3 Book(s) Related to sabito

Sakit Hamil Sang CEO

Sakit Hamil Sang CEO

717 Dilihat · Sedang Berlangsung · Maya Sari
Tiga tahun lalu, kecelakaan mobil menjerumuskannya ke dalam koma. Sang cinta pertama pergi tanpa ragu, melanjutkan studi. Siti Aisyah, yang terbebani merawat ibunya yang sakit, terpaksa dinikahkan dengan sang pria koma oleh neneknya demi warisan.

Saat pria itu akhirnya tersadar, satu malam yang berapi-api membuat Siti hamil. Anehnya, dia mulai merasakan mual pagi hari dan segala keluhan kehamilan yang dialami Siti, seolah-olah tubuhnya ikut mengandung!

Penderitaan bersama itu tak meluluhkan hatinya. Begitu cinta pertama kembali, dia langsung menuntut cerai. Namun, Siti tak patah semangat. Sambil mengandung anaknya, dia mengejar mimpi lamanya menjadi pelukis.

Yang tak dia duga, surat wasiat sang nenek menyimpan kejutan: semua harta warisan yang disiapkan untuk sang cucu, akan diwariskan kepada Siti dan anak dalam kandungannya...
Rasa Sakit Kehamilan Empati CEO

Rasa Sakit Kehamilan Empati CEO

327 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lila Moonstone
Tiga tahun yang lalu, Michael Smith mengalami kecelakaan mobil yang parah dan jatuh koma. Dokter bilang dia seperti sayuran. Cinta pertamanya tidak ragu untuk pergi melanjutkan studi ke luar negeri. Sementara itu, aku dipaksa menikah dengannya dalam pernikahan yang diatur oleh neneknya, agar aku bisa merawat ibuku yang sakit. Ketika dia terbangun, cinta pertamanya sudah kembali ke negara ini, dan aku mendapati diriku hamil. Kami melewati mual-mual pagi dan kesulitan kehamilan sepuluh bulan bersama-sama. Tapi kemudian dia mengajukan cerai, memaksaku pergi tanpa apa-apa. Aku berjuang mengejar karir sebagai pelukis sambil menjalani kehamilan. Tanpa aku ketahui, wasiat neneknya menyatakan bahwa semua aset yang awalnya ditujukan untuknya akan diberikan kepadaku dan bayi dalam kandunganku.
Di Balik Topeng: Rasa Sakit Tersembunyi Sang Miliarder

Di Balik Topeng: Rasa Sakit Tersembunyi Sang Miliarder

348 Dilihat · Sedang Berlangsung · cici
Tumbuh dalam kekayaan dan privilese, aku tak pernah mempertanyakan kehidupan sempurna yang kujalani.
Namun, semuanya berubah saat dia masuk ke duniaku—cerdas, protektif, dan tampaknya sangat peduli padaku.
Yang tidak kusadari adalah bahwa pertemuan kami bukanlah kebetulan. Setiap senyuman, setiap gerakan, setiap momen yang terasa tulus sebenarnya adalah bagian dari rencana yang disusunnya dengan hati-hati untuk membalas dendam pada ayahku.

Saat skema rumitnya terungkap, perasaannya yang tak terduga padaku memperumit misinya. Apa yang dimulai sebagai dendam lama mulai berubah menjadi sesuatu yang tak pernah kami duga.
Sekarang, kami terjebak dalam situasi sulit: terperangkap antara kesetiaan keluarga dan perasaan yang tulus, kami harus memutuskan—apakah balas dendam benar-benar sepadan dengan mengorbankan masa depan yang tak pernah kami bayangkan?
1