4 Book(s) Related to santa's husband pdf

Crazy Husband

Crazy Husband

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Soesan
Ternyata kenyataan tak seindah yang impikan. Pernikahan yang diharapkan menjadi sebuah pelabuhan cinta, tetapi ternyata pernikahannya hanya sebuah permainan untuk menutupi aib Daren.

"Maafkan aku, Cecil. Aku tidak akan pernah menyentuhmu sedikitpun karena aku hanya mencintai istriku."

"Lalu untuk apa kamu memintaku menikah denganmu, Daren?" Sebuah pertanyaan yang memang pantas diberikan untuk pria aneh itu.

Kesakitan dan kekecewaan Cecil tidak hanya sampai di situ saja. Daren bukan hanya tidak menyentuhnya sama sekali, tapi pria itu benar-benar tidak pernah menganggapnya ada sebagai seorang istri.

Hampir setiap malam Daren tidak pernah tidur dengannya. Pria itu mempunyai kamar khusus yang tidak satu orang pun boleh mengunjunginya termasuk Cecil.

Semua yang Daren lakukan menimbulkan kecurigaan yang besar bagi Cecil. Secara diam-diam wanita itu menyelinap masuk ke dalam kamar rahasia milik Daren.

Sakit dan kecewa Cecil tidak lebih besar dari keterkejutannya ketika mengetahui kenyataan yang ada. Sebuah boneka wanita berparas cantik terbaring indah di atas ranjang besar dengan segala kesempurnaannya.
Nona Muda dari Pedesaan Sangat Keren!

Nona Muda dari Pedesaan Sangat Keren!

688 Dilihat · Sedang Berlangsung · INNOCENT MUTISO
Lahir dengan kondisi tubuh yang lemah, Ariel Hovstad dibenci oleh keluarganya. Sejak Mrs. Kathleen Hovstad melahirkan sepasang anak kembar, Ariel dan Ivy Hovstad, dia terbaring di tempat tidur. Dia percaya bahwa Ariel membawa sial karena setiap kali dia berinteraksi dengannya, kesehatannya semakin memburuk. Karena takut terkena sial lagi, Mrs. Kathleen memerintahkan suaminya, Mr. Henry Hovstad, untuk menyingkirkan Ariel saat dia berusia tiga tahun.

Mr. Henry mengirimnya ke pedesaan untuk tinggal bersama kerabat jauh; neneknya. Bertahun-tahun kemudian, neneknya meninggal, dan Ariel terpaksa kembali ke keluarganya. Semua orang di rumah melihatnya sebagai musuh, jadi dia dibenci. Dia hanya berada di kamarnya atau di sekolah.
(Di kamarnya pada malam hari, ponselnya tiba-tiba berdering)

Orang X: Hei bos, apa kabar? Kangen nggak sama aku? Oh, keluargamu baik-baik aja kan? Bos, akhirnya kamu ingat aku, huhuhu..
Ariel: Kalau nggak ada yang penting, aku tutup ya.
Orang X: Hei bos, tunggu, aku-

Apa yang terjadi dengan dia yang seharusnya jadi anak kampung? Bukannya dia seharusnya miskin dan tidak diinginkan? Kenapa ada yang menjilat seperti...bawahan?

Suatu pagi yang cerah saat dia menuju sekolah, seorang asing yang tampak seperti dewa Yunani tiba-tiba muncul, dingin, kejam, workaholic, dan menjaga jarak dari semua wanita. Namanya Bellamy Hunters. Mengejutkan semua orang, dia menawarkan tumpangan ke sekolah. Bukannya dia seharusnya membenci wanita? Apa yang sebenarnya terjadi?

Si workaholic yang dulu dikenal tiba-tiba punya banyak waktu luang, yang dia gunakan untuk mengejar Ariel. Setiap komentar negatif tentang Ariel selalu dibantah olehnya.

Suatu hari sekretarisnya datang dengan sebuah berita: "Bos, Nona Ariel mematahkan lengan seseorang di sekolah!"

