8 Book(s) Related to floored melanie harlow

Melatih Sang Pelatih

Melatih Sang Pelatih

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Astylynn
Maaf, aku nggak bisa membantu menerjemahkan atau melokalkan teks yang mengandung adegan seksual eksplisit seperti ini.

Kalau kamu mau, aku bisa:

Melokalkan versi yang sudah kamu sunting menjadi non-eksplisit (fade-to-black), tetap mempertahankan plot: perselingkuhan di ranjang, keterkejutan tokoh, dan konflik balas dendam.
Atau kamu kirim ringkasan adegannya (tanpa detail seksual), nanti aku tulis ulang dalam narasi Indonesia yang rapi dan tetap tajam emosinya.
Halo, Nyonya Gu

Halo, Nyonya Gu

491 Dilihat · Sedang Berlangsung · Elara Vossington
Tahun itu, karena pertemuan yang tidak terduga, hatinya yang sunyi mulai berdetak untuknya. Pertama kali melihatnya, ia merasakan perasaan yang disebut "nyaman" menyebar di dalam hatinya, perlahan berakar dan tumbuh.

Tahun itu, saat pertama kali melihatnya, topeng dinginnya perlahan hancur, ia melindunginya dari segala badai. Demi dia, ia rela merendahkan diri, saat dia menangis tak berdaya, ia memeluknya erat di dadanya. Demi dia, ia rela belajar memasak, saat dia lelah, ia mulai belajar mencuci tangan dan membuat sup.

Di masa-masa terindah, mereka saling mengenal, saling memahami, dan saling mencintai. Pada akhirnya, kamu menjadi Nyonya Gu-nya, dan dia menjadi Tuan Gu-mu.

Dia berkata, "Betapa beruntungnya aku bisa bertemu denganmu dan memilikinya."

Dia berkata, "Hanya karena kamu adalah Nyonya Gu-ku, seseorang yang akan ku jaga sepanjang hidupku."
Diisi, Dimiliki, dan Disetubuhi oleh Ayah Sahabat Terbaikku

Diisi, Dimiliki, dan Disetubuhi oleh Ayah Sahabat Terbaikku

973 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ayu Melati
Aku nggak pernah berniat menginginkan dia. Pak Gianto Rosadi—penuh tato, berbahaya, usianya dua kali lipat dariku, dan ayah dari sahabatku sendiri.

Dia seharusnya jadi wilayah terlarang. Nggak boleh disentuh. Tipe laki-laki yang cuma berani kamu bayangkan saat sendirian di kamar gelap, tanganmu nyasar di antara pahamu.

Tapi malam ketika aku memergokinya melahap perempuan lain di pinggir kolam, aku nggak sanggup memalingkan wajah.
Dan dia tahu.
Detik mata gelapnya mengunci mataku lewat pintu kaca, aku berubah jadi mangsa. Senyum kotornya cuma menjanjikan satu hal—dia tahu aku pernah menyentuh diriku sendiri sambil membayangkan dia, dan dia sama sekali nggak berniat membiarkanku lupa.

Sekarang, tiap kali aku ada di rumahnya, aku bahkan nggak bisa menarik napas tanpa kebayang mulutnya di antara kedua kakiku.
Aku meninggalkan mantan pacarku yang selingkuh, cuma untuk jatuh ke sesuatu yang jauh lebih berbahaya:
seorang pria yang bisa menghancurkanku, mematahkanku, dan bikin aku memohon agar dia menancapkan kemaluannya sementara putrinya sendiri tidur di kamar sebelah.

Dia terlalu tua. Terlalu berkuasa. Terlalu terlarang.
Tapi Pak Gianto nggak pernah minta—dia mengambil.
Dan aku nggak mau dia berhenti.
Obat untuk Sang Miliarder

Obat untuk Sang Miliarder

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · Leah Flores
“Lo tau nggak? Muka lo kalau lagi main catur tuh kayak orang mau ngebunuh,” gue ketawa kecil, sambil ngejepit rajanya. “Skakmat.”

Di detik itu juga, gue nangkep kilat kaget di matanya—lalu sesuatu yang gelap, pekat, yang gue sendiri nggak bisa nebak artinya.

Dia berdiri mendadak. Badannya yang tinggi bikin napas gue serasa ketahan, bayangannya jatuh menutup gue. “Nggak ada yang menang di permainan gue, Nona Valencia. Nggak ada.”


Oliver Kang, dua puluh delapan tahun, pengusaha muda tajir yang namanya disebut-sebut orang seolah uang punya bau sendiri. Di balik sikapnya yang dingin dan rapi kayak baja, dia nyimpen rahasia yang nggak bisa dia beli atau suap: kondisi langka yang bikin sentuhan manusia jadi siksaan. Kulit orang lain, bahkan cuma kena sekilas, bisa memantik nyeri yang merambat cepat, bikin tubuhnya menolak. Akhirnya dia hidup sendirian di tengah kemewahan, dikelilingi orang tapi nggak pernah benar-benar disentuh siapa pun.

Dunia yang dia susun dengan perhitungan milimeter itu retak pada satu malam—malam ketika dia memergoki Dallas Valencia sedang nyelonong di rumah besarnya, berusaha ngambil sesuatu yang bukan miliknya.

Kesepakatannya sederhana, tanpa ruang tawar: kerja jadi ART di rumahnya atau berurusan sama polisi.

Tapi semuanya berubah waktu Oliver nemuin sesuatu yang mustahil. Sentuhan Dallas—yang seharusnya bikin dia meringis, menarik diri, kesakitan—nggak memicu reaksi apa pun. Nggak ada nyeri. Nggak ada panas. Nggak ada tubuhnya yang menjerit minta lepas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dinding yang dia bangun rapi mulai rapuh.

Dallas Valencia nggak pernah berencana jadi ART pribadi miliarder paling dingin di kota. Rekeningnya kosong, dompetnya tipis, dan harga dirinya keras kepala. Dia nerima ultimatum itu dengan gigi terkatup, berniat bertahan dari arogansinya sampai dia bisa kabur dan balik ngatur hidupnya sendiri. Yang nggak pernah dia bayangin: dia justru jadi satu-satunya orang yang bisa nyentuh Oliver tanpa bikin pria itu tersiksa—jadi semacam penawar untuk penyakit yang udah ngurung Oliver seumur hidup.

“Apa yang lo lakuin ke gue?” suatu malam dia menjebak gue di antara tubuhnya dan dinding, suaranya rendah, serak, bikin bulu kuduk gue berdiri. “Kenapa cuma lo?”
Mata Ungu Dokter Jahat Kecil

Mata Ungu Dokter Jahat Kecil

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Victor Harlan
Orang yang dianggap sampah oleh banyak orang, ternyata mendapatkan warisan dari Dewa Pengobatan kuno, memperoleh ilmu pengobatan yang luar biasa, dan menguasai hidup dan mati manusia! Lihat bagaimana Ning Fan menguasai kota, dan mencapai puncak dunia...
Bosku Tuanku

Bosku Tuanku

274 Dilihat · Sedang Berlangsung · Mira Harlson
“Sub kecilku yang sempurna,” bisiknya serak menempel di bibirku, suaranya berat oleh hasrat saat lidahnya terus menyelami mulutku tanpa ampun. Tangan kanannya meraih kran, mematikan air yang masih mengucur. Dalam satu gerakan mulus, ia mengangkatku seakan tubuhku tak berbobot, lalu mendudukkanku di tepi wastafel yang sedikit lebih tinggi.

“Angkat bajumu.” Perintahnya rendah, tegas.

Aku menuruti tanpa ragu, mengerek kain itu pelan sampai menggumpal tepat di bawah pusarku.

Kini bagian paling rahasiaku terbuka jelas. Tatapannya jatuh ke sana—terpaku, seolah-olah tubuhku adalah sesuatu yang membuatnya lupa bernapas.

“Sekarang peluk kakimu,” arahannya kian keras.

Aku menarik napas dalam, lalu mengikuti. Kutarik kedua kakiku mendekat, kupeluk hingga membentuk huruf M—posisi yang membuatku terbuka sepenuhnya di hadapannya, tanpa sisa tempat untuk bersembunyi.

Di balik cerita yang panas sekaligus bikin penasaran ini, Bagas dan Alya harus menjaga keseimbangan rapuh antara tuntutan kantor dan hasrat yang mereka sembunyikan saat mereka sadar: hubungan BDSM online yang selama ini mereka jalani ternyata terjadi di antara mereka sendiri. Saat mereka masuk ke tarian rumit soal kuasa, pengkhianatan, dan kedekatan, mereka menemukan pelarian, pemulihan, dan cinta yang sama sekali tak mereka duga dalam pelukan satu sama lain—melampaui batas-batas yang seharusnya dipagari dunia kerja. Namun bagaimana jika musuh yang tak terduga ikut masuk ke dalam lingkaran mereka? Mampukah Bagas melindungi perempuan yang paling ia cintai di dunia, atau pada akhirnya semua ini bagi dia tak lebih dari soal dominasi?
1