4 Book(s) Related to mymiracle ear com

Pengantin CEO Yang Jelek

Pengantin CEO Yang Jelek

317 Dilihat · Sedang Berlangsung · Bodhi is two ear
Novel Ugly Bride CEO membawakan kita kisah tentang seorang gadis yang akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk keluarganya. Dalam hal kehangatan dan dukungan emosional, keluarga belum banyak memberikan. Dia tinggal bersama saudara tirinya dengan ibu kandungnya.

Di sini, satu ciri unik dari keluarga ini adalah bahwa ibu di sini lebih mencintai anak tirinya daripada putri kandungnya. Hal ini sangat dirasakan oleh gadis yang merupakan protagonis wanita dalam cerita ini. Sebagai akibat dari ketidakpedulian ini, dia tidak terlalu terikat pada mereka.

Suatu hari, ibunya akan mendatanginya, memintanya untuk menikah dengan pria hantu di kota. Pria ini dikatakan paling jelek dan pincang.
Jatuh Cinta pada Penculikku

Jatuh Cinta pada Penculikku

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · C.M Curtis
“Tolong… ambil aku.”

Kali ini kubisikkan tepat di daun telinganya. Dia sedikit bangkit, tangannya mencengkeram pinggulku lalu menarikku lebih keras menempel padanya. Semakin dalam dia masuk, semakin aku kehilangan kendali. Aku bisa merasakan dia menahan diri. Mungkin dia takut menyakitiku. Lebam-lebam itu—karena dia tahu sesuatu tentang masa laluku. Dia pikir dia harus memperlakukanku seolah aku rapuh, gampang pecah.

Aku menatap matanya lurus-lurus.

“Aku kuat,” kataku terengah. “Tolong… aku mau. Bikin aku jadi milik kamu.”

Sekarang aku benar-benar memohon. Kulihat wajahnya berubah ketika dia duduk lebih tegak dan mengangkat kedua kakiku lebih tinggi. Dan tiba-tiba, dia menghantam masuk tanpa ampun…


Saat Sari menikah dengan Rangga, dia mengira dirinya menikahi seorang pahlawan. Detektif polisi muda yang cerdas, kariernya menanjak, nama baiknya harum. Tapi tak butuh waktu lama sampai Sari sadar, dia keliru.

Yang dia dapat bukan pahlawan, melainkan lelaki narsis dan kasar—yang merasa punya dunia di bawah telapak tangan karena dukungan orang-orang kota dan institusinya sendiri. Semua orang seolah menutup mata. Sari terperangkap. Terkurung.

Sampai malam itu: jadwal bulanan ke bioskop—satu-satunya kegiatan yang “diizinkan” untuknya, dengan teman-teman yang boleh dia temui. Istri-istri detektif lain.

Di lorong gedung, Sari melihat seorang pria bersandar santai ke dinding. Tatapannya menempel padanya. Ada seberkas rasa mengenal saat Sari melewatinya—seperti kilatan ingatan yang nyaris tertangkap.

Lalu semuanya gelap.
Ratu Mafia Kembali

Ratu Mafia Kembali

770 Dilihat · Sedang Berlangsung · C.M Curtis
Aku megap-megap mencari napas, satu tangan mencengkeram dada, sementara adegan berdarah ketika selingkuhan mantan suamiku, Keli, menggorok leherku masih menyala jelas di kepala. Tapi sekarang… aku sudah kembali. Terlahir lagi.

Pria yang dulu kucintai mati-matian—pria yang bersamaku membangun kerajaan bisnis dari nol—dan perempuan simpanannya, Keli, menatapku dengan dagu terangkat, seolah aku yang mengganggu hidup mereka.

“Evelyn, ini Keli. Dia… dia hamil. Dia butuh bantuan kita. Kayaknya kita bisa nerima dia tinggal di sini.”

Evelyn yang dulu akan menangis, memohon, dan percaya pada sisa-sisa cinta—perempuan itu sudah mati. Yang berdiri di hadapan mereka sekarang adalah ratu yang pulang dari neraka, siap membakar habis kerajaan yang mereka banggakan.

“Tentu, Sayang,” kataku lembut, manis, tapi beracun. “Biar dia tinggal. Aku senang kok kalau musuhku ada di dekat-dekat.”

Raka mengembuskan napas lega, seolah baru lolos dari badai. Dia nggak tahu—kali ini aku bukan cuma akan menceraikannya. Aku akan mengambil anak buahnya, uangnya, harga dirinya, dan meninggalkan dia tanpa apa-apa selain penyesalan.
Sang CEO Miliarder, Submisif Sempurna

Sang CEO Miliarder, Submisif Sempurna

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Miracle Desmond
“Berdiri dan buka semua, sekarang!” perintahnya. Tanpa ragu, aku menanggalkan pakaianku satu per satu. Aku berdiri telanjang bulat di hadapannya, kemaluanku menegang, mengarah lurus ke dirinya seolah menantang.

“Kamu yakin siap melakukan ini? Sekali mulai, kamu nggak berhenti sampai aku keluar, dan aku mau kamu telan semuanya. Paham?”

“I-iya, Tuan,” jawabku tercekat, napasku gemetar.

“Bagus. Anak baik. Sekarang, isap,” perintahnya.


Yang diinginkan Nelson cuma satu: melupakan pengalaman buruk itu. Melupakan bagaimana ia diperkosa dua lelaki di kamar mandi sebuah kelab malam—malam yang terus menghantuinya, menempel di kulit dan ingatan seperti bau alkohol yang nggak mau hilang.

Ia pergi. Meninggalkan kota lamanya, meninggalkan sudut-sudut yang memaksanya mengingat. Ia pindah ke kota baru dengan harapan sederhana: mulai dari nol, hidup normal, tidur tanpa mimpi buruk. Hari-harinya ia isi dengan rutinitas, kerja, dan jarak aman dari siapa pun yang terlalu dekat.

Sampai ia bertemu Lucius.

Kakak dari salah satu muridnya—lebih tua, lebih tenang, tapi ada sesuatu dari tatapannya yang membuat Nelson merasa seperti sedang diukur, dinilai, dipetakan batas-batasnya. Pertemuan itu singkat, seharusnya biasa saja, tapi entah kenapa sejak saat itu, hidup Nelson bergeser—perlahan namun pasti—seolah ada tangan yang memutar arah kompasnya tanpa izin.

Lucius bukan tipe lelaki yang meminta. Ia mengambil. Dominan, terbiasa memegang kendali atas orang-orang yang ia sebut miliknya. Ia suka aturan, suka kepatuhan, dan ia menuntutnya dengan ketegasan yang nyaris kejam. Mengatur sampai hal-hal paling kecil, menekan sampai yang tersisa cuma pilihan untuk menyerah.

Lucius adalah sosok yang berbahaya bagi orang yang ingin merasa aman.

Tapi justru di dekatnya, Nelson mulai bertanya-tanya: apakah yang ia cari selama ini benar-benar “normal”—atau sekadar cara lain untuk bersembunyi?

Akankah Nelson mampu menjinakkan “binatang” itu?

Akankah ia sanggup menaruh masa lalunya di belakang, lalu menyerahkan dirinya sepenuhnya—tanpa sisa, tanpa kebohongan?

Dan ketika semuanya runtuh dan mereka saling menelanjangi luka masing-masing, akankah mereka menemukan penutup yang mereka butuhkan dalam pelukan satu sama lain?
1