3 Book(s) Related to days of blood and starlight

Jaring-Jaring Tipu Daya

Jaring-Jaring Tipu Daya

592 Dilihat · Sedang Berlangsung · Katherine Petrova
“Aku… aku milik, ee, Santino,” erangku putus-putus.

Santino menyeringai. Jarinnya menekan lebih dalam, membuatku nyaris kehilangan kendali. Aku terpaksa menggigit bibir, menahan erangan yang sudah di ujung lidah, yang minta diledakkan begitu saja.

Pelan-pelan, ia menarik tangannya dari sela pahaku. Aku menghirup napas tersengal, berusaha merebut jeda, pura-pura nggak peduli betapa panasnya rasa malu yang membakar sampai ke telinga.

Santino menoleh ke arah para pria yang menonton dengan wajah terperangah. Dengan santai, ia mengangkat dua jarinya ke mulut, menjilatnya perlahan, seolah memastikan tak ada setitik pun yang tersisa.

“Makan malamnya enak, Tino.” Santino tersenyum.


Reyna Fields nyaris tak pernah terlihat oleh dunia—bersembunyi di balik penampilan yang biasa-biasa saja dan benteng digital yang nyaris tak bisa ditembus. Dengan IQ yang di atas rata-rata dan kemampuan langka untuk membobol sistem serumit apa pun, Reyna mempertaruhkan segalanya demi satu hal: menemukan ibunya yang hilang.

Namun langkahnya melenceng ke jurang saat ia, tanpa sadar, menerobos basis data milik Santino “Saint” Venturi—bos mafia yang kejam, dengan kuasa yang membuat orang paling nekat pun memilih menunduk.

Bagi Saint, ulah Reyna justru hadiah.

Perempuan itu terlalu misterius untuk dibiarkan pergi, terlalu cerdas untuk dianggap remeh. Dan ketika rasa penasaran Saint berubah jadi obsesi, ia memutuskan Reyna harus berada dalam kendalinya—bukan cuma untuk menjaga rahasia-rahasianya tetap terkunci, melainkan karena sesuatu yang lebih gelap, lebih intens, yang ia inginkan dari Reyna.

Terjepit di antara permainan kuasa dan tarikan yang mustahil dipungkiri, Reyna dan Saint terseret ke dalam jaring hasrat terlarang dan bahaya yang mematikan.
Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

896 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lysandra Veyne
Pada abad ke-24, seorang pemuda bernama Cui Xiaoyu mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya terlempar ke tahun 80-an, menjadi seorang gadis biasa dari keluarga petani miskin di desa.

Katanya sih bakal menikmati kehidupan pedesaan yang santai, tapi kenapa baru saja sampai malah hampir dijual oleh pedagang manusia? Dia harus mengurus makanan keluarganya, dan juga menghadapi dua paman yang memandangnya seperti musuh!

Orang lain yang terlempar ke masa lalu biasanya punya "cheat" yang membuat hidup mereka lancar dan sukses. Tapi dia hanya punya sepasang mata yang bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. Di zaman yang keras ini, mata seperti itu berguna buat apa?

Jadi, dia hanya bisa bekerja keras menanam jagung, mencari sumber air, dan melihat apakah ada tambang tersembunyi di sekitar sini! Dia tidak percaya bahwa dengan otaknya ini, dia bisa mati kelaparan di zaman kekeringan ini!

Dengan menendang paman yang jahat dan memukul preman tambang di desa, dia akan membawa seluruh keluarga Cui menuju jalan kekayaan!
Raja Para Alfa

Raja Para Alfa

286 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ana Karoline Mendes
Ditolak habis-habisan oleh belahan jiwa yang selama ini kupercaya ditakdirkan untukku, aku lari dari sakit hati dan mencari pegangan di pelukan seorang asing. Ada sesuatu pada dirinya—tatapan yang dalam, wibawa yang menyesakkan dada—yang membuatku tak mampu menolak, seolah tubuhku sudah lebih dulu menyerah sebelum pikiranku sempat bertahan.

Malam itu berubah jadi badai. Hasrat, amarah, dan kesepian bercampur jadi satu, menenggelamkanku sampai aku lupa siapa diri sendiri. Aku mengira aku hanya membiarkan diriku jatuh pada orang yang tak akan pernah kutemui lagi setelah fajar.

Aku salah.

Aku baru paham setelah semuanya terlambat—bahwa lelaki yang kupilih untuk melupakan takdir justru adalah takdir yang lebih besar: Raja Kaum Serigala.

Dan kini, di dalam rahimku tumbuh pewaris takhtanya.

Aku terjepit di antara dua hal yang sama-sama berbahaya: menolak tarikan dirinya yang seperti hipnosis, atau membiarkan ikatan rapuh di antara kami tumbuh hingga cukup kuat untuk menyelamatkan kami berdua. Setiap kali ia mendekat, udara terasa lebih berat. Suaranya seperti perintah yang tak terdengar namun ditaati. Kehadirannya membuatku ingin kabur sekaligus ingin pulang—padahal aku bahkan tak tahu di mana rumahku lagi.

Di luar sana, bayang-bayang bergerak mengincar kami. Ancaman datang dari lorong-lorong gelap, dari bisik-bisik yang berhenti saat aku lewat, dari mata-mata yang terlalu lama menatap. Ada yang tak sudi melihat seorang perempuan tanpa nama, tanpa darah bangsawan, membawa calon raja.

Setiap pertemuan dengannya menguji tekadku.

Ia bukan hanya lelaki. Ia mahkota, hukum, dan kutukan. Di balik sikap dinginnya, ada sesuatu yang menuntut—bukan sekadar tubuhku, tapi kepercayaanku. Dan setiap kali ia menyebut anak itu, suaranya melembut seperti ia sedang memegang sesuatu yang mudah pecah. Aku ingin percaya kelembutan itu nyata, bukan sekadar cara lain untuk menundukkanku.

Namun bagaimana caranya mencintai seseorang yang hidupnya milik takhta? Bagaimana caranya melindungi sebuah ikatan ketika dunia terus menajamkan pisau?

Aku tahu, aku harus memilih: menyerah pada rasa yang pelan-pelan tumbuh di antara kami, atau bertahan pada akal sehat yang terus berteriak agar aku lari sebelum mahkota itu menghancurkan semuanya.

Karena di dunia serigala, cinta sering kalah oleh kewajiban.

Dan aku takut—bukan pada gelap, bukan pada kematian—melainkan pada kemungkinan bahwa aku akan jatuh terlalu dalam, lalu ditinggalkan lagi. Bukan karena ia tak ingin, tetapi karena beratnya mahkota di kepalanya tak pernah mengizinkan siapa pun untuk benar-benar bahagia.
1