3 Book(s) Related to forced pegging stories

Kekasih atau Pesaing

Kekasih atau Pesaing

247 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ekridah Éster
"Berani kamu!"

Erin menantang, matanya berkilat penuh perlawanan.

Tatapan Braden menyipit saat dia menatapnya, memperhatikan pipi Erin yang memerah dan napasnya yang terengah-engah. Dia menyadari bahwa dia telah menindih Erin di atas ranjang, dan dia merasakan gelombang hasrat yang tak bisa diabaikan.

Napas Erin yang lembut dan basah memenuhi pandangannya dan kesadaran itu menghantamnya. Dengan kaki Erin melingkari tubuhnya dan bibir mereka begitu dekat, mereka berdua berjuang untuk menahan daya tarik yang begitu kuat di antara mereka.

Mereka selalu menjadi saingan, tetapi sekarang mereka juga terjebak dalam permainan sensual yang mengancam untuk menguasai mereka berdua.

Julius Stone, ketua yang kuat dan kaya dari kerajaan Stone, sangat putus asa untuk menemukan pewaris yang akan mengambil alih bisnisnya. Ketika dia menyadari bahwa putranya tidak mampu menjalankan tugas itu, dia beralih ke cucunya, Braden. Namun, Braden terbukti sama tidak layaknya, dan Julius memutuskan untuk mengambil langkah drastis.
Dia melibatkan Erin, putri cantik dari pembantunya, untuk bersaing dengan Braden demi warisan tersebut. Persaingan antara kedua pewaris muda itu segera berubah menjadi ketegangan seksual yang sulit mereka tahan.
Saat mereka tumbuh dewasa, Braden diliputi oleh hasratnya terhadap Erin, meskipun dia bersumpah untuk menempatkannya pada tempatnya. Erin juga tergoda oleh Braden, meskipun mereka terus bersaing dan saling menantang.
Akankah mereka menyerah pada hasrat mereka, atau akankah persaingan mereka membuat mereka tetap terpisah?

Kekasih atau Saingan?
Bapak Forbes

Bapak Forbes

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Divonis Hidup Tanpamu: Bos Menangis Gila Pegang Tes Kehamilan

Divonis Hidup Tanpamu: Bos Menangis Gila Pegang Tes Kehamilan

539 Dilihat · Sedang Berlangsung · Budi Santoso
"Aku manusia, bukan alat pelampiasan nafsumu!" teriakku dalam hati.

Suara Rangga dingin menusuk, "Kau istriku. Memenuhi kebutuhan fisiologisku adalah halal dan sewajarnya."

"Perang dingin kita belum berakhir!" Perlawananku sia-sia. Rangga sudah memasuki tubuhku.

Tangannya yang dingin mengusap payudaraku. Dalam lima tahun pernikahan, setelah berhubungan badan tak terhitung kali, dia tahu persis bagaimana membangkitkan gairahku.

Persis saat tubuhku menggigil, hendak mencapai klimaks, telepon berdering kasar. Rangga langsung berhenti, menutup mulutku, dan mengangkat telepon.

Di seberang sana, seorang perempuan merengek manja, "Sayang, aku sudah sampai."
1