2 Book(s) Related to western waves brittainy cherry

Hamil Setelah Satu Malam Bersama Mafia

Hamil Setelah Satu Malam Bersama Mafia

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Western Rose
Pertengkaran lagi dengan pacarku membuatku setuju dengan ide gila sahabatku untuk berpesta di klub malam. Tapi kemudian, dia mencampur minumanku dengan sesuatu dan aku berakhir di pelukan seorang pria tampan yang mengerikan, Michelangelo.

Kami menghabiskan malam bersama di bawah selimutnya, saat dia membawaku ke alam liar penuh kenikmatan. Tapi keesokan paginya, dia menghilang.

Dan kemudian aku memergoki pacarku dengan sahabatku, sehingga hidupku benar-benar hancur sejak hari itu.

Beberapa minggu kemudian, aku menyadari bahwa aku hamil, dan aku juga mendapat kabar tentang pernikahan pacarku dengan sahabatku.

Hancur, aku pindah ke sebuah Pack di New York City untuk memulai hidup baru dengan anakku yang belum lahir, dan tiga tahun kemudian, tebak siapa yang kutemui? Michelangelo, ayah kandung anakku.

Tapi ternyata, dia berbohong malam itu. Dia tidak memberiku nama lengkap atau identitas aslinya. Dia tidak memberitahuku bahwa dia adalah Nico 'Michelangelo' Ferrari yang ditakuti, seorang Alfa Mafia dan kekuatan yang luar biasa.

Menyadari siapa dia membuatku panik, tapi entah kenapa, dia tidak berhenti mengejarku, mencoba meyakinkanku bahwa dia mencintaiku, bahwa dia adalah jodohku dan bahwa dia ingin bersama aku dan anak kami.

Apa yang harus kulakukan?!
Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

702 Dilihat · Sedang Berlangsung · Cherie Frost
“Kamu suruh aku berhenti, aku berhenti,” bisiknya di dekat telingaku. “Tapi kalau kamu nggak...”

Dia nggak meneruskan. Dia juga nggak perlu.

Aku nggak menyuruhnya berhenti.

Sebaliknya, jemariku mencengkeram kemejanya, meremas kain itu seolah itu satu-satunya pegangan yang bikin aku tetap waras. Ada sesuatu di dalam dirinya yang akhirnya putus—sesuatu yang sudah terlalu lama dia tahan. Bibirnya menemukan bibirku dalam ciuman yang sama sekali bukan lembut, melainkan lapar, putus asa.

Aku terengah ke dalam ciumannya, tangannya meluncur naik, menangkup rahangku, menahanku seperti dia takut aku bakal lenyap begitu saja.

“Kamu bikin gue gila,” hembusnya di bibirku, lalu bibirnya turun menyusuri leherku. “Gue nggak bisa kehilangan lo, Alya. Bukan lo.”

Kepalaku terdongak, bunyi pelan lolos dari bibirku saat jemarinya menghafal lekuk pinggangku. Amarahku lumer di bawah keputusasaannya.

“Rangga...” bisikku, lebih seperti permohonan daripada penolakan.

Tangannya menangkap tanganku, jemari kami bertaut rapat. “Gue bakal balikin dia. Gue sumpah. Cuma... jangan menjauh dari gue. Tolong.”

Kata tolong itu—pelan, serak, nyaris remuk—menghancurkanku lebih dari apa pun.


Alya nggak pernah membayangkan dia akan menikahi laki-laki yang diam-diam sudah dia cintai bertahun-tahun, dengan cara seperti ini.

Saat kakaknya, Bima, terancam hukuman dua puluh lima tahun penjara karena penggelapan dana dalam jumlah besar, Rangga Wijaya—konglomerat bisnis yang terkenal kejam—menawarkan sebuah kesepakatan: menikah dengannya sebagai ganti kebebasan sang kakak.

Ini bukan lamaran dongeng, melainkan balas dendam yang disusun rapi. Karena di hati Rangga, Alya adalah biang keladi yang telah membunuh adiknya, Citra. Dia ingin Alya membayar harganya—menebusnya dengan seumur hidup penderitaan.
1