit dan jatuh…

Lalu aku tersentak bangun di ranjang, tubuhku basah kuyup, napas megap-megap seperti baru lolos dari tenggelam. Seluruh badan gemetar—ada sisa orgasme halusinatif yang lahir dari takut dan murka, menampar-nampar sarafku tanpa ampun.

Pagi hari pernikahan.

Aku masih hidup.

Aku harus menghapus bekas sentuhannya. Aku butuh pasangan baru.

Aku mendatangi Lucien. Aku tidak menyerahkan berkas-berkas bisnis yang dia mau. Aku menyerahkan tubuhku.

“Bikin aku lupa sama dia,” pintaku, saat aku menaiki kursi kulit Lucien, duduk mengangkang di atasnya.

Lucien tidak ragu.

Dia merobek celana dalamku, lalu jari-jarinya yang besar langsung menyelam ke hasratku yang terbakar, tanpa peringatan, tanpa sisa belas kasihan.

“Setelah aku selesai sama kamu,” geramnya menempel di bibirku, “kamu bahkan nggak bakal ingat namanya.”

Dia menghunjam ke dalam diriku dengan kasar—keras dan cepat—setiap bunyi basah yang memukul kulit seperti cap kepemilikan atas hidup keduaku.
Ayah Sahabat Terbaikku Terlalu Menggoda

Ayah Sahabat Terbaikku Terlalu Menggoda

643 Dilihat · Sedang Berlangsung · Baby Butterfly
Aku sama sekali nggak pernah nyangka kencan butaku bakal berakhir dengan… dia.

Di kamar hotel yang remang, si pria asing itu bertanya pelan, “Aku boleh lebih dekat?”

Ini persis skenario yang pernah kubayangkan setelah patah hati ditinggal pacarku. Cara paling cepat buat mengubur rasa sakit: cari orang yang nggak kenal aku, malam yang nggak perlu diingat, lalu besok pura-pura semuanya baik-baik saja.

Saat dia mulai membantuku melepas baju, ujung-ujung jarinya menelusuri kulitku pelan, bikin bulu kudukku berdiri. Aku menahan isak yang nyaris lolos—campur aduk antara sedih yang belum selesai dan tubuhku yang tetap merespons sentuhannya.

Lalu, di sela napas yang berat, aku menangkap sesuatu yang familiar.

Aroma.

Aroma yang pernah kucium berkali-kali, di ruang tamu rumah sahabatku, di mobil yang sering menjemput kami, di jaket yang pernah kupinjam ketika hujan. Sejenak, dadaku terasa sesak, tapi aku memaksa otakku berhenti mencari-cari jawaban.

Sampai dia menunduk, bibirnya mendekat ke telingaku, dan berbisik, “Kita mulai pelan-pelan, ya…”

Kalimat itu—nada itu—cara dia menyebutnya… menghantamku seperti tamparan.

Aku menegang.

“Justin!” Aku terengah, suara itu keluar begitu saja, sementara jantungku berlari kencang, seolah mau menembus tulang rusukku.

Dan pada detik itu juga, kenyataan menabrakku tanpa ampun.

Pria yang semalaman bersamaku—pria yang kukira orang asing—adalah ayah sahabatku sendiri.


Salsa mengira kencan buta dengan orang asing akan membantunya melupakan patah hati—sampai ia sadar pria yang menghabiskan malam bersamanya adalah Justin, ayah sahabatnya.

Di hadapan godaan yang terlarang, akankah Salsa membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa itu, meski ia tahu risikonya?
1