Hancur : Kamu Akan Selalu Menjadi Milikku.
560 Dilihat · Sedang Berlangsung · Nia Kas
Aku bisa merasakan dia berdiri tepat di depanku. Tangannya mencengkeram kedua kakiku, lalu dalam satu gerakan kasar dia menerobos masuk ke dalamku.
“Anjing…” Aku tak bisa menahan jerit.
“Kamu harus belajar patuh,” katanya, tetap menghentak tanpa ampun. Saat jemarinya menyentuh bagian paling peka di antara kakiku, seluruh tubuhku bergetar hebat.
“Raka, please… kebanyakan…”
“Nggak. Kalau aku benar-benar mau menghukummu, aku bakal kasih semuanya,” bisiknya di dekat telingaku, membuat darahku seketika membeku.
Tiba-tiba dia menarik diri dan menggeserku; aku kembali berdiri. Pria ini gila.
Aku merasakan dia tepat di belakangku.
“Sepuluh cambukan buat ketidakpatuhanmu,” katanya.
“Raka, please…”
“Nggak.” Suaranya dingin, datar, seolah tak punya sisa rasa apa pun.
Raka adalah yang kuinginkan—yang benar-benar kucandui—sampai semuanya terlambat. Anak panti nggak seharusnya jatuh cinta pada orang yang bahkan tak terjangkau untuk diimpikan. Aku pikir mencintainya adalah hal yang benar, sampai dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya dan menghancurkanku. Setelah itu, aku jadi rusak untuk siapa pun. Sentuhannya masih menempel di kulitku, seakan terukir, tak mau hilang. Aku mencoba menghindarinya, tapi nasib selalu punya cara buat menyeretku kembali.
Keluarga Wiratama adalah yang paling berkuasa di Havenwood, dan Damar Wiratama itu pantangan.
Buat anak panti, tahu kalau ternyata masih ada orang yang mencarimu saja sudah bikin kepala rasanya mau pecah. Tapi ketika orang-orang itu ternyata punya uang dan nama besar, aku memilih jalan lain: kabur. Namun pelarianku justru membawaku kembali ke tempat yang paling kuhindari—dan ke orang yang paling kuhindari.
Raka dan Damar Wiratama—orang yang sama.
Saat cinta pertamanya muncul lagi, dan bersamaan dengan itu datang orang-orang yang sejak awal berniat menghancurkanku, aku cuma bisa berdoa semoga dia mau melindungiku.
“Anjing…” Aku tak bisa menahan jerit.
“Kamu harus belajar patuh,” katanya, tetap menghentak tanpa ampun. Saat jemarinya menyentuh bagian paling peka di antara kakiku, seluruh tubuhku bergetar hebat.
“Raka, please… kebanyakan…”
“Nggak. Kalau aku benar-benar mau menghukummu, aku bakal kasih semuanya,” bisiknya di dekat telingaku, membuat darahku seketika membeku.
Tiba-tiba dia menarik diri dan menggeserku; aku kembali berdiri. Pria ini gila.
Aku merasakan dia tepat di belakangku.
“Sepuluh cambukan buat ketidakpatuhanmu,” katanya.
“Raka, please…”
“Nggak.” Suaranya dingin, datar, seolah tak punya sisa rasa apa pun.
Raka adalah yang kuinginkan—yang benar-benar kucandui—sampai semuanya terlambat. Anak panti nggak seharusnya jatuh cinta pada orang yang bahkan tak terjangkau untuk diimpikan. Aku pikir mencintainya adalah hal yang benar, sampai dia menunjukkan siapa dirinya sebenarnya dan menghancurkanku. Setelah itu, aku jadi rusak untuk siapa pun. Sentuhannya masih menempel di kulitku, seakan terukir, tak mau hilang. Aku mencoba menghindarinya, tapi nasib selalu punya cara buat menyeretku kembali.
Keluarga Wiratama adalah yang paling berkuasa di Havenwood, dan Damar Wiratama itu pantangan.
Buat anak panti, tahu kalau ternyata masih ada orang yang mencarimu saja sudah bikin kepala rasanya mau pecah. Tapi ketika orang-orang itu ternyata punya uang dan nama besar, aku memilih jalan lain: kabur. Namun pelarianku justru membawaku kembali ke tempat yang paling kuhindari—dan ke orang yang paling kuhindari.
Raka dan Damar Wiratama—orang yang sama.
Saat cinta pertamanya muncul lagi, dan bersamaan dengan itu datang orang-orang yang sejak awal berniat menghancurkanku, aku cuma bisa berdoa semoga dia mau melindungiku.





