5 Book(s) Related to suga autumn leaves

Mencintai Sugar Daddy-ku

Mencintai Sugar Daddy-ku

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Oguike Queeneth
Aku berumur dua puluh tahun, dia empat puluh, tapi aku tergila-gila pada pria yang dua kali usiaku.

"Kamu basah sekali untukku, Sayang." Jeffrey berbisik.
"Biarkan Daddy membuatmu merasa lebih baik," aku merengek, melengkungkan punggungku ke dinding sambil mencoba mendorong pinggulku ke jari-jarinya.
Dia mulai memainkan jarinya lebih cepat dan pikiranku kacau.
"Sebut namaku." Dia bergumam.
"J... Jeffrey," kataku, dia tiba-tiba mendorong pinggulnya ke arahku, menarik kepalanya ke belakang untuk menatapku.
"Itu bukan namaku." Dia menggeram, matanya penuh nafsu dan napasnya berat di pipiku.
"Daddy." Aku mengerang.
Ratu Sugar Sang Mafia

Ratu Sugar Sang Mafia

254 Dilihat · Sedang Berlangsung · Gregory Ellington
Di dunia yang dipenuhi utang, keputusasaan, dan hasrat-hasrat berbahaya, Hana tak pernah membayangkan bahwa bertahan hidup justru akan menyeretnya ke pelukan seorang pria berkuasa yang misterius.

Berjuang menyelamatkan ibunya yang sakit-sakitan sekaligus lari dari kehancuran finansial yang menekan sampai napas terasa sempit, Hana menerima sebuah kesepakatan berisiko tinggi—kesepakatan yang katanya mampu membereskan semua masalahnya. Tapi, berapa harga yang harus dibayar?

Leonardo, pria dengan bayangan yang lebih gelap dari malam dan kuasa yang seolah tak berbatas, menawarkan semua yang selama ini cuma bisa ia lihat dari kejauhan: kemewahan, rasa aman, dan perlindungan.

Namun di wilayah licin tempat uang dan kuasa saling mencabik, tak ada yang sesederhana kelihatannya.

Saat Hana menapaki jaringan rumit hubungan berbayar, perang antarperusahaan, dan perasaan yang datang tanpa diundang, ia mulai paham: ada tawar-menawar yang menyisakan simpul-simpul tak terlihat—simpul yang bisa menyelamatkanmu, atau menjeratmu sampai habis.

Ketika batas antara transaksi dan gairah kian kabur, dan musuh mengitari seperti hiu yang mencium bau darah, Hana harus memilih: apakah bertahan hidup sepadan dengan harga sebuah jiwa?
Surga Kejam: Romansa Mafia

Surga Kejam: Romansa Mafia

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · nicolefox859
Apa yang lebih memalukan daripada kepencet telepon bokong?

Kepencet telepon bokong… ke bos sendiri.

Dan ninggalin pesan suara yang cabul waktu kamu, uh… lagi “berpikir” soal dia.

Kerja jadi asisten pribadi Ruslan Oryolov itu neraka yang dibayar. Seharian penuh gue ngurusin miliarder itu—setiap maunya, setiap tingkahnya, setiap perubahan mood yang datangnya kayak hujan dadakan. Begitu pulang malam itu, gue butuh pelampiasan. Pelepas tegang. Apa pun yang bisa bikin kepala gue berhenti berdengung.

Jadi di rumah, itulah yang gue lakukan.

Masalahnya, pikiran gue masih nyangkut di si bos brengsek yang tiap hari bikin hidup gue berantakan. Nggak apa-apa—karena dari sekian banyak dosa Ruslan, yang paling berbahaya mungkin justru satu: dia keterlaluan gantengnya. Malam ini, fantasi tentang dia adalah satu-satunya hal yang gue butuhin buat bikin gue lepas kendali.

Sampai kemudian gue ngelirik ke bawah.

Ponsel gue kejepit di sebelah tubuh gue, layarnya nyala redup, notifikasi kecil yang bikin darah gue seketika beku.

