2 Book(s) Related to practical magic alice hoffman

Milikku untuk Melindungi

Milikku untuk Melindungi

498 Dilihat · Sedang Berlangsung · Magic Whisper
"Kenapa kamu belum berpakaian?" tanyaku dengan tidak percaya.
"Aku ingin kamu menikmati pemandangannya lebih lama, lagipula, aku tidak terlalu peduli."
Apakah dia sedang mengolok-olokku? Dasar brengsek!
"Jangan terlalu dipikirin, ini ikatan, kamu nggak bisa menahannya," katanya dengan nada merendahkan yang menyebalkan.
"Tidak ada ikatan, karena aku..."
"Manusia, aku tahu, kamu sudah bilang itu."
Dia mengangkatku untuk duduk di pangkuannya, dan membawa telapak tanganku ke bibirnya, di mana dia mulai menaruh ciuman lembut. Kemudian, dia memasukkan ujung jari telunjukku ke dalam mulutnya dan mengisapnya dengan menggoda.
Aku merasa pipiku semakin memerah karena malu.
Dia menarik ujung jariku perlahan dari mulutnya, dengan ekspresi puas di wajah tampannya, dan berkata dengan sombong, "Katakan padaku, jika kamu bukan pasangan jiwaku, kenapa kamu tidak menarik diri?"


Hazel adalah gadis manusia biasa yang bekerja keras untuk menjadi desainer interior yang hebat. Tapi di dunia di mana manusia serigala dihormati, dia sering ditindas dan dibully.
Tak disangka, dia menemukan bahwa dia adalah pasangan jiwa yang ditakdirkan untuk sang alfa. Pada saat yang sama, dia adalah manusia serigala istimewa yang diberkahi kekuatan luar biasa oleh Dewi Bulan.
Menghadapi keinginan serigala lain untuk kekuatannya. Akankah dia menerima cinta dan menyelesaikan krisis bersama pasangannya?
Pernikahan Kontrak Paksa dengan Iblis

Pernikahan Kontrak Paksa dengan Iblis

452 Dilihat · Sedang Berlangsung · Alice Tumusiime
“Lo benci gue atau lo cinta gue, sama aja. Tiap malam gue bakal ngewe sama lo.”

MXM R18+
PERNIKAHAN KONTRAK PAKSA DENGAN IBLIS.

Napas gue tersedak waktu dia tiba-tiba mencengkeram dagu gue, sementara tangan gue yang satunya dipaksa terangkat dan ditahan di atas kepala.

“Lepasin gue, dasar iblis!” Gue menghantam dadanya berkali-kali. Gue pengin dorong dia menjauh, tapi tubuhnya sama sekali nggak goyah.

Nggak sampai beberapa menit, gue mengangkat lutut dan menghajar tulang keringnya. Begitu kena, dia mengerang kesakitan—dan gue langsung memanfaatkan celah itu buat lepas dari cekalannya.

Gue lari secepat mungkin ke seberang ruangan, putus asa menjauh darinya.

Dia nggak bakal seenaknya memperlakukan gue—meski kita sama-sama laki-laki.
1