Si bos besar hanya mencemooh dan menjawab, "Omong kosong! Dia terlalu lemah dan penakut! Nyamuk aja nggak bisa dia bunuh! Siapa yang berani bikin rumor seperti itu?"
Hukum Aku, Tolong

Hukum Aku, Tolong

736 Dilihat · Sedang Berlangsung · Vand Santos
Seharusnya dia yang jadi pemangsa.
Serigala.
Sang Alfa.

Sampai aku menekan tumit stilettoku di antara kedua kakinya dan berbisik di telinganya:

“Merangkak.”

Dan dia menurut.

Berlutut.
Tangan diborgol.
Keras menegang, kelelakiannya menonjol dan berdenyut di balik celana mahalnya.

Aku tersenyum.

Kutarik ujung tumitku yang tajam, menggesek pelan tepat di atas tonjolan tebal di antara kakinya.

“Mau keluar?” tanyaku manis.
“Nge-mohon.”
“Mulut dibuka lebar… kayak anjing kecil yang patuh.”
DITOLAK OLEH PASANGANKU

DITOLAK OLEH PASANGANKU

529 Dilihat · Sedang Berlangsung · Renata Santos
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali menatap mataku seolah ingin menancapkan sesuatu di sana. Menahan tatapan setajam itu, tenggorokanku kering. Aku menelan ludah lagi.

“Aku, Jaka Wiratama, menolakmu, Omega Santi Basuki.”

Tubuhku gemetar. Rasanya seperti sedang didorong pelan-pelan ke tepi jurang—ke titik ambruk yang tinggal menunggu waktu. Aku tahu dia menungguku membalas. Menungguku mengatakan kata itu.

Di dalam kepalaku, Ming melolong lagi—kali ini lebih keras—memohon agar aku tidak menjawabnya, memohon agar aku melawan, agar aku tidak menerima penolakannya. Tapi siapa aku sampai harus melawan kemauannya dan memaksanya, kalau dari awal sudah jelas dia nggak menginginkanku?


Di dunia kaum serigala, tempat posisi dalam kawanan menentukan nasib, hidup Santi berbelok tajam dengan cara yang menyayat. Tanpa diduga, ia diturunkan dari Beta menjadi Omega—jatuh dari tempat yang selama ini ia pegang dengan susah payah.

Penolakan datang bertubi-tubi: dari kawanannya sendiri, dari orang-orang yang dulu memanggil namanya dengan hormat, bahkan dari pasangan yang selama ini ia tunggu seumur hidup. Sendirian, Santi harus menapaki jalan yang rumit dan penuh luka, sambil belajar bernapas di tengah rasa malu dan sakit yang menempel di kulit.

Sementara itu, Jaka—putra sang Alfa—tumbuh dengan pesona dan kuasa yang membuat siapa pun menoleh. Dia jenis laki-laki yang gampang membuat orang jatuh, lalu meninggalkan mereka patah tanpa menoleh ke belakang. Tak pernah sekali pun ia membayangkan takdir akan mempertemukannya dengan Santi, seekor serigala betina yang ia anggap lemah dan tidak layak berdiri di sisinya.

Ketika dunia mereka bertabrakan, Santi justru terjerat semakin dalam. Cintanya pada Jaka tumbuh seperti akar yang nekat mencari air di tanah kering. Jaka, sebaliknya, mati-matian menahan rasa yang mulai merembes—tercabik antara martabat, aturan kawanan, dan ikatan ganjil yang tak bisa ia jelaskan, tapi juga tak bisa ia putuskan begitu saja.

Sampai tibalah satu momen yang mengubah segalanya.

Jaka mengucapkan kalimat yang meremukkan dunia Santi, memutus ikatan yang seharusnya bisa mereka miliki. Jantung Santi bergetar—terbelah antara cinta yang masih bertahan dan perih yang menamparnya mentah-mentah.

Akankah cinta Santi cukup untuk melunakkan hati Jaka, membuatnya menantang kebiasaan demi ikatan mereka?

Dan bisakah Santi menemukan kekuatan untuk bangkit—melewati penolakan dan pengkhianatan yang memaksanya jatuh hingga serendah-rendahnya?
1