3 Book(s) Related to radish pun

Penyiar Radio Wanita

Penyiar Radio Wanita

247 Dilihat · Sedang Berlangsung · Aria Sinclair
Selama tiga tahun mendengarkan radio, aku jatuh cinta pada penyiar wanita. Suatu hari, dia datang ke tokoku membeli alat tulis...
Kurasa Aku Tidur dengan Sahabat Terbaik Kakakku

Kurasa Aku Tidur dengan Sahabat Terbaik Kakakku

528 Dilihat · Sedang Berlangsung · PERFECT PEN
Aku menciumnya lagi untuk mengalihkan perhatiannya saat aku melonggarkan ikat pinggangnya dan menarik celana serta boksernya sekaligus. Aku menjauh dan tidak percaya dengan apa yang kulihat... Maksudku, aku tahu dia besar, tapi tidak sebesar ini, dan aku yakin dia menyadari bahwa aku terkejut.

"Ada apa, sayang... aku menakutimu ya?" Dia tersenyum, menatap mataku. Aku menjawab dengan memiringkan kepala dan tersenyum padanya.

"Kamu tahu, aku tidak menyangka kamu akan melakukan ini, aku hanya ingin..." Dia berhenti bicara ketika aku melingkarkan tanganku di sekitar kemaluannya sambil memutar lidahku di sekitar kepalanya sebelum memasukkannya ke dalam mulutku.

"Sial!!" Dia mengerang.


Hidup Dahlia Thompson berubah drastis setelah dia kembali dari perjalanan dua minggu untuk mengunjungi orang tuanya dan mendapati pacarnya, Scott Miller, berselingkuh dengan sahabatnya dari SMA, Emma Jones.

Marah dan hancur, dia memutuskan untuk pulang, tetapi berubah pikiran dan memilih untuk berpesta gila-gilaan dengan seorang asing.

Dia mabuk berat dan akhirnya menyerahkan tubuhnya kepada orang asing ini, Jason Smith, yang ternyata adalah calon bosnya dan sahabat kakaknya.
Lagu Cinta (GXG)

Lagu Cinta (GXG)

998 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sarah Radi
Alya mengambil keputusan yang, buat orang-orang di kampungnya, terdengar nekat: meninggalkan hidup pedesaan yang tenang dan pindah ke Jakarta untuk kuliah di sekolah musik yang namanya sudah lama ia simpan rapat-rapat dalam kepala.

Kota menyambutnya bukan dengan pelukan, melainkan dengan harga kos yang bikin dada sesak, uang makan yang cepat habis, dan jadwal latihan yang menuntut tenaga sampai ujung. Alya sadar, mimpi saja nggak cukup. Ia butuh cara buat bertahan.

Maka ia menerima tawaran gabung dengan sebuah band yang rutin manggung di bar LGBT dekat kawasan Blok M. Lampu temaram, tawa yang meledak di sela musik, dan orang-orang yang datang untuk menjadi diri sendiri—semuanya terasa asing sekaligus menghangatkan. Di sana, Alya belajar membaca penonton, menahan grogi, dan tersenyum meski kakinya pegal serta kepalanya penuh hitungan.

Ia mengira hidupnya akan berputar di sekitar kelas, kos sempit, dan panggung kecil dengan set-list yang harus dihafal. Ia sama sekali nggak menyangka, satu malam biasa bisa mengubah arah segalanya.

Malam itu, di sela jeda lagu, Alya turun dari panggung untuk minum. Dari sudut ruangan, ia menangkap sosok perempuan dengan setelan rapi yang terlalu kontras dengan kerumunan. Tatapannya tajam, wajahnya tenang, seolah sedang menilai dunia tanpa perlu ikut berisik. Perempuan itu menatap panggung, lalu sekilas mata mereka bertemu.

Alya sempat menunduk, berusaha mengabaikannya. Tapi detik itu sudah terlanjur menempel, seperti nada yang salah namun malah jadi terus teringat.

Namanya Clara—seorang jaksa yang namanya kerap muncul di berita, terkenal dingin di ruang sidang, dan entah bagaimana juga dikenal sebagai perempuan yang gampang membuat orang jatuh… lalu patah.

Dan Alya, yang datang ke kota cuma ingin mengejar musik, belum tahu bahwa pertemuan itu adalah awal dari belokan yang tidak pernah ia rencanakan.
1