2 Book(s) Related to miamor florist

Perselingkuhan di Manor

Perselingkuhan di Manor

288 Dilihat · Sedang Berlangsung · Amelia Hart
Di dunia yang merindukan cinta sejati, dia tampak memiliki segalanya. Dia, yang dulunya seorang pewaris kaya, jatuh dari kemuliaan hanya untuk dipeluk oleh Mr. Lawrence. Dia menyatakan bahwa tidak ada yang berani tidak menghormati istri tercintanya, dan dia mempercayai setiap kata. Terbakar oleh hasrat mereka, dia mengungkapkan cinta abadi, dan dia menerimanya sepenuh hati. Namun takdir punya rencana lain.

Ketika tragedi melanda dan dia diambil darinya secara tragis, dia tidak bisa menerimanya. Putus asa, dia menjelajahi setiap sudut bumi, menolak untuk percaya bahwa dia telah pergi. Bertahun-tahun kemudian, secercah harapan muncul—sebuah bundel kecil kebahagiaan, menunjuk ke arah seorang pria tampan, dan dengan polos bertanya, "Mama, itu Papa ya?"

Dalam kisah patah hati dan penebusan ini, mereka dipertemukan kembali, cinta mereka diuji oleh waktu dan cobaan yang memisahkan mereka. Akankah mereka menemukan ketenangan dalam pelukan satu sama lain lagi, atau akankah luka masa lalu selamanya menghantui masa depan mereka? Masuklah ke dalam romansa yang penuh gejolak di mana cinta mengalahkan segalanya, dan di mana kesempatan kedua untuk kebahagiaan memanggil di tengah-tengah gema pahit manis dari masa lalu mereka yang berbagi.

(Saya sangat merekomendasikan sebuah buku yang sangat menarik hingga saya tidak bisa meletakkannya selama tiga hari tiga malam. Buku ini sangat mengasyikkan dan wajib dibaca. Judul bukunya adalah "Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO". Anda bisa menemukannya dengan mencarinya di kolom pencarian.)
Obat untuk Sang Miliarder

Obat untuk Sang Miliarder

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leah Flores
“Lo tau nggak? Muka lo kalau lagi main catur tuh kayak orang mau ngebunuh,” gue ketawa kecil, sambil ngejepit rajanya. “Skakmat.”

Di detik itu juga, gue nangkep kilat kaget di matanya—lalu sesuatu yang gelap, pekat, yang gue sendiri nggak bisa nebak artinya.

Dia berdiri mendadak. Badannya yang tinggi bikin napas gue serasa ketahan, bayangannya jatuh menutup gue. “Nggak ada yang menang di permainan gue, Nona Valencia. Nggak ada.”


Oliver Kang, dua puluh delapan tahun, pengusaha muda tajir yang namanya disebut-sebut orang seolah uang punya bau sendiri. Di balik sikapnya yang dingin dan rapi kayak baja, dia nyimpen rahasia yang nggak bisa dia beli atau suap: kondisi langka yang bikin sentuhan manusia jadi siksaan. Kulit orang lain, bahkan cuma kena sekilas, bisa memantik nyeri yang merambat cepat, bikin tubuhnya menolak. Akhirnya dia hidup sendirian di tengah kemewahan, dikelilingi orang tapi nggak pernah benar-benar disentuh siapa pun.

Dunia yang dia susun dengan perhitungan milimeter itu retak pada satu malam—malam ketika dia memergoki Dallas Valencia sedang nyelonong di rumah besarnya, berusaha ngambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kesepakatannya sederhana, tanpa ruang tawar: kerja jadi ART di rumahnya atau berurusan sama polisi.

Tapi semuanya berubah waktu Oliver nemuin sesuatu yang mustahil. Sentuhan Dallas—yang seharusnya bikin dia meringis, menarik diri, kesakitan—nggak memicu reaksi apa pun. Nggak ada nyeri. Nggak ada panas. Nggak ada tubuhnya yang menjerit minta lepas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dinding yang dia bangun rapi mulai rapuh.

Dallas Valencia nggak pernah berencana jadi ART pribadi miliarder paling dingin di kota. Rekeningnya kosong, dompetnya tipis, dan harga dirinya keras kepala. Dia nerima ultimatum itu dengan gigi terkatup, berniat bertahan dari arogansinya sampai dia bisa kabur dan balik ngatur hidupnya sendiri. Yang nggak pernah dia bayangin: dia justru jadi satu-satunya orang yang bisa nyentuh Oliver tanpa bikin pria itu tersiksa—jadi semacam penawar untuk penyakit yang udah ngurung Oliver seumur hidup.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” suatu malam dia menjebak gue di antara tubuhnya dan dinding, suaranya rendah, serak, bikin bulu kuduk gue berdiri. “Kenapa cuma lo?”
1