3 Book(s) Related to ted beneke

Boneka Iblis

Boneka Iblis

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
BALAS DENDAM TRILIUNER BONEKA KAIN

BALAS DENDAM TRILIUNER BONEKA KAIN

322 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ms.BlackRose
Aku pernah nekat mengambil satu-satunya kesempatan dengan pria yang menguasai seluruh hatiku, meski aku tahu itu akan menukar hidupnya dengan cinta sejatinya—dan menjebak kami berdua dalam pernikahan tanpa cinta. Enam tahun lamanya, aku hidup sebagai istri yang tak diinginkan: hadiah hiburan, selalu berdiri di balik bayang-bayang perempuan sempurna yang benar-benar ia cintai.

Kupikir perceraian akan membebaskan kami berdua.

Ternyata aku salah.

Sambil pura-pura jadi istri patah yang cuma bisa menelan luka, diam-diam aku membangun kerajaan. Sekarang aku bukan sekadar perempuan yang merusak hidupnya—aku perempuan yang hartanya menembus triliunan, punya kuasa untuk merobohkan semua yang dulu kami anggap tak tergoyahkan. Dan tepat saat aku siap membuka topengku, dia kembali. Cinta pertamanya. Perempuan yang tak pernah berhenti ia inginkan.

Tapi ada satu hal yang belum ia tahu—aku bukan lagi gadis remuk yang dulu mengemis remah kasihnya. Kali ini, semua kartu ada di tanganku.


“Anjing… lo cantik banget, Pamela. Bikin gue nggak waras—menggoda, dan sepenuhnya milik gue. Gue bakal bikin lo menikmati semuanya, sampai lo sendiri yang minta gue berhenti, sampai lo mohon dikasih waktu buat istirahat. Gue bakal ngambil lo berkali-kali, tanpa henti, sampai besok satu-satunya hal yang lo inget cuma gimana gue memuaskan lo dengan semua yang gue punya. Gue bakal bikin lo ngerasain cinta yang paling sempurna—buat nebus semua salah gue dulu.”
Divonis Hidup Tanpamu: Bos Menangis Gila Pegang Tes Kehamilan

Divonis Hidup Tanpamu: Bos Menangis Gila Pegang Tes Kehamilan

539 Dilihat · Sedang Berlangsung · Budi Santoso
"Aku manusia, bukan alat pelampiasan nafsumu!" teriakku dalam hati.

Suara Rangga dingin menusuk, "Kau istriku. Memenuhi kebutuhan fisiologisku adalah halal dan sewajarnya."

"Perang dingin kita belum berakhir!" Perlawananku sia-sia. Rangga sudah memasuki tubuhku.

Tangannya yang dingin mengusap payudaraku. Dalam lima tahun pernikahan, setelah berhubungan badan tak terhitung kali, dia tahu persis bagaimana membangkitkan gairahku.

Persis saat tubuhku menggigil, hendak mencapai klimaks, telepon berdering kasar. Rangga langsung berhenti, menutup mulutku, dan mengangkat telepon.

Di seberang sana, seorang perempuan merengek manja, "Sayang, aku sudah sampai."
1