2 Book(s) Related to pop ones cherry

Terikat Pada Paman Tiri Mafia-ku

Terikat Pada Paman Tiri Mafia-ku

908 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ruth Poe
Alya sejak dulu selalu jadi anak yang seolah tak terlihat—nggak diinginkan, nggak dicintai, dan terus-menerus tenggelam di bawah bayang-bayang kakaknya yang serba sempurna. Tapi begitu dia bertemu mereka, semuanya berubah.

Matteo, Enzo, dan Dante Moretti kaya, berpengaruh, dan berbahaya dalam cara yang bikin susah nolak. Tatapan mereka menempel padanya seakan-akan dia milik mereka. Sentuhan mereka jatuh begitu saja, seperti mereka sama sekali nggak bisa menahan diri. Dan saat mereka memutuskan mereka menginginkannya, kata tidak bukan jawaban.

Alya tahu itu salah. Secara teknis, mereka om tiri. Orang-orang juga suka berbisik—katanya mereka penjahat. Dan cara mereka “main” terlalu keras, terlalu liar. Tapi ketika Alya ada di pelukan mereka, ketika bisikan-bisikan kotor itu merayap di telinganya dan mereka memaksanya memohon untuk ditambah lagi… dunia di luar jadi nggak ada artinya.

Tapi mencintai mereka selalu ada harganya. Rahasia dari masa lalu Alya siap menyeretnya jatuh, dan musuh-musuh keluarga Moretti sudah menunggu celah untuk menjadikannya senjata. Alya terjepit di antara bahaya dan hasrat, tapi ada satu hal yang dia tahu pasti—dia memang nggak pernah ditakdirkan selamat dari mereka.

Dia ditakdirkan jadi milik mereka.
Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

702 Dilihat · Sedang Berlangsung · Cherie Frost
“Kamu suruh aku berhenti, aku berhenti,” bisiknya di dekat telingaku. “Tapi kalau kamu nggak...”

Dia nggak meneruskan. Dia juga nggak perlu.

Aku nggak menyuruhnya berhenti.

Sebaliknya, jemariku mencengkeram kemejanya, meremas kain itu seolah itu satu-satunya pegangan yang bikin aku tetap waras. Ada sesuatu di dalam dirinya yang akhirnya putus—sesuatu yang sudah terlalu lama dia tahan. Bibirnya menemukan bibirku dalam ciuman yang sama sekali bukan lembut, melainkan lapar, putus asa.

Aku terengah ke dalam ciumannya, tangannya meluncur naik, menangkup rahangku, menahanku seperti dia takut aku bakal lenyap begitu saja.

“Kamu bikin gue gila,” hembusnya di bibirku, lalu bibirnya turun menyusuri leherku. “Gue nggak bisa kehilangan lo, Alya. Bukan lo.”

Kepalaku terdongak, bunyi pelan lolos dari bibirku saat jemarinya menghafal lekuk pinggangku. Amarahku lumer di bawah keputusasaannya.

“Rangga...” bisikku, lebih seperti permohonan daripada penolakan.

Tangannya menangkap tanganku, jemari kami bertaut rapat. “Gue bakal balikin dia. Gue sumpah. Cuma... jangan menjauh dari gue. Tolong.”

Kata tolong itu—pelan, serak, nyaris remuk—menghancurkanku lebih dari apa pun.


Alya nggak pernah membayangkan dia akan menikahi laki-laki yang diam-diam sudah dia cintai bertahun-tahun, dengan cara seperti ini.

Saat kakaknya, Bima, terancam hukuman dua puluh lima tahun penjara karena penggelapan dana dalam jumlah besar, Rangga Wijaya—konglomerat bisnis yang terkenal kejam—menawarkan sebuah kesepakatan: menikah dengannya sebagai ganti kebebasan sang kakak.

Ini bukan lamaran dongeng, melainkan balas dendam yang disusun rapi. Karena di hati Rangga, Alya adalah biang keladi yang telah membunuh adiknya, Citra. Dia ingin Alya membayar harganya—menebusnya dengan seumur hidup penderitaan.
1