4 Book(s) Related to with all kins have no pity

Sang Tabib Bijak

Sang Tabib Bijak

908 Dilihat · Sedang Berlangsung · Elara Hale
Mahasiswa miskin dari universitas kedokteran, Fang Rui, secara tak terduga mewarisi ilmu pengobatan dan kebijaksanaan dari leluhurnya yang merupakan seorang tabib suci. Sejak saat itu, hidupnya berubah drastis. Dengan jarum peraknya, Fang Rui menyembuhkan banyak orang dan menumpas kejahatan dengan semangat yang benar. Gadis kampus, wanita dewasa, ibu rumah tangga, yang seksi dan memikat—lihatlah bagaimana Fang Rui menjalani kehidupan bebas di tengah gemerlapnya kota besar yang penuh godaan ini.
Terpilih Untuk Menjadi Ibu Pengganti Sang Alfa

Terpilih Untuk Menjadi Ibu Pengganti Sang Alfa

306 Dilihat · Sedang Berlangsung · Genevieve Hale
Pinggulku bergerak tanpa tahu malu, menggesek telapak tangannya sementara dia mengisap memar di leherku. Rahasia kotor ini, ajakan cabul yang bertabrakan habis-habisan dengan hidupku yang selama ini rapi, tertib, dan serba dijaga. Sentakan-sentakan ringan yang nyaris kejam itu merobek jeritan dari tenggorokanku saat aku pecah, mataku terbalik, tubuhku mengunci dalam kejang yang nyeri sampai ke tulang.

Aku barusan berhubungan seks… sama orang asing… di gang belakang yang jorok…


“Jadi anak baik, ya. Anak baik itu dapat hadiah.”

Omong kosong.

Jadi perempuan baik nggak pernah ngasih gue apa-apa selain suami tukang selingkuh dan tumpukan utang kartu kredit atas namaku—kartu kredit yang dia pakai buat manjain pelakor itu, ditambah ejekan yang pengin banget kuhapus dari kepala dari mulut perempuan jalang itu: “Mungkin kalau kamu bisa ngasih dia anak, dia nggak perlu cari di tempat lain.”

Setelah bertahun-tahun garis satu dan hasil yang selalu mengecewakan, sekejam apa rasanya kalau satu kejadian nekat sama orang asing justru berhasil di titik tempat pernikahanku selalu gagal? Tawa tercekat lepas dari bibirku, tipis, nyaris histeris.


Pria seksi bermata gelap itu mencondongkan badan, siku bertumpu di lutut. “Siapa gue nggak penting,” katanya, kalimatnya menggema sampai ke sumsum tulangku. “Yang penting, Alya, lo lagi ngandung keturunan gue.”

“Keturunan… keturunan lo…?”
MILIKNYA SELAMA EMPAT BELAS MALAM

MILIKNYA SELAMA EMPAT BELAS MALAM

826 Dilihat · Sedang Berlangsung · Esther King
“Iya, iya.”

Erangan itu merobek keluar dari bibirku tanpa bisa kutahan. Di gelap aku nggak bisa melihat ekspresi wajahnya, tapi aku tahu senyum puas pasti mengembang di sana, dan tatapan matanya yang sayu mengawasi setiap reaksiku.

Suaranya rendah, serak, “Lo suka, ya? Suka cara gue nyentuh lo? Suka cara gue ngusap itu pakai jari gue seolah-olah lo milik gue?”

Aku mengangguk terus-menerus, erangan kenikmatan naik turun di tenggorokan, nggak yakin sampai kapan aku bisa menunggu sebelum dia benar-benar masuk ke dalamku. Jarinya bergerak lebih cepat, sementara tangan satunya mengusap bagian paling peka itu, “Nah gitu. Ayo. Gue suka suara erangan kecil lo tiap gue godain.”

Aku susah menyusun kata-kata, “T-t-tolong jangan godain terus. Masukin—” pekik yang keterlaluan, “Aku pengin ngerasain banget. Aku pengin—”

Napas tersedak lepas dari bibirku saat dia menghujam masuk. Otakku seakan mengerut seperti daun layu. Aku membuka kedua kakiku lebih lebar dan dia menekan tubuhnya sepenuhnya ke arahku. Terlalu berat untuk kutahan, dan terlalu ringan untuk kulepaskan. Dia mulai menghentak. Semakin dalam dan semakin keras di tiap dorongan. Di dalamku. Tanpa jeda. Aku melingkarkan kedua kakiku ke punggungnya supaya dia nggak bisa menjauh.


Pulang ke kota tempat ia dilahirkan, Rebekah Lestari terlibat adu mulut habis-habisan dengan bajingan paling kejam di kota itu; tanpa ia sadari, aksi sok pintar yang ia lakukan justru menyeretnya ke dalam bahaya.

14 hari. Satu rumah besar. Satu ranjang. Satu pria yang sama sekali nggak polos. Apa sih yang mungkin bisa salah?
Pengantin yang Enggan dari Bos Mafia yang Kejam

Pengantin yang Enggan dari Bos Mafia yang Kejam

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Kierra King
“Kau kira bisa pergi begitu saja, cantik?”

Suara Melo rendah dan berbahaya, jarinya menyusup mengangkat dagunya, memaksa Isabella menatapnya. “Kau sudah tanda tangan menanggung utang bapakmu pakai namamu sendiri. Artinya kau jadi milikku.”

Isabella menahan napas, menatap balik mata kelabu itu yang dingin seperti besi. Ia tak mau memalingkan wajah. “Kau boleh punya tubuhku, Melo Rossi,” bisiknya, “tapi hati gue nggak akan pernah jadi milik lo.”

Seringainya tajam, seolah bisa mengiris. “Kita lihat nanti.”

Ketika utang ayahnya menyeretnya ke dalam jerat yang tak bisa ditawar, Isabella Bianchi dipaksa menjadi pengantin dari Carmelo Rossi—seorang bos mafia yang namanya dibisikkan orang dengan takut, dipuja karena kuasanya, dan dibenci karena kejamnya.

Terkurung di dunia Melo yang penuh bahaya sekaligus godaan, Isabella mati-matian menjaga agar hatinya tetap utuh, tak tersentuh. Mampukah ia kabur dari pria yang menggenggam nasibnya—atau justru ia akan jatuh pada sosok monster yang selama ini ia pelajari untuk ditakuti?
1