2 Book(s) Related to kendal rich divorce

Kematian, Kencan, dan Dilema Lainnya

Kematian, Kencan, dan Dilema Lainnya

511 Dilihat · Sedang Berlangsung · Kit Bryan
Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang aku? Secara teknis, aku ini penyihir. Tapi kalau kamu tanya keluargaku, itu berarti aku seharusnya jadi penyihir kecil yang sempurna: dengan patuh menghadiri ritual aneh mereka, bekerja di bisnis keluarga, menikahi pria magis yang sudah disetujui, dan menghasilkan beberapa bayi penyihir yang imut untuk menjaga garis keturunan tetap hidup. Spoiler alert: itu tidak akan terjadi.

Sebaliknya, aku telah menguasai seni menghindari dunia magis. Strategiku? Bersembunyi di balik layar komputer dan menjauh dari semua drama. Itu sebagian besar berhasil—sampai si brengsek di kantor, yang kebetulan juga seorang pembaca pikiran, memutuskan untuk ikut campur dalam kedamaian yang susah payah aku bangun. Lalu dia muncul di kantor dalam keadaan setengah mati, dan tiba-tiba, aku terjebak dalam kekacauan magis yang tidak pernah aku daftarkan.

Sekarang, si brengsek pembaca pikiran yang menyebalkan itu yakin bahwa masalahnya adalah masalahku, tubuh-tubuh yang hilang semakin menumpuk, dan kedua keluarga kami terjerat dalam bencana supernatural ini. Yang aku inginkan hanyalah bermain video game, nongkrong dengan kucingku, dan pura-pura dunia magis tidak ada. Sebaliknya, aku terjebak bermain detektif amatir, berurusan dengan kerabat yang suka ikut campur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pria yang sama menyebalkannya dan... oke, mungkin sedikit menarik.

Ini? Ini sebabnya aku tidak berkencan.
Pengantin Pengganti Mafia

Pengantin Pengganti Mafia

704 Dilihat · Sedang Berlangsung · Kendra
Aku akan terus meniduri kamu sampai kamu hamil anakku.

Dia merenggangkan kedua tanganku dan kakiku, lalu mengikatnya ke empat sudut ranjang. Setelah itu, pelan-pelan dia menggulung lengan kemejanya sampai siku.

Ujung cambuk berkuda itu menggesek di antara pahaku.

Tubuhku bereaksi memalukan. Basah hangat merembes, mengalir turun melewati paha.

Dia menyabetkanku ringan dengan pecut itu, lalu memerintah, suaranya dingin dan tegas, “Bilang. Kamu maunya apa?”


Waktu aku sadar pria yang semalam cuma jadi pelarian—pria yang sama yang memecatku—ternyata Damar Kavalieri, bos mafia yang namanya bikin orang menunduk, semuanya sudah terlambat.

Aku kehilangan pekerjaan. Pacarku mengkhianatiku. Dan uang untuk pengobatan adikku lenyap begitu saja.

Saat aku benar-benar nggak punya tempat berpijak, Damar menawariku sebuah kesepakatan: jadi istri penggantinya. Dia akan melunasi semua utang-utangku.

Aku nggak tahu kenapa dia memilihku. Tapi aku paham satu hal—selama aku memberinya pewaris, aku bisa menyelamatkan nyawa adikku.

Aku setuju.

Kontraknya sederhana—tanpa seks, tanpa perasaan, murni urusan bisnis. Tapi Damar melanggar aturan yang dia buat sendiri, dengan tangannya sendiri.
1