Pengkhianatan Neraka
435 Dilihat · Sedang Berlangsung · Amarachi Gabriel
PERINGATAN PEMICU ⚠️
KHUSUS 18+
Melihat dia memuaskan dirinya sendiri sambil membayangkan aku bikin kepalaku hampir meledak. Seperti orang mesum, aku berdiri di sisi ranjangnya dalam wujud iblisku supaya tak terlihat. Tanganku menggerakkan batangku naik-turun, sementara mataku mengunci dua jarinya yang masuk-keluar dari celahnya yang indah dan basah.
“Iya… tampar aku di situ, Tuan,” erangnya, khayalannya liar tak terkendali.
Saat tubuhnya bergetar dan dia mencapai puncak di atas jemarinya sendiri, aroma dan sari dirinya seolah naik, menyambar ke arahku. Kendaliku runtuh; aku tumpah deras sekali.
“Bos?” seru sekretaris manusianya.
“Sial!” aku terengah, baru sadar aku sudah kembali ke wujud manusia.
Alya Morales hidup dibebani sial yang kelewat parah. Sialnya sampai segitunya, dia selalu membawa plester dan perban ke mana-mana karena kakinya hampir tiap hari kebentur entah di mana, atau kadang dia terpeleset sampai nyungsep. Ditinggal keluarganya, Alya pontang-panting menyelesaikan kuliah, tapi tak ada yang mau mempekerjakannya gara-gara dia terlalu ceroboh.
Tak diinginkan, selalu apes, dan muak dengan hidupnya sendiri, Alya memutuskan mencoba satu kali lagi untuk mengubah nasib.
Lalu dia bertemu Alaric Denver.
Alaric Denver, dari luar, cuma miliarder kebanyakan—pemilik Legacy Empire, wajah yang sering nongol di berita bisnis. Tapi di balik topeng itu, dia sesosok iblis: inkubus, Pangeran Neraka. Dia iblis pemuas; memberi kenikmatan pada orang lain, nyaris tak pernah merasakannya untuk dirinya sendiri. Dan dia juga cacat—setengah iblis, setengah manusia—membuat energi neraka justru beracun baginya.
Dia terpaksa hidup di bumi. Dia hidup dari hasrat dan kebiasaan buruk manusia, menyesapnya seperti makanan, tapi tak pernah benar-benar cukup.
Sampai dia bertemu Alya Morales.
KHUSUS 18+
Melihat dia memuaskan dirinya sendiri sambil membayangkan aku bikin kepalaku hampir meledak. Seperti orang mesum, aku berdiri di sisi ranjangnya dalam wujud iblisku supaya tak terlihat. Tanganku menggerakkan batangku naik-turun, sementara mataku mengunci dua jarinya yang masuk-keluar dari celahnya yang indah dan basah.
“Iya… tampar aku di situ, Tuan,” erangnya, khayalannya liar tak terkendali.
Saat tubuhnya bergetar dan dia mencapai puncak di atas jemarinya sendiri, aroma dan sari dirinya seolah naik, menyambar ke arahku. Kendaliku runtuh; aku tumpah deras sekali.
“Bos?” seru sekretaris manusianya.
“Sial!” aku terengah, baru sadar aku sudah kembali ke wujud manusia.
Alya Morales hidup dibebani sial yang kelewat parah. Sialnya sampai segitunya, dia selalu membawa plester dan perban ke mana-mana karena kakinya hampir tiap hari kebentur entah di mana, atau kadang dia terpeleset sampai nyungsep. Ditinggal keluarganya, Alya pontang-panting menyelesaikan kuliah, tapi tak ada yang mau mempekerjakannya gara-gara dia terlalu ceroboh.
Tak diinginkan, selalu apes, dan muak dengan hidupnya sendiri, Alya memutuskan mencoba satu kali lagi untuk mengubah nasib.
Lalu dia bertemu Alaric Denver.
Alaric Denver, dari luar, cuma miliarder kebanyakan—pemilik Legacy Empire, wajah yang sering nongol di berita bisnis. Tapi di balik topeng itu, dia sesosok iblis: inkubus, Pangeran Neraka. Dia iblis pemuas; memberi kenikmatan pada orang lain, nyaris tak pernah merasakannya untuk dirinya sendiri. Dan dia juga cacat—setengah iblis, setengah manusia—membuat energi neraka justru beracun baginya.
Dia terpaksa hidup di bumi. Dia hidup dari hasrat dan kebiasaan buruk manusia, menyesapnya seperti makanan, tapi tak pernah benar-benar cukup.
Sampai dia bertemu Alya Morales.



