2 Book(s) Related to main idea of frankenstein

Diklaim Oleh Saudara Tiri Miliarderku

Diklaim Oleh Saudara Tiri Miliarderku

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Ida
Dia melangkah makin dekat, mata kelabunya yang menghipnotis menahan aku dalam semacam mantra. Aku mundur selangkah lagi, berusaha menenangkan jantung yang lari tunggang-langgang. Seharusnya aku benci bajingan sombong ini! Sejak detik pertama kami ketemu, yang dia lakukan cuma bikin darahku mendidih.

“Lo nggak capek pura-pura terus… Bunga?” tanyanya.

Suaranya… keterlaluan. Dalam, kotor, memabukkan—jenis yang bikin kulit mendadak panas tanpa minta izin. Aku benci kalau tubuhku bereaksi begini.

“Aku nggak pura-pura. Aku nggak mau ada urusan apa pun sama lo, jadi menjauh dan tinggalin aku sendiri!”

Dia terkekeh, gelap tapi anehnya erotis. “Nah, di situ lo salah…”

Dia terus mendekat, pelan tapi pasti, sampai punggungku mentok ke dinding. Ruang buat kabur habis.

“Ini… apa pun yang ada di antara kita,” suaranya turun, serak dan tajam, “bukan soal mau atau nggak mau. Ini soal perlu. Soal rasa mendesak yang dalem banget sampai rasanya bisa ngerobek gue dari dalam. Gue bukan cuma pengin lo, Laila… gue butuh lo, sialan.”

Delapan tahun lalu, Laila Setiawan yang masih tujuh belas tahun ketemu Adam Kresna di sebuah ruang tahanan. Laila karena nekat bobol rumah orang—kelakuan bodoh yang waktu itu dia anggap cuma cara paling cepat buat melarikan diri dari hidupnya sendiri. Adam karena kasus yang jauh lebih gelap. Kejahatan yang sebenarnya nggak dia lakuin.

Pertemuan mereka cuma hitungan menit. Tapi menit itu cukup buat ninggalin bekas yang nggak pernah bisa Adam hapus.

Sekarang, bertahun-tahun kemudian, takdir punya selera humor yang kejam. Ayah Adam bakal menikahi ibu Laila. Dan Adam, dengan kepala batu yang sama seperti tatapan matanya, kayaknya udah mutusin satu hal: dia bakal merebut perempuan yang tanpa sadar menancapkan namanya ke dalam jiwa Adam.

Masalahnya, tembok Laila tinggi. Setiap kali Adam nyoba menembus, percikan langsung meledak—kata-kata tajam, emosi yang gampang tersulut, dan ketegangan yang menolak padam meski mereka sama-sama pura-pura kuat.

Yang awalnya cuma obsesi pelan-pelan berubah jadi sesuatu yang lebih dalam: tarik-ulur perasaan, trauma yang dikubur rapat, rasa bersalah yang nyangkut di tenggorokan, dan chemistry yang nggak mau berhenti mengganggu—bahkan saat mereka mati-matian menyangkalnya.

Tapi masa lalu nggak pernah benar-benar diam. Dan ketika sebuah nyaris-tragedi memaksa mereka menatap apa yang selama ini mereka hindari, rahasia yang disimpan terlalu lama mulai muncul ke permukaan.

Saat perasaan makin besar dan batas-batas makin kabur, Adam dipaksa menghadapi semua yang selama ini dia timbun—termasuk ketakutan paling mengerikan: kemungkinan bahwa suatu hari nanti, ada seseorang yang benar-benar melihat dia apa adanya.

Dua orang yang sama-sama retak… bisa nggak sih nemuin damai di dalam pelukan satu sama lain? Atau justru luka lama mereka bakal merobek segalanya sampai habis?

Romansa panas yang terjerat rahasia, sakit yang belum selesai, dan cinta yang nekat—cinta yang berani menyembuhkan.
Balas Dendam Omega

Balas Dendam Omega

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lonnie Malin Whitehead
Aku mengerang ketika simpul Nash menyusut dan ia perlahan menarik diri dariku. Ia membalikkan tubuhku menghadapnya lalu mengecup bibirku.

Nash terkekeh di dekat telingaku. “Udah telat buat malu-malu. Mereka udah lihat semuanya sekarang, dan mereka pengin banget ngelakuin hal yang sama sama lo.”

Pipiku memanas.

Lucian mengangguk ke para alfa lain. “Tahan dia buat gue.”

Lucian meraih kedua lenganku, mengangkatnya ke atas kepala, lalu menciumku dalam-dalam. Aku merengek, lalu tercekik napas ketika kurasakan lidahnya menyusuri bagian bawahku yang sudah basah kuyup.

“Tahan dia, Knight,” katanya, sebelum ia kembali merapat, melemparkan kakiku ke pundaknya, lalu mulai mengisap titik paling peka di tubuhku sambil mendorong dua jarinya masuk dalam-dalam.

Aku mengerang mengitari kelamin Knight ketika aku meledak hebat karena Lucian terus mengulumku.

Kurasa Knight ikut memainkan titik itu, sementara Lucian mengangkat tubuhnya—juga kedua kakiku—ke udara.

“Lo pengin kita hantam, kan, sayang?”

Aku mengangguk. Aku ingin bisa menahan semua alfa-ku sekaligus. Aku ingin merasakan mereka di dalam diriku.


Aurora bersumpah akan membalas kematian ayah dan saudari-saudarinya—dibunuh tiga bocah lelaki yang mengincar tempat di dalam kelompok Gravin yang termasyhur dan ditakuti. Ia menyusup ke Graven Prep College dengan menyamar sebagai laki-laki. Tapi status Omeganya tak mungkin disembunyikan selamanya. Dan mereka bukan bocah lagi sekarang. Mereka sudah jadi para Alfa—dan mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan Omega mereka.
1