2 Book(s) Related to mackenzie ziegler age

Perangkap Ace

Perangkap Ace

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Sang CEO Di Atas Mejaku

Sang CEO Di Atas Mejaku

420 Dilihat · Sedang Berlangsung · McKenzie Shinabery
“Kamu pikir dia butuh kamu,” katanya.

“Aku tahu dia butuh.”

“Terus kalau dia nggak mau dilindungi kayak gini?”

“Dia bakal mau,” jawabku, suaraku turun sedikit. “Karena dia butuh laki-laki yang bisa ngasih dia dunia.”

“Kalau dunianya kebakar?”

Tanganku mengencang samar di pinggang Violeta.

“Kalau gitu aku bangunin dunia baru buat dia,” balasku. “Sekalipun aku harus ngebakar yang lama dengan tangan aku sendiri.”

Aku bukan kerja untuk Raka Ashcroft.

Aku kerja di bawah dia.

Dari meja kerjaku, aku yang nentuin siapa yang boleh ketemu CEO paling kejam di kota ini, dan siapa yang bahkan nggak bakal lewat dari lobi. Aku ngatur waktunya, diamnya, musuh-musuhnya. Aku bikin dunianya tetap jalan, sementara duniaku sendiri pelan-pelan ambruk di bawah tagihan yang nunggak, seorang ibu yang dikunci di panti rehabilitasi, dan seorang adik laki-laki yang lenyap tanpa pamit.

Raka Ashcroft itu kekuasaan yang dibungkus jas potongan rapi.
Dingin. Nggak tersentuh. Tanpa ampun.
Dia nggak ngerayu. Dia nggak senyum. Dia nggak lihat orang, cuma lihat guna.

Dan lama sekali, aku cuma—berguna.

Sampai dia mulai memperhatikan.

Perubahan fokusnya halus di awal. Diam yang kelamaan. Tatapan yang nggak segera pergi. Perintah-perintah yang narik aku lebih dekat, bukan ngejauh. Lelaki yang berdiri menjulang di atas mejaku mulai ngatur lebih dari sekadar jadwalku, dan aku sadar terlambat: diperhatikan Raka Ashcroft jauh lebih berbahaya daripada diabaikan.

Karena laki-laki seperti dia nggak ngidam kasih sayang.
Mereka ngidam punya.

Ini seharusnya cuma pekerjaan.
Bukan ujian batas-batasku.
Bukan jatuh pelan-pelan, sengaja, ke dalam kuasanya.

Tapi kalau Raka Ashcroft memutuskan tempatku ada di bawah mejanya, ya sudah.
Bertahan hidup itu ada harganya, dan tagihan-tagihan itu nggak peduli aku bayarnya pakai cara apa.
1