3 Book(s) Related to phoenix rising from flames

Kebangkitan Phoenix

Kebangkitan Phoenix

1.6k Dilihat · Sedang Berlangsung · Vicky Visagie
#perempuanhebat
"Dia melayang di atas tubuhku dan menyelaraskan penisnya dengan pintu masuk vaginaku. Kemudian dia mendorong masuk dengan keras dan cepat. "Sial" aku berteriak. Aku bisa merasakan bagaimana dia menembus selaput daraku. Dia tetap diam membiarkanku terbiasa dengan kepenuhan itu. "Kamu baik-baik saja, Sayang? Boleh aku bercinta denganmu sekarang?" ..."

Namaku Danielle Wilson, aku berusia 21 tahun dan masih perawan, kalau kamu mau tahu. Aku belajar Hukum Pidana di Berkeley, California. Ibuku meninggal saat aku berusia 10 tahun, ayahku mencoba bertahan sampai ulang tahunku yang ke-18, lalu dia ditangkap karena pencurian mobil. Aku kebanyakan siswa A. Aku tidak punya waktu untuk bersenang-senang atau pergi keluar dengan teman-temanku. Terapisku bilang aku perlu keluar. Teman-temanku mengatur malam keluar dan itu berakhir dengan kami dibius dan diculik oleh keluarga mafia. Mereka menyeret kami melintasi negara dengan truk, pesawat, dan kapal. Ketika kami tiba di New York, aku mencoba melarikan diri dan melompat ke air, saat itulah bajingan itu menembakku, aku tenggelam ketika seorang pria menarikku keluar dari air. Aku mencoba melawannya sampai dia memanggilku malaikat, ibuku memanggilku malaikat. Sekarang aku tinggal dengan Damon, dia yang menyelamatkanku dan membantuku bersembunyi dari keluarga mafia. Masalahnya hanya kami memiliki ketertarikan seksual yang kuat satu sama lain....
Kelahiran Kembali: Sang Phoenix Miliarder

Kelahiran Kembali: Sang Phoenix Miliarder

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Ariana Peige
Ivanna Martinez tewas dalam kobaran api yang dinyalakan oleh orang-orang yang selama ini ia cintai dan percaya sepenuh hati. Matanya dipenuhi benci dan pedih saat menatap sepasang kekasih itu melangkah pergi, meninggalkannya. Di dadanya, hanya ada satu hal yang tersisa: dahaga untuk membalas.

Namun langit belum selesai dengannya. Ia tidak sekadar terbangun—ia terlahir kembali.
Kembali untuk menagih utang yang dulu ditorehkan padanya, dengan darah.

Jadi kenapa kalau ia cuma pewaris palsu? Ia “pewaris palsu” yang membawa warisan darah asli—sesuatu yang akan membuat musuh-musuhnya gemetar.
Obat untuk Sang Miliarder

Obat untuk Sang Miliarder

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leah Flores
“Lo tau nggak? Muka lo kalau lagi main catur tuh kayak orang mau ngebunuh,” gue ketawa kecil, sambil ngejepit rajanya. “Skakmat.”

Di detik itu juga, gue nangkep kilat kaget di matanya—lalu sesuatu yang gelap, pekat, yang gue sendiri nggak bisa nebak artinya.

Dia berdiri mendadak. Badannya yang tinggi bikin napas gue serasa ketahan, bayangannya jatuh menutup gue. “Nggak ada yang menang di permainan gue, Nona Valencia. Nggak ada.”


Oliver Kang, dua puluh delapan tahun, pengusaha muda tajir yang namanya disebut-sebut orang seolah uang punya bau sendiri. Di balik sikapnya yang dingin dan rapi kayak baja, dia nyimpen rahasia yang nggak bisa dia beli atau suap: kondisi langka yang bikin sentuhan manusia jadi siksaan. Kulit orang lain, bahkan cuma kena sekilas, bisa memantik nyeri yang merambat cepat, bikin tubuhnya menolak. Akhirnya dia hidup sendirian di tengah kemewahan, dikelilingi orang tapi nggak pernah benar-benar disentuh siapa pun.

Dunia yang dia susun dengan perhitungan milimeter itu retak pada satu malam—malam ketika dia memergoki Dallas Valencia sedang nyelonong di rumah besarnya, berusaha ngambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kesepakatannya sederhana, tanpa ruang tawar: kerja jadi ART di rumahnya atau berurusan sama polisi.

Tapi semuanya berubah waktu Oliver nemuin sesuatu yang mustahil. Sentuhan Dallas—yang seharusnya bikin dia meringis, menarik diri, kesakitan—nggak memicu reaksi apa pun. Nggak ada nyeri. Nggak ada panas. Nggak ada tubuhnya yang menjerit minta lepas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dinding yang dia bangun rapi mulai rapuh.

Dallas Valencia nggak pernah berencana jadi ART pribadi miliarder paling dingin di kota. Rekeningnya kosong, dompetnya tipis, dan harga dirinya keras kepala. Dia nerima ultimatum itu dengan gigi terkatup, berniat bertahan dari arogansinya sampai dia bisa kabur dan balik ngatur hidupnya sendiri. Yang nggak pernah dia bayangin: dia justru jadi satu-satunya orang yang bisa nyentuh Oliver tanpa bikin pria itu tersiksa—jadi semacam penawar untuk penyakit yang udah ngurung Oliver seumur hidup.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” suatu malam dia menjebak gue di antara tubuhnya dan dinding, suaranya rendah, serak, bikin bulu kuduk gue berdiri. “Kenapa cuma lo?”
1