2 Book(s) Related to ira gamagori age

Perangkap Ace

Perangkap Ace

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Diklaim Oleh Saudara Tiri Miliarderku

Diklaim Oleh Saudara Tiri Miliarderku

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Ida
Dia melangkah makin dekat, mata kelabunya yang menghipnotis menahan aku dalam semacam mantra. Aku mundur selangkah lagi, berusaha menenangkan jantung yang lari tunggang-langgang. Seharusnya aku benci bajingan sombong ini! Sejak detik pertama kami ketemu, yang dia lakukan cuma bikin darahku mendidih.

“Lo nggak capek pura-pura terus… Bunga?” tanyanya.

Suaranya… keterlaluan. Dalam, kotor, memabukkan—jenis yang bikin kulit mendadak panas tanpa minta izin. Aku benci kalau tubuhku bereaksi begini.

“Aku nggak pura-pura. Aku nggak mau ada urusan apa pun sama lo, jadi menjauh dan tinggalin aku sendiri!”

Dia terkekeh, gelap tapi anehnya erotis. “Nah, di situ lo salah…”

Dia terus mendekat, pelan tapi pasti, sampai punggungku mentok ke dinding. Ruang buat kabur habis.

“Ini… apa pun yang ada di antara kita,” suaranya turun, serak dan tajam, “bukan soal mau atau nggak mau. Ini soal perlu. Soal rasa mendesak yang dalem banget sampai rasanya bisa ngerobek gue dari dalam. Gue bukan cuma pengin lo, Laila… gue butuh lo, sialan.”

Delapan tahun lalu, Laila Setiawan yang masih tujuh belas tahun ketemu Adam Kresna di sebuah ruang tahanan. Laila karena nekat bobol rumah orang—kelakuan bodoh yang waktu itu dia anggap cuma cara paling cepat buat melarikan diri dari hidupnya sendiri. Adam karena kasus yang jauh lebih gelap. Kejahatan yang sebenarnya nggak dia lakuin.

Pertemuan mereka cuma hitungan menit. Tapi menit itu cukup buat ninggalin bekas yang nggak pernah bisa Adam hapus.

Sekarang, bertahun-tahun kemudian, takdir punya selera humor yang kejam. Ayah Adam bakal menikahi ibu Laila. Dan Adam, dengan kepala batu yang sama seperti tatapan matanya, kayaknya udah mutusin satu hal: dia bakal merebut perempuan yang tanpa sadar menancapkan namanya ke dalam jiwa Adam.

Masalahnya, tembok Laila tinggi. Setiap kali Adam nyoba menembus, percikan langsung meledak—kata-kata tajam, emosi yang gampang tersulut, dan ketegangan yang menolak padam meski mereka sama-sama pura-pura kuat.

Yang awalnya cuma obsesi pelan-pelan berubah jadi sesuatu yang lebih dalam: tarik-ulur perasaan, trauma yang dikubur rapat, rasa bersalah yang nyangkut di tenggorokan, dan chemistry yang nggak mau berhenti mengganggu—bahkan saat mereka mati-matian menyangkalnya.

Tapi masa lalu nggak pernah benar-benar diam. Dan ketika sebuah nyaris-tragedi memaksa mereka menatap apa yang selama ini mereka hindari, rahasia yang disimpan terlalu lama mulai muncul ke permukaan.

Saat perasaan makin besar dan batas-batas makin kabur, Adam dipaksa menghadapi semua yang selama ini dia timbun—termasuk ketakutan paling mengerikan: kemungkinan bahwa suatu hari nanti, ada seseorang yang benar-benar melihat dia apa adanya.

Dua orang yang sama-sama retak… bisa nggak sih nemuin damai di dalam pelukan satu sama lain? Atau justru luka lama mereka bakal merobek segalanya sampai habis?

Romansa panas yang terjerat rahasia, sakit yang belum selesai, dan cinta yang nekat—cinta yang berani menyembuhkan.
1