2 Book(s) Related to the warp 40k

Asmara di Usia 40 Tahun

Asmara di Usia 40 Tahun

558 Dilihat · Sedang Berlangsung · Helena Naionara
Deborah, perempuan kepala empat, sedang segila orang yang muter-muter ngejar ekornya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Entah kenapa, di usia segitu, ia malah nekat mengunduh aplikasi kencan. Dari sana, ia ketemu seorang pria yang muncul di layar dengan nama sederhana: Pak R. Wajahnya—astaga—seolah keluar dari khayalan paling liar yang selama ini cuma berani ia simpan di kepala.

Pak R langsung mengajaknya makan malam. Deborah yang sudah lama lupa rasanya deg-degan, mendadak seperti anak SMA baru diajak jalan. Ia berdandan dengan semangat yang bahkan membuatnya sendiri geli. Di kaca, ia mencoba meyakinkan dirinya: ini cuma makan malam, cuma ngobrol, bukan apa-apa.

Tapi sebelum ia sempat sampai, hidup keburu menggoda dengan cara yang paling memalukan.

Di perjalanan, Deborah bertemu seorang asing. Tatapannya tajam, senyumnya malas, dan caranya berdiri seakan dunia ini miliknya. Semua alarm kewarasan di kepala Deborah sempat bunyi, tapi tubuhnya lebih cepat daripada logika. Ada momen pendek, terlalu dekat, terlalu hangat—lalu ia menyerah. Seolah-olah ia bukan Deborah yang biasanya penuh perhitungan, melainkan seseorang yang sudah terlalu lama menahan lapar.

Setelahnya, rasa bersalah menghantam seperti mabuk yang datang terlambat. Moral hangover—itu kata yang paling pas—membuat tenggorokannya kering dan dadanya sesak. Ia mendadak sadar betapa bodohnya ia. Betapa gampangnya ia terpancing. Tanpa sempat mengucap apa pun yang pantas, Deborah kabur. Cepat, panik, seperti kucing liar yang baru saja disiram air.

Dan ia berusaha mengubur semuanya di bawah karpet, pura-pura itu cuma insiden yang tidak akan pernah muncul lagi.

Takdir, ternyata, suka bercanda dengan cara paling kejam.

Keesokan harinya, kantor kedatangan pimpinan baru.

Deborah masih sempat merapikan meja, menyeduh kopi, menyiapkan wajah netral—sampai pintu ruang rapat terbuka dan pria itu masuk. Pria asing yang semalam membuatnya kehilangan akal. Orang yang sentuhannya masih terasa seperti bekas panas di kulitnya.

Dia berdiri di depan semua orang, memperkenalkan diri dengan suara tenang yang membuat bulu kuduk Deborah berdiri.

Itu bos barunya.

Deborah menelan ludah. Jantungnya seakan jatuh ke tumit.

Sejak saat itu, hari-harinya berubah jadi perang sunyi. Di kantor, ia harus memasang ekspresi profesional, memilih kata-kata yang aman, menjaga jarak yang sopan—sementara di dalam dirinya ada api yang menyala setiap kali mata mereka bertemu. Setiap kali pria itu menoleh, setiap kali namanya dipanggil, setiap kali ia lewat di belakang kursinya dan aroma parfumnya menyelinap masuk ke napas Deborah.

Ia harus bertahan di tengah ketegangan yang tidak pernah benar-benar diucapkan, tapi selalu ada—menggantung di udara ruang kerja seperti listrik yang siap menyambar.

Dan yang paling menyiksa: ia harus pura-pura tidak pernah terjadi apa-apa, padahal ia tahu, lelaki brengsek itu juga mengingatnya. Terlalu jelas dari cara senyumnya tertahan, dari tatapannya yang seolah berkata: kita punya rahasia.

Deborah cuma bisa menggertakkan gigi dan berjanji pada diri sendiri: ia tidak akan jatuh lagi.

Masalahnya, setiap kali ia menatap mata pria itu, janji itu terasa seperti lelucon.
Pewaris Tak Dikenal Sang Alpha

Pewaris Tak Dikenal Sang Alpha

729 Dilihat · Sedang Berlangsung · THE ROYAL LOUNGE👑
"Kamu milikku!", dia berteriak padaku dengan wajah tampan yang kini berkerut marah,
"Aku bukan milikmu saat kamu menolakku pagi itu", aku berusaha sekuat tenaga meniru ekspresinya tapi gagal total. Dia memasang senyum kecil di wajahnya, kerutannya menghilang saat dia mendekat dan meletakkan tangannya di pinggangku, membuatku merinding,
"Kamu selalu milikku, Brea", dia menarikku lebih dekat dan menyandarkan kepalanya di leherku, menghirup aroma tubuhku dan melanggar ruang pribadiku, "Dan kamu akan selalu menjadi milikku". Aku merasakan giginya menggores tulang belikatku - dia akan menandai aku dan aku tidak punya kekuatan untuk menghentikannya...
"Mama!", suara anakku membangunkanku dari trance yang memabukkan dan aku segera melangkah menjauh dari pria yang selalu menjadi orang asing bagiku. Aku menggendong anakku dan meletakkannya di pinggul sebelum menatap pria itu lagi. Wajahnya penuh dengan keterkejutan saat dia berkedip-kedip,
"Itu...", dia terhenti,
"Kita? Iya", aku ingin berbohong padanya, mengatakan bahwa anak di pelukanku bukan anaknya, mungkin dia akan merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan saat dia menolakku...


Brea Adler, ditolak oleh pasangannya dan seluruh kawanan, terpaksa pergi setelah tidak bisa menahannya lagi. Dia berakhir di kawanan lain dengan seorang Alpha, Brennon Kane yang memperlakukannya seperti ratu dan mereka langsung jatuh cinta.

Apa yang terjadi lima tahun kemudian ketika pasangannya dan mantan Alpha, Jax Montero mengunjungi kawanan barunya untuk membahas masalah kawanan? Apa yang terjadi ketika dia mengetahui bahwa dia memiliki anak darinya?
1