2 Book(s) Related to days read

Jaring-Jaring Tipu Daya

Jaring-Jaring Tipu Daya

592 Dilihat · Sedang Berlangsung · Katherine Petrova
“Aku… aku milik, ee, Santino,” erangku putus-putus.

Santino menyeringai. Jarinnya menekan lebih dalam, membuatku nyaris kehilangan kendali. Aku terpaksa menggigit bibir, menahan erangan yang sudah di ujung lidah, yang minta diledakkan begitu saja.

Pelan-pelan, ia menarik tangannya dari sela pahaku. Aku menghirup napas tersengal, berusaha merebut jeda, pura-pura nggak peduli betapa panasnya rasa malu yang membakar sampai ke telinga.

Santino menoleh ke arah para pria yang menonton dengan wajah terperangah. Dengan santai, ia mengangkat dua jarinya ke mulut, menjilatnya perlahan, seolah memastikan tak ada setitik pun yang tersisa.

“Makan malamnya enak, Tino.” Santino tersenyum.


Reyna Fields nyaris tak pernah terlihat oleh dunia—bersembunyi di balik penampilan yang biasa-biasa saja dan benteng digital yang nyaris tak bisa ditembus. Dengan IQ yang di atas rata-rata dan kemampuan langka untuk membobol sistem serumit apa pun, Reyna mempertaruhkan segalanya demi satu hal: menemukan ibunya yang hilang.

Namun langkahnya melenceng ke jurang saat ia, tanpa sadar, menerobos basis data milik Santino “Saint” Venturi—bos mafia yang kejam, dengan kuasa yang membuat orang paling nekat pun memilih menunduk.

Bagi Saint, ulah Reyna justru hadiah.

Perempuan itu terlalu misterius untuk dibiarkan pergi, terlalu cerdas untuk dianggap remeh. Dan ketika rasa penasaran Saint berubah jadi obsesi, ia memutuskan Reyna harus berada dalam kendalinya—bukan cuma untuk menjaga rahasia-rahasianya tetap terkunci, melainkan karena sesuatu yang lebih gelap, lebih intens, yang ia inginkan dari Reyna.

Terjepit di antara permainan kuasa dan tarikan yang mustahil dipungkiri, Reyna dan Saint terseret ke dalam jaring hasrat terlarang dan bahaya yang mematikan.
Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

902 Dilihat · Sedang Berlangsung · Red Vixen
Sofia sempat mengira kematian ibunya adalah pemicu yang akan mengakhiri hidupnya. Namun justru itulah pemicu yang menyeretnya kembali ke titik awal—ke masa ketika ia benar-benar hidup.

Menjadi yatim piatu di usia sembilan belas dan tak punya pilihan selain menumpang di rumah paman tiri yang bahkan tak pernah ia kenal, hidup Sofia mendadak seperti naik turun komidi putar. Yang menunggunya bukan sosok paman tiri seperti yang ia bayangkan—dingin, tua, dan menjengkelkan—melainkan seorang pria tiga puluh enam tahun yang terlalu rupawan untuk disebut “paman” tanpa membuat lidahnya kelu.

Ia nyaris siap menyerahkan semuanya begitu saja—hatinya, tubuhnya, keperawanannya, bahkan hidupnya—asal pria itu mau melihatnya.

Sejauh apa Sofia akan melangkah untuk membuktikan dirinya? Dan apa yang akan terjadi saat ia tanpa sengaja mengorek rahasia-rahasia yang seharusnya tetap terkubur, tak pernah sekalipun menyentuh terang?
1