2 Book(s) Related to gilbert lea

Penebusan Lia

Penebusan Lia

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Veronica White
Amelia yatim piatu sejak kecil—seorang pengubah wujud serigala yang nasibnya jatuh ke tangan seorang alfa yang keras, dingin, dan tak kenal belas kasih. Ia dipaksa tumbuh di bawah aturan besi, menelan pahitnya kekerasan dan penghinaan yang tak pantas diterima siapa pun. Saat usianya dewasa, Amelia tetap terkurung di dalam kawanan itu, hidupnya digantungkan pada mood sang alfa, seolah ia tak lebih dari milik yang bisa diinjak kapan saja.

Sampai suatu malam, segalanya berubah.

Seorang alfa dari kawanan perbatasan datang berkunjung—dan begitu tatapan mereka bertemu, sesuatu di dalam diri Amelia seperti tersentak. Ikatan itu mengunci dengan keras, tanpa ampun, seperti takdir yang menepuk bahu mereka berdua dan berkata: inilah. Panasnya datang seketika ketika bond itu terpasang, naluri serigala di bawah kulitnya meraung, menuntut, mengenali. Pria itu adalah pasangan takdirnya.

Untuk pertama kalinya, Amelia berani berharap. Berani membayangkan hidup yang wajar, aman, jauh dari tangan yang selalu menyakitinya.

Alfa itu—Landon Ironclaw dari Kawanan Noble Claw—membawanya pergi. Merenggut Amelia dari cengkeraman alfa lamanya dan menyeretnya menuju masa depan yang katanya akan menjadi miliknya: kawanan baru, tempat di mana ia akan menjadi luna. Tempat yang seharusnya berarti perlindungan, rumah, dan martabat.

Tapi tidak ada yang sesederhana itu.

Karena di dunia para pengubah wujud, takdir kadang bukan jawaban doa—melainkan pintu menuju kegelapan lain yang belum sempat kau bayangkan. Amelia harus bertanya pada dirinya sendiri: apakah Landon Ironclaw benar-benar penyelamatnya, atau justru satu lagi tikungan tak masuk akal yang harus ia tanggung? Yang harus ia lalui. Yang harus ia taklukkan, demi menemukan penebusan yang selama ini terasa mustahil.

Masuklah ke dalam romansa kelam pasangan takdir di antara para serigala. Akan ada rahasia yang disembunyikan rapat, drama yang menggigit, dan luka yang menganga—karena tidak semua hal terlihat seperti yang tampak di permukaan. Di kisah ini, takdir bisa mengkhianati, dan cinta bisa menjadi medan perang.

Tropes:

Pasangan takdir dengan pengkhianatan
Tokoh utama perempuan yang terluka tapi tetap ceplas-ceplos
Romansa pengubah wujud serigala
Pasangan yang ditolak
Alfa brengsek
Kesempatan kedua untuk pasangan
Dari musuh jadi kekasih
Antagonis
Masa heat dan heat darurat
Pemasangan ikatan
Penandaan/pengklaiman/knotting
Adegan dewasa 18+
Cuma satu ranjang
“Siapa yang ngelakuin ini ke kamu?”
“Sentuh dia, mati lo.”
Slow burn
Perang dan kekerasan
Depresi dan trauma
Obat untuk Sang Miliarder

Obat untuk Sang Miliarder

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leah Flores
“Lo tau nggak? Muka lo kalau lagi main catur tuh kayak orang mau ngebunuh,” gue ketawa kecil, sambil ngejepit rajanya. “Skakmat.”

Di detik itu juga, gue nangkep kilat kaget di matanya—lalu sesuatu yang gelap, pekat, yang gue sendiri nggak bisa nebak artinya.

Dia berdiri mendadak. Badannya yang tinggi bikin napas gue serasa ketahan, bayangannya jatuh menutup gue. “Nggak ada yang menang di permainan gue, Nona Valencia. Nggak ada.”


Oliver Kang, dua puluh delapan tahun, pengusaha muda tajir yang namanya disebut-sebut orang seolah uang punya bau sendiri. Di balik sikapnya yang dingin dan rapi kayak baja, dia nyimpen rahasia yang nggak bisa dia beli atau suap: kondisi langka yang bikin sentuhan manusia jadi siksaan. Kulit orang lain, bahkan cuma kena sekilas, bisa memantik nyeri yang merambat cepat, bikin tubuhnya menolak. Akhirnya dia hidup sendirian di tengah kemewahan, dikelilingi orang tapi nggak pernah benar-benar disentuh siapa pun.

Dunia yang dia susun dengan perhitungan milimeter itu retak pada satu malam—malam ketika dia memergoki Dallas Valencia sedang nyelonong di rumah besarnya, berusaha ngambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kesepakatannya sederhana, tanpa ruang tawar: kerja jadi ART di rumahnya atau berurusan sama polisi.

Tapi semuanya berubah waktu Oliver nemuin sesuatu yang mustahil. Sentuhan Dallas—yang seharusnya bikin dia meringis, menarik diri, kesakitan—nggak memicu reaksi apa pun. Nggak ada nyeri. Nggak ada panas. Nggak ada tubuhnya yang menjerit minta lepas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dinding yang dia bangun rapi mulai rapuh.

Dallas Valencia nggak pernah berencana jadi ART pribadi miliarder paling dingin di kota. Rekeningnya kosong, dompetnya tipis, dan harga dirinya keras kepala. Dia nerima ultimatum itu dengan gigi terkatup, berniat bertahan dari arogansinya sampai dia bisa kabur dan balik ngatur hidupnya sendiri. Yang nggak pernah dia bayangin: dia justru jadi satu-satunya orang yang bisa nyentuh Oliver tanpa bikin pria itu tersiksa—jadi semacam penawar untuk penyakit yang udah ngurung Oliver seumur hidup.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” suatu malam dia menjebak gue di antara tubuhnya dan dinding, suaranya rendah, serak, bikin bulu kuduk gue berdiri. “Kenapa cuma lo?”
1