4 Book(s) Related to priest sierra simone read online

Cinta Terlarang: Aku dan Ayah Sahabatku

Cinta Terlarang: Aku dan Ayah Sahabatku

1.6k Dilihat · Sedang Berlangsung · Ayuk Simon
CATATAN TENTANG ISI

BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL. ISINYA DEWASA KARENA DIBERIKAN RATING 18+. BUKU-BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT KAMU MENCARI VIBRATOR DAN MENINGGALKAN CELANA DALAMMU BASAH. Nikmati, cewek-cewek, dan jangan lupa untuk berkomentar.

XoXo

Dia menginginkan keperawananku.
Dia ingin memiliki diriku.
Aku hanya ingin menjadi miliknya.

Tapi aku tahu ini lebih dari sekadar membayar hutang. Ini tentang dia yang ingin memiliki diriku, bukan hanya tubuhku, tapi setiap bagian dari siapa diriku.
Dan yang paling gila dari semuanya adalah kenyataan bahwa aku ingin memberikan segalanya padanya.

Aku ingin menjadi miliknya.
Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

902 Dilihat · Sedang Berlangsung · Red Vixen
Sofia sempat mengira kematian ibunya adalah pemicu yang akan mengakhiri hidupnya. Namun justru itulah pemicu yang menyeretnya kembali ke titik awal—ke masa ketika ia benar-benar hidup.

Menjadi yatim piatu di usia sembilan belas dan tak punya pilihan selain menumpang di rumah paman tiri yang bahkan tak pernah ia kenal, hidup Sofia mendadak seperti naik turun komidi putar. Yang menunggunya bukan sosok paman tiri seperti yang ia bayangkan—dingin, tua, dan menjengkelkan—melainkan seorang pria tiga puluh enam tahun yang terlalu rupawan untuk disebut “paman” tanpa membuat lidahnya kelu.

Ia nyaris siap menyerahkan semuanya begitu saja—hatinya, tubuhnya, keperawanannya, bahkan hidupnya—asal pria itu mau melihatnya.

Sejauh apa Sofia akan melangkah untuk membuktikan dirinya? Dan apa yang akan terjadi saat ia tanpa sengaja mengorek rahasia-rahasia yang seharusnya tetap terkubur, tak pernah sekalipun menyentuh terang?
Pembunuh dalam Penyamaran

Pembunuh dalam Penyamaran

340 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sherry
"Semua keluar," aku memerintah dengan gigi terkatup. "Sekarang."
"Jade, aku perlu memeriksa—" perawat mulai berkata.
"KELUAR!" Aku menggeram dengan cukup kuat hingga kedua wanita itu mundur ke arah pintu.
Dulu ditakuti oleh Organisasi Bayangan yang memaksaku untuk mereplikasi kemampuan agar lebih mudah dikendalikan, aku berhasil melarikan diri dari pengekangan dan meledakkan seluruh fasilitas mereka, siap mati bersama penculikku.
Namun, aku bangun di ruang kesehatan sekolah dengan wanita-wanita yang berdebat di sekelilingku, suara mereka menusuk kepalaku. Ledakanku membekukan mereka dalam keterkejutan—jelas mereka tidak mengharapkan reaksi seperti itu. Salah satu wanita mengancam sambil pergi, "Kita akan membahas sikap ini saat kamu pulang."
Kenyataan pahit? Aku telah terlahir kembali dalam tubuh seorang gadis SMA yang gemuk, lemah, dan dianggap bodoh. Hidupnya penuh dengan pengganggu dan penyiksa yang membuat hidupnya sengsara.
Tapi mereka tidak tahu dengan siapa mereka berurusan sekarang.
Aku tidak bertahan sebagai pembunuh paling mematikan di dunia dengan membiarkan siapa pun menginjakku. Dan aku pasti tidak akan memulainya sekarang.
Ditakdirkan untuk Sang Alfa yang Membunuhku

Ditakdirkan untuk Sang Alfa yang Membunuhku

523 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sherry
“Violet Goldcrest.”

Suara Daemon menghantam seperti petir—bergetar lewat tanah yang becek, merambat naik menembus lututku, masuk ke tulang-tulang sampai rasanya dunia ikut retak.

“Kau sudah gagal sebagai Luna.”

Aku berlutut di kubangan lumpur. Dingin dan kotor, tapi itu bukan apa-apa dibanding rasa sakit yang mengoyak dada ketika aku melihat punggungnya menjauh… bersama Celeste yang sedang hamil.

“I, Daemon Blackwood,” ucapnya datar, setajam es, “reject you as my mate.”

Sepuluh tahun.

Aku mencintainya sepuluh tahun—sampai hari itu dia menghancurkanku di depan semua orang lewat upacara penolakan yang digelar terbuka, meninggalkanku demi perempuan lain, lalu mengobarkan perang terhadap pack kami.

Orang tuaku mati saat berusaha melindungiku.

Dan aku mati sendirian—hancur, kering, patah—oleh pengkhianatan lelaki yang dulu kupikir akan jadi rumahku.

Lalu aku membuka mata…

…tiga tahun lebih awal.

Kali ini, aku selesai memohon-mohon cinta Daemon.

“Aku ajukan kesepakatan, Daemon,” kataku saat dia menepis tawaranku untuk memutus ikatan kami seperti menepuk debu dari lengan baju. “Sebentar lagi, kau bukan cuma akan menerima rejection ini—kau akan memintanya.”

Tatapannya menyapu wajahku dengan jijik yang dingin, seolah aku ini noda yang mengganggu pemandangan.

“Aku. Tidak. Meminta.”

Aku menghela napas pelan. Karena aku—yang sudah pernah menjalani semua ini—tahu persis apa yang akan terjadi.

Daemon akan bertemu true mate-nya.

Dia akan jatuh cinta setengah mati pada perempuan itu.

Dan akhirnya… dia akan membebaskanku.

Aku cuma perlu menunggu.

Tapi kemudian…

semuanya jadi aneh.

Lelaki yang dulu bisa menghilang berbulan-bulan tanpa peduli aku hidup atau mati, sekarang justru mengawasi setiap gerakanku. Dia menanyai aku tentang para pria lain—dengan nada seperti interogasi, seperti aku ini miliknya. Seolah ikatan yang ingin dia buang itu mendadak jadi sesuatu yang dia genggam erat.

Dan ketika dia akhirnya bertemu Celeste…

dia tidak menolakku seperti seharusnya.

Dia menolak Celeste.

Bukan aku.
1