2 Book(s) Related to crazy alien pregnancy

Crazy Husband

Crazy Husband

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Soesan
Ternyata kenyataan tak seindah yang impikan. Pernikahan yang diharapkan menjadi sebuah pelabuhan cinta, tetapi ternyata pernikahannya hanya sebuah permainan untuk menutupi aib Daren.

"Maafkan aku, Cecil. Aku tidak akan pernah menyentuhmu sedikitpun karena aku hanya mencintai istriku."

"Lalu untuk apa kamu memintaku menikah denganmu, Daren?" Sebuah pertanyaan yang memang pantas diberikan untuk pria aneh itu.

Kesakitan dan kekecewaan Cecil tidak hanya sampai di situ saja. Daren bukan hanya tidak menyentuhnya sama sekali, tapi pria itu benar-benar tidak pernah menganggapnya ada sebagai seorang istri.

Hampir setiap malam Daren tidak pernah tidur dengannya. Pria itu mempunyai kamar khusus yang tidak satu orang pun boleh mengunjunginya termasuk Cecil.

Semua yang Daren lakukan menimbulkan kecurigaan yang besar bagi Cecil. Secara diam-diam wanita itu menyelinap masuk ke dalam kamar rahasia milik Daren.

Sakit dan kecewa Cecil tidak lebih besar dari keterkejutannya ketika mengetahui kenyataan yang ada. Sebuah boneka wanita berparas cantik terbaring indah di atas ranjang besar dengan segala kesempurnaannya.
Dipaksa Menikah dengan Pangeran Alien

Dipaksa Menikah dengan Pangeran Alien

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Amarachi Gabriel
Xy’thern bergerak cepat mengambil alih dari Xavier, dan udara di ruangan itu seketika terasa makin tegang, seperti listrik tipis yang merambat di kulit.

Tatapannya menusuk dalam ke mataku, membuatku merasa semakin liar—seolah semua batas yang tadi kupunya luruh begitu saja.

“Kamu mau aku masukin?” tanyanya pelan. Suaranya saja sudah cukup membuat tubuhku yang basah kian tak karuan. Ekornya menggesek punggungku, ujungnya menyapu kulitku dengan sengaja, memicu gelombang hangat yang mengalir deras ke seluruh tubuhku.

“Mau, Xy… tolong bikin aku enak pakai… semua punyamu,” kataku hampir seperti memohon, tubuhku penuh sesak oleh hasrat.

Tiba-tiba terdengar bunyi beradu di lantai—dia sudah menyapu bersih apa pun yang ada di atas meja, disingkirkan begitu saja tanpa peduli.

Bibirnya menempel di leherku, menghisap dan menahan napas di sana, lalu—perlahan—dia menembusku. Aku tersentak, napasku pecah jadi erangan yang terlalu keras untuk kutahan.


Mengetahui bahwa ketika menginjak delapan belas tahun, ia akan dijadikan “pembiak” bagi alien entah siapa, adalah kenyataan yang harus diterima Tessa sejak kecil—seperti setiap gadis manusia lain yang tumbuh dengan ketakutan yang sama. Itu sudah cukup buruk. Namun yang tak pernah ia siapkan adalah satu hal: pangeran dari bangsa alien yang sejak lama ia benci—dengan alasan yang ia anggap benar—tiba-tiba memutuskan bahwa dialah yang akan menjadi pengantinnya.

Lebih parahnya lagi, semakin ia mengenalnya, semakin banyak alasan baru untuk membencinya. Tapi entah bagaimana, alasan-alasan lain juga bermunculan—alasan yang membuat dada Tessa terasa goyah, membuatnya harus bertarung mati-matian agar pikirannya menang atas hatinya.

Sementara dunia alien mulai menemukan harapan kembali karena dirinya, Tessa justru harus berjuang untuk planetnya sendiri. Karena alien yang akhirnya berhasil merebut hati dan pikirannya bisa saja menjadi sosok yang menghancurkan segala yang ia cintai dan ia bela: Bumi.
1