4 Book(s) Related to nicole stanton and eric ferguson

DITOLAK OLEH PASANGANKU

DITOLAK OLEH PASANGANKU

529 Dilihat · Sedang Berlangsung · Renata Santos
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali menatap mataku seolah ingin menancapkan sesuatu di sana. Menahan tatapan setajam itu, tenggorokanku kering. Aku menelan ludah lagi.

“Aku, Jaka Wiratama, menolakmu, Omega Santi Basuki.”

Tubuhku gemetar. Rasanya seperti sedang didorong pelan-pelan ke tepi jurang—ke titik ambruk yang tinggal menunggu waktu. Aku tahu dia menungguku membalas. Menungguku mengatakan kata itu.

Di dalam kepalaku, Ming melolong lagi—kali ini lebih keras—memohon agar aku tidak menjawabnya, memohon agar aku melawan, agar aku tidak menerima penolakannya. Tapi siapa aku sampai harus melawan kemauannya dan memaksanya, kalau dari awal sudah jelas dia nggak menginginkanku?


Di dunia kaum serigala, tempat posisi dalam kawanan menentukan nasib, hidup Santi berbelok tajam dengan cara yang menyayat. Tanpa diduga, ia diturunkan dari Beta menjadi Omega—jatuh dari tempat yang selama ini ia pegang dengan susah payah.

Penolakan datang bertubi-tubi: dari kawanannya sendiri, dari orang-orang yang dulu memanggil namanya dengan hormat, bahkan dari pasangan yang selama ini ia tunggu seumur hidup. Sendirian, Santi harus menapaki jalan yang rumit dan penuh luka, sambil belajar bernapas di tengah rasa malu dan sakit yang menempel di kulit.

Sementara itu, Jaka—putra sang Alfa—tumbuh dengan pesona dan kuasa yang membuat siapa pun menoleh. Dia jenis laki-laki yang gampang membuat orang jatuh, lalu meninggalkan mereka patah tanpa menoleh ke belakang. Tak pernah sekali pun ia membayangkan takdir akan mempertemukannya dengan Santi, seekor serigala betina yang ia anggap lemah dan tidak layak berdiri di sisinya.

Ketika dunia mereka bertabrakan, Santi justru terjerat semakin dalam. Cintanya pada Jaka tumbuh seperti akar yang nekat mencari air di tanah kering. Jaka, sebaliknya, mati-matian menahan rasa yang mulai merembes—tercabik antara martabat, aturan kawanan, dan ikatan ganjil yang tak bisa ia jelaskan, tapi juga tak bisa ia putuskan begitu saja.

Sampai tibalah satu momen yang mengubah segalanya.

Jaka mengucapkan kalimat yang meremukkan dunia Santi, memutus ikatan yang seharusnya bisa mereka miliki. Jantung Santi bergetar—terbelah antara cinta yang masih bertahan dan perih yang menamparnya mentah-mentah.

Akankah cinta Santi cukup untuk melunakkan hati Jaka, membuatnya menantang kebiasaan demi ikatan mereka?

Dan bisakah Santi menemukan kekuatan untuk bangkit—melewati penolakan dan pengkhianatan yang memaksanya jatuh hingga serendah-rendahnya?
Hukum Aku, Tolong

Hukum Aku, Tolong

736 Dilihat · Sedang Berlangsung · Vand Santos
Seharusnya dia yang jadi pemangsa.
Serigala.
Sang Alfa.

Sampai aku menekan tumit stilettoku di antara kedua kakinya dan berbisik di telinganya:

“Merangkak.”

Dan dia menurut.

Berlutut.
Tangan diborgol.
Keras menegang, kelelakiannya menonjol dan berdenyut di balik celana mahalnya.

Aku tersenyum.

Kutarik ujung tumitku yang tajam, menggesek pelan tepat di atas tonjolan tebal di antara kakinya.

“Mau keluar?” tanyaku manis.
“Nge-mohon.”
“Mulut dibuka lebar… kayak anjing kecil yang patuh.”
Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

896 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lysandra Veyne
Pada abad ke-24, seorang pemuda bernama Cui Xiaoyu mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya terlempar ke tahun 80-an, menjadi seorang gadis biasa dari keluarga petani miskin di desa.

