3 Book(s) Related to lord leaf

Rencana Kontinjensi

Rencana Kontinjensi

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lordy
“Anjir, liat… gede banget,” desis seseorang, diiringi gumaman kagum yang berlapis-lapis saat mata mereka melahap tubuhku yang terbuka tanpa sisa. Aku bahkan tak perlu membayangkan—panasnya sudah merambat sampai ke kepala, basahnya menetes tanpa bisa kutahan. Aku menunduk dan melihat Rizal berlutut di antara pahaku.

Tatapan kami bertemu.

Seolah ada arus listrik yang menyambar dari matanya ke dadaku, lalu jatuh rendah, mengikat napas dan logikaku jadi satu simpul.

Aku memalingkan wajah, mendapati Damar, Asha, dan Braja mengitari tubuhku. Tangan mereka menyusuri tempat-tempat yang membuatku bergetar; bibir mereka menempel pada kulitku dengan ciuman yang rakus—bukan sekadar mencicipi, tapi menuntut. Mereka mencium dengan mulut terbuka, meninggalkan jejak hangat yang membuatku makin tak berdaya.

“Jilat,” perintah Braja, suaranya tegas, tanpa ruang untuk ditawar.

Ketika seorang teroris buronan yang dijuluki Bunglon mengancam Inggris, Bexley Barker—putri seorang pemecah kode—harus lebih dulu menemukan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan ibunya sebelum pihak lain merenggutnya. Dipaksa bekerja sama dengan empat musuh masa kecilnya, para bersaudara Wolfe—agen MI6 yang terlalu mematikan untuk sekadar disebut tampan—Bexley terjerumus dalam perlombaan melawan waktu saat mereka menyisir berbagai penjuru dunia.

Asha, Braja, Rizal, dan Damar adalah dua pasang saudara kembar identik, dan mereka menyimpan agenda tersembunyi. Mereka menginginkan Bexley—bersama-sama—sebagai kekasih mereka, dan mereka tak akan berhenti sebelum memenangkan hatinya.
Obat untuk Sang Miliarder

Obat untuk Sang Miliarder

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leah Flores
“Lo tau nggak? Muka lo kalau lagi main catur tuh kayak orang mau ngebunuh,” gue ketawa kecil, sambil ngejepit rajanya. “Skakmat.”

Di detik itu juga, gue nangkep kilat kaget di matanya—lalu sesuatu yang gelap, pekat, yang gue sendiri nggak bisa nebak artinya.

Dia berdiri mendadak. Badannya yang tinggi bikin napas gue serasa ketahan, bayangannya jatuh menutup gue. “Nggak ada yang menang di permainan gue, Nona Valencia. Nggak ada.”


Oliver Kang, dua puluh delapan tahun, pengusaha muda tajir yang namanya disebut-sebut orang seolah uang punya bau sendiri. Di balik sikapnya yang dingin dan rapi kayak baja, dia nyimpen rahasia yang nggak bisa dia beli atau suap: kondisi langka yang bikin sentuhan manusia jadi siksaan. Kulit orang lain, bahkan cuma kena sekilas, bisa memantik nyeri yang merambat cepat, bikin tubuhnya menolak. Akhirnya dia hidup sendirian di tengah kemewahan, dikelilingi orang tapi nggak pernah benar-benar disentuh siapa pun.

Dunia yang dia susun dengan perhitungan milimeter itu retak pada satu malam—malam ketika dia memergoki Dallas Valencia sedang nyelonong di rumah besarnya, berusaha ngambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kesepakatannya sederhana, tanpa ruang tawar: kerja jadi ART di rumahnya atau berurusan sama polisi.

Tapi semuanya berubah waktu Oliver nemuin sesuatu yang mustahil. Sentuhan Dallas—yang seharusnya bikin dia meringis, menarik diri, kesakitan—nggak memicu reaksi apa pun. Nggak ada nyeri. Nggak ada panas. Nggak ada tubuhnya yang menjerit minta lepas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dinding yang dia bangun rapi mulai rapuh.

Dallas Valencia nggak pernah berencana jadi ART pribadi miliarder paling dingin di kota. Rekeningnya kosong, dompetnya tipis, dan harga dirinya keras kepala. Dia nerima ultimatum itu dengan gigi terkatup, berniat bertahan dari arogansinya sampai dia bisa kabur dan balik ngatur hidupnya sendiri. Yang nggak pernah dia bayangin: dia justru jadi satu-satunya orang yang bisa nyentuh Oliver tanpa bikin pria itu tersiksa—jadi semacam penawar untuk penyakit yang udah ngurung Oliver seumur hidup.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” suatu malam dia menjebak gue di antara tubuhnya dan dinding, suaranya rendah, serak, bikin bulu kuduk gue berdiri. “Kenapa cuma lo?”
Tangan Takdir

Tangan Takdir

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Lori Ameling
Halo, namaku Spare, ya seperti ban cadangan. Aku tidak diizinkan berinteraksi dengan keluarga kecuali mereka ingin mengajariku pelajaran. Aku tahu semua rahasia kelompok ini. Aku tidak berpikir mereka akan membiarkanku pergi begitu saja, aku tidak ingin hilang seperti banyak gadis belakangan ini. Tapi tidak masalah karena aku punya rencana untuk keluar dari sini. Sampai suatu malam di tempat kerja, aku menemukan seorang pria telanjang tergeletak di lantai di ruangan yang akan aku bersihkan.

Kamu tahu apa yang mereka katakan tentang membuat rencana?
"Kamu membuat rencana dan Tuhan tertawa."
1