2 Book(s) Related to mirage transformers

Sang CEO Miliarder, Submisif Sempurna

Sang CEO Miliarder, Submisif Sempurna

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Miracle Desmond
“Berdiri dan buka semua, sekarang!” perintahnya. Tanpa ragu, aku menanggalkan pakaianku satu per satu. Aku berdiri telanjang bulat di hadapannya, kemaluanku menegang, mengarah lurus ke dirinya seolah menantang.

“Kamu yakin siap melakukan ini? Sekali mulai, kamu nggak berhenti sampai aku keluar, dan aku mau kamu telan semuanya. Paham?”

“I-iya, Tuan,” jawabku tercekat, napasku gemetar.

“Bagus. Anak baik. Sekarang, isap,” perintahnya.


Yang diinginkan Nelson cuma satu: melupakan pengalaman buruk itu. Melupakan bagaimana ia diperkosa dua lelaki di kamar mandi sebuah kelab malam—malam yang terus menghantuinya, menempel di kulit dan ingatan seperti bau alkohol yang nggak mau hilang.

Ia pergi. Meninggalkan kota lamanya, meninggalkan sudut-sudut yang memaksanya mengingat. Ia pindah ke kota baru dengan harapan sederhana: mulai dari nol, hidup normal, tidur tanpa mimpi buruk. Hari-harinya ia isi dengan rutinitas, kerja, dan jarak aman dari siapa pun yang terlalu dekat.

Sampai ia bertemu Lucius.

Kakak dari salah satu muridnya—lebih tua, lebih tenang, tapi ada sesuatu dari tatapannya yang membuat Nelson merasa seperti sedang diukur, dinilai, dipetakan batas-batasnya. Pertemuan itu singkat, seharusnya biasa saja, tapi entah kenapa sejak saat itu, hidup Nelson bergeser—perlahan namun pasti—seolah ada tangan yang memutar arah kompasnya tanpa izin.

Lucius bukan tipe lelaki yang meminta. Ia mengambil. Dominan, terbiasa memegang kendali atas orang-orang yang ia sebut miliknya. Ia suka aturan, suka kepatuhan, dan ia menuntutnya dengan ketegasan yang nyaris kejam. Mengatur sampai hal-hal paling kecil, menekan sampai yang tersisa cuma pilihan untuk menyerah.

Lucius adalah sosok yang berbahaya bagi orang yang ingin merasa aman.

Tapi justru di dekatnya, Nelson mulai bertanya-tanya: apakah yang ia cari selama ini benar-benar “normal”—atau sekadar cara lain untuk bersembunyi?

Akankah Nelson mampu menjinakkan “binatang” itu?

Akankah ia sanggup menaruh masa lalunya di belakang, lalu menyerahkan dirinya sepenuhnya—tanpa sisa, tanpa kebohongan?

Dan ketika semuanya runtuh dan mereka saling menelanjangi luka masing-masing, akankah mereka menemukan penutup yang mereka butuhkan dalam pelukan satu sama lain?
Bosku Tuanku

Bosku Tuanku

274 Dilihat · Sedang Berlangsung · Mira Harlson
“Sub kecilku yang sempurna,” bisiknya serak menempel di bibirku, suaranya berat oleh hasrat saat lidahnya terus menyelami mulutku tanpa ampun. Tangan kanannya meraih kran, mematikan air yang masih mengucur. Dalam satu gerakan mulus, ia mengangkatku seakan tubuhku tak berbobot, lalu mendudukkanku di tepi wastafel yang sedikit lebih tinggi.

“Angkat bajumu.” Perintahnya rendah, tegas.

Aku menuruti tanpa ragu, mengerek kain itu pelan sampai menggumpal tepat di bawah pusarku.

Kini bagian paling rahasiaku terbuka jelas. Tatapannya jatuh ke sana—terpaku, seolah-olah tubuhku adalah sesuatu yang membuatnya lupa bernapas.

“Sekarang peluk kakimu,” arahannya kian keras.

Aku menarik napas dalam, lalu mengikuti. Kutarik kedua kakiku mendekat, kupeluk hingga membentuk huruf M—posisi yang membuatku terbuka sepenuhnya di hadapannya, tanpa sisa tempat untuk bersembunyi.

Di balik cerita yang panas sekaligus bikin penasaran ini, Bagas dan Alya harus menjaga keseimbangan rapuh antara tuntutan kantor dan hasrat yang mereka sembunyikan saat mereka sadar: hubungan BDSM online yang selama ini mereka jalani ternyata terjadi di antara mereka sendiri. Saat mereka masuk ke tarian rumit soal kuasa, pengkhianatan, dan kedekatan, mereka menemukan pelarian, pemulihan, dan cinta yang sama sekali tak mereka duga dalam pelukan satu sama lain—melampaui batas-batas yang seharusnya dipagari dunia kerja. Namun bagaimana jika musuh yang tak terduga ikut masuk ke dalam lingkaran mereka? Mampukah Bagas melindungi perempuan yang paling ia cintai di dunia, atau pada akhirnya semua ini bagi dia tak lebih dari soal dominasi?
1