Jaring-Jaring Tipu Daya
592 Dilihat · Sedang Berlangsung · Katherine Petrova
“Aku… aku milik, ee, Santino,” erangku putus-putus.
Santino menyeringai. Jarinnya menekan lebih dalam, membuatku nyaris kehilangan kendali. Aku terpaksa menggigit bibir, menahan erangan yang sudah di ujung lidah, yang minta diledakkan begitu saja.
Pelan-pelan, ia menarik tangannya dari sela pahaku. Aku menghirup napas tersengal, berusaha merebut jeda, pura-pura nggak peduli betapa panasnya rasa malu yang membakar sampai ke telinga.
Santino menoleh ke arah para pria yang menonton dengan wajah terperangah. Dengan santai, ia mengangkat dua jarinya ke mulut, menjilatnya perlahan, seolah memastikan tak ada setitik pun yang tersisa.
“Makan malamnya enak, Tino.” Santino tersenyum.
Reyna Fields nyaris tak pernah terlihat oleh dunia—bersembunyi di balik penampilan yang biasa-biasa saja dan benteng digital yang nyaris tak bisa ditembus. Dengan IQ yang di atas rata-rata dan kemampuan langka untuk membobol sistem serumit apa pun, Reyna mempertaruhkan segalanya demi satu hal: menemukan ibunya yang hilang.
Namun langkahnya melenceng ke jurang saat ia, tanpa sadar, menerobos basis data milik Santino “Saint” Venturi—bos mafia yang kejam, dengan kuasa yang membuat orang paling nekat pun memilih menunduk.
Bagi Saint, ulah Reyna justru hadiah.
Perempuan itu terlalu misterius untuk dibiarkan pergi, terlalu cerdas untuk dianggap remeh. Dan ketika rasa penasaran Saint berubah jadi obsesi, ia memutuskan Reyna harus berada dalam kendalinya—bukan cuma untuk menjaga rahasia-rahasianya tetap terkunci, melainkan karena sesuatu yang lebih gelap, lebih intens, yang ia inginkan dari Reyna.
Terjepit di antara permainan kuasa dan tarikan yang mustahil dipungkiri, Reyna dan Saint terseret ke dalam jaring hasrat terlarang dan bahaya yang mematikan.
Santino menyeringai. Jarinnya menekan lebih dalam, membuatku nyaris kehilangan kendali. Aku terpaksa menggigit bibir, menahan erangan yang sudah di ujung lidah, yang minta diledakkan begitu saja.
Pelan-pelan, ia menarik tangannya dari sela pahaku. Aku menghirup napas tersengal, berusaha merebut jeda, pura-pura nggak peduli betapa panasnya rasa malu yang membakar sampai ke telinga.
Santino menoleh ke arah para pria yang menonton dengan wajah terperangah. Dengan santai, ia mengangkat dua jarinya ke mulut, menjilatnya perlahan, seolah memastikan tak ada setