7 Book(s) Related to do u have to pay for audible

Kebahagiaan Pak Liu

Kebahagiaan Pak Liu

519 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lucas Bennett
Pak Liu, seorang pria paruh baya berusia lebih dari 50 tahun, bekerja sebagai pengumpul barang bekas.

Suatu hari, saat dia sedang mengumpulkan barang bekas di rumah seseorang, tiba-tiba ibu rumah tangga di rumah itu terpeleset di kamar mandi.

Karena tidak ada orang lain di rumah, terpaksa Pak Liu harus membantu ibu itu di kamar mandi.

Namun, saat melihat tubuh menggoda gadis muda di depannya, Pak Liu akhirnya tidak bisa menahan diri dan melakukan kesalahan besar!
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

2.4k Dilihat · Sedang Berlangsung · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Sang Tabib Bijak

Sang Tabib Bijak

908 Dilihat · Sedang Berlangsung · Elara Hale
Mahasiswa miskin dari universitas kedokteran, Fang Rui, secara tak terduga mewarisi ilmu pengobatan dan kebijaksanaan dari leluhurnya yang merupakan seorang tabib suci. Sejak saat itu, hidupnya berubah drastis. Dengan jarum peraknya, Fang Rui menyembuhkan banyak orang dan menumpas kejahatan dengan semangat yang benar. Gadis kampus, wanita dewasa, ibu rumah tangga, yang seksi dan memikat—lihatlah bagaimana Fang Rui menjalani kehidupan bebas di tengah gemerlapnya kota besar yang penuh godaan ini.
Terpilih Untuk Menjadi Ibu Pengganti Sang Alfa

Terpilih Untuk Menjadi Ibu Pengganti Sang Alfa

306 Dilihat · Sedang Berlangsung · Genevieve Hale
Pinggulku bergerak tanpa tahu malu, menggesek telapak tangannya sementara dia mengisap memar di leherku. Rahasia kotor ini, ajakan cabul yang bertabrakan habis-habisan dengan hidupku yang selama ini rapi, tertib, dan serba dijaga. Sentakan-sentakan ringan yang nyaris kejam itu merobek jeritan dari tenggorokanku saat aku pecah, mataku terbalik, tubuhku mengunci dalam kejang yang nyeri sampai ke tulang.

Aku barusan berhubungan seks… sama orang asing… di gang belakang yang jorok…


“Jadi anak baik, ya. Anak baik itu dapat hadiah.”

Omong kosong.

Jadi perempuan baik nggak pernah ngasih gue apa-apa selain suami tukang selingkuh dan tumpukan utang kartu kredit atas namaku—kartu kredit yang dia pakai buat manjain pelakor itu, ditambah ejekan yang pengin banget kuhapus dari kepala dari mulut perempuan jalang itu: “Mungkin kalau kamu bisa ngasih dia anak, dia nggak perlu cari di tempat lain.”

Setelah bertahun-tahun garis satu dan hasil yang selalu mengecewakan, sekejam apa rasanya kalau satu kejadian nekat sama orang asing justru berhasil di titik tempat pernikahanku selalu gagal? Tawa tercekat lepas dari bibirku, tipis, nyaris histeris.


Pria seksi bermata gelap itu mencondongkan badan, siku bertumpu di lutut. “Siapa gue nggak penting,” katanya, kalimatnya menggema sampai ke sumsum tulangku. “Yang penting, Alya, lo lagi ngandung keturunan gue.”

“Keturunan… keturunan lo…?”
Tanpa Gangguan, Tetap Berkembang

Tanpa Gangguan, Tetap Berkembang

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Gloria Fox
Sebulan sebelum hari pernikahanku, aku membakar habis gaun pengantin yang sudah susah payah kujahit dengan tanganku sendiri selama setahun penuh.

Tunanganku berdiri di sana, mendekap erat selingkuhannya yang tengah berbadan dua, lalu mencibir ke arahku. "Tanpa aku, kamu itu bukan siapa-siapa."

Aku membalikkan badan, melangkah pergi, dan mengetuk pintu kediaman pria terkaya di kota ini. "Tuan Dirgantara, tertarik dengan sebuah pernikahan bisnis? Saya menawarkan kepemilikan saham bernilai ratusan triliun rupiah—plus sebuah kerajaan bisnis di masa depan, secara cuma-cuma."
1