Ada voicemail.

Durasi: 7 menit 32 detik.

Tujuan: Ruslan Oryolov.

Dunia gue runtuh tanpa suara. Gue menjerit pelan, refleks, lalu melempar ponsel itu sekuat tenaga ke arah karpet seberang kamar, seolah-olah kalau benda itu jauh dari gue, kenyataan ikut menjauh.

Tapi nggak ada tombol “batal” untuk kerusakan yang udah terjadi. Nggak ada cara ngambil balik… itu. Desahan gue yang terlalu jelas. Kalimat-kalimat putus-putus yang seharusnya cuma jadi rahasia di balik pintu terkunci. Puncak yang, sialnya, sangat vokal.

Jadi gue harus gimana?

Rencana gue sederhana: jauhin dia. Pura-pura nggak pernah kejadian. Lagipula, orang sesibuk itu mana sempat ngecek voicemail, kan?

Ternyata gue terlalu naif.

Karena keesokan harinya, di kalender kerja gue muncul undangan rapat pribadi—satu lawan satu.

Durasi rapat: tepat 7 menit 32 detik.

Dan satu hal jadi pasti.

Dia.

Dengar.

Semuanya.
Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

404 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sophia
Pada hari pernikahannya, suaminya kabur dengan wanita lain.
Malam itu, dia membawa pulang seorang pemuda tampan!
Siapa yang butuh pria di zaman sekarang?
Tiga tahun kemudian, pemuda itu berubah menjadi CEO yang berkuasa.
Tunggu, kamu, seorang miliarder, menghabiskan uang cewek ini setiap hari?
Balas Dendam Manis karena Pengkhianatan

Balas Dendam Manis karena Pengkhianatan

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Autumn Winters
Obsesi Redaksi Bulan Ini: Dia ingin balas dendam. Yang dia temukan jauh lebih berbahaya: dirinya sendiri.

Saat pengkhianatan menghancurkan segalanya, balas dendam terasa seperti satu-satunya jawaban. Sampai ternyata bukan.

Alya mengira dia paham apa itu cinta. Empat tahun bersama Bagas rasanya seperti selamanya—nyaman, aman, bisa ditebak. Tapi ketika malam kencan pelan-pelan menghilang dan “darurat kerja” tengah malam makin sering, dia memilih menutup mata. Sampai dia nggak bisa lagi.

Satu lirikan ke ponsel Bagas mengubah semuanya. Pesan-pesan cabul. Foto-foto dari perempuan lain. Bukti kalau laki-laki yang dia percaya selama ini ternyata hidup dalam kebohongan.

Hancur dan mendidih oleh amarah, Alya ingin membalas. Sahabatnya, Citra, punya rencana yang menurutnya paling pas: tidur dengan sahabat Bagas, Rangga—satu-satunya laki-laki yang diam-diam bikin Bagas minder. Tampan, mapan, dan karismanya berbahaya, Rangga adalah semua hal yang Bagas pura-pura miliki.

Harusnya simpel. Satu malam. Satu aksi balas dendam. Habis itu dia pergi. Tapi nggak ada yang sederhana dari Rangga.

Saat Alya berdiri di depan pintu apartemennya, Rangga melihat lebih dari sekadar amarah. Dia melihat perempuan di baliknya—rapuh, menyala, memikat. Yang bermula dari balas dendam berubah menjadi sesuatu yang sama sekali nggak mereka duga. Dalam pelukan Rangga, Alya menemukan gairah yang bahkan dia nggak pernah tahu ada. Sebuah keterhubungan yang bikin dia takut. Perasaan yang bikin segalanya jadi rumit.

Sekarang Alya terjebak di antara balas dendam yang dia rencanakan dan laki-laki yang sama sekali nggak pernah dia niatkan untuk dicintai.

Karena batas antara pembalasan dan emosi yang nyata itu tipisnya mengerikan.

Dan begitu kamu melangkah melewatinya, nggak ada jalan untuk kembali.
1