Ia menarik pinggangku, menyeret tubuhku sampai menempel ke dinding terdekat. Telapak tangannya menuntun kakiku yang goyah. Lalu bibirnya menghantam bibirku, mendesak tanpa memberi ruang untuk ragu. Mungkin karena alkohol, tapi entah kenapa, aku menginginkan setiap detik ciumannya, sama seperti aku menginginkan miliknya yang besar itu masuk ke dalam diriku. Bagian dalam tubuhku berdenyut, geli oleh bayangan itu.
Ciumannya buas dan kasar, nyaris tanpa kelembutan, dan dari bibirku lolos erangan demi erangan. Jemarinya menyelinap ke dalam celana dalamku, membuatku menggigil saat menyentuh basah di antara pahaku. Jemari itu bergerak keluar-masuk dengan ritme cepat. Mulanya dua jari, lalu jadi tiga, menekan masuk dan menarik keluar dengan lapar, seakan ia tak pernah cukup.
Dunia Rachel Bernett runtuh ketika pacarnya yang sudah lama bersamanya, Cole Biancardi, mematahkan hatinya tepat saat Rachel hendak memberinya kejutan: liburan impian ke Miami. Menolak membiarkan rencananya—dan harga dirinya—hancur begitu saja, Rachel tetap berangkat ke Miami sendirian, berharap bisa menata ulang hati yang remuk. Namun pelariannya berubah menggoda ketika ia justru menarik perhatian dua pria yang sulit diabaikan—Logan dan Draco Biancardi, paman Cole yang karismatik.
Ketika gairah menyala di antara Rachel dan kedua bersaudara itu, persaingan panas pun meletup, masing-masing ngotot ingin menjadikannya milik mereka. Di saat yang sama, Cole perlahan menyadari harta yang ia biarkan lepas begitu saja. Kini, dengan hatinya sebagai taruhannya, Rachel bertekad membuat Cole menyesali pengkhianatannya—tapi kali ini, dialah yang memegang semua kendali.