Katanya sih bakal menikmati kehidupan pedesaan yang santai, tapi kenapa baru saja sampai malah hampir dijual oleh pedagang manusia? Dia harus mengurus makanan keluarganya, dan juga menghadapi dua paman yang memandangnya seperti musuh!

Orang lain yang terlempar ke masa lalu biasanya punya "cheat" yang membuat hidup mereka lancar dan sukses. Tapi dia hanya punya sepasang mata yang bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. Di zaman yang keras ini, mata seperti itu berguna buat apa?

Jadi, dia hanya bisa bekerja keras menanam jagung, mencari sumber air, dan melihat apakah ada tambang tersembunyi di sekitar sini! Dia tidak percaya bahwa dengan otaknya ini, dia bisa mati kelaparan di zaman kekeringan ini!

Dengan menendang paman yang jahat dan memukul preman tambang di desa, dia akan membawa seluruh keluarga Cui menuju jalan kekayaan!
Raja Para Alfa

Raja Para Alfa

286 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ana Karoline Mendes
Ditolak habis-habisan oleh belahan jiwa yang selama ini kupercaya ditakdirkan untukku, aku lari dari sakit hati dan mencari pegangan di pelukan seorang asing. Ada sesuatu pada dirinya—tatapan yang dalam, wibawa yang menyesakkan dada—yang membuatku tak mampu menolak, seolah tubuhku sudah lebih dulu menyerah sebelum pikiranku sempat bertahan.

Malam itu berubah jadi badai. Hasrat, amarah, dan kesepian bercampur jadi satu, menenggelamkanku sampai aku lupa siapa diri sendiri. Aku mengira aku hanya membiarkan diriku jatuh pada orang yang tak akan pernah kutemui lagi setelah fajar.

Aku salah.

Aku baru paham setelah semuanya terlambat—bahwa lelaki yang kupilih untuk melupakan takdir justru adalah takdir yang lebih besar: Raja Kaum Serigala.

Dan kini, di dalam rahimku tumbuh pewaris takhtanya.

Aku terjepit di antara dua hal yang sama-sama berbahaya: menolak tarikan dirinya yang seperti hipnosis, atau membiarkan ikatan rapuh di antara kami tumbuh hingga cukup kuat untuk menyelamatkan kami berdua. Setiap kali ia mendekat, udara terasa lebih berat. Suaranya seperti perintah yang tak terdengar namun ditaati. Kehadirannya membuatku ingin kabur sekaligus ingin pulang—padahal aku bahkan tak tahu di mana rumahku lagi.

Di luar sana, bayang-bayang bergerak mengincar kami. Ancaman datang dari lorong-lorong gelap, dari bisik-bisik yang berhenti saat aku lewat, dari mata-mata yang terlalu lama menatap. Ada yang tak sudi melihat seorang perempuan tanpa nama, tanpa darah bangsawan, membawa calon raja.

Setiap pertemuan dengannya menguji tekadku.

Ia bukan hanya lelaki. Ia mahkota, hukum, dan kutukan. Di balik sikap dinginnya, ada sesuatu yang menuntut—bukan sekadar tubuhku, tapi kepercayaanku. Dan setiap kali ia menyebut anak itu, suaranya melembut seperti ia sedang memegang sesuatu yang mudah pecah. Aku ingin percaya kelembutan itu nyata, bukan sekadar cara lain untuk menundukkanku.

Namun bagaimana caranya mencintai seseorang yang hidupnya milik takhta? Bagaimana caranya melindungi sebuah ikatan ketika dunia terus menajamkan pisau?

Aku tahu, aku harus memilih: menyerah pada rasa yang pelan-pelan tumbuh di antara kami, atau bertahan pada akal sehat yang terus berteriak agar aku lari sebelum mahkota itu menghancurkan semuanya.

Karena di dunia serigala, cinta sering kalah oleh kewajiban.

Dan aku takut—bukan pada gelap, bukan pada kematian—melainkan pada kemungkinan bahwa aku akan jatuh terlalu dalam, lalu ditinggalkan lagi. Bukan karena ia tak ingin, tetapi karena beratnya mahkota di kepalanya tak pernah mengizinkan siapa pun untuk benar-benar bahagia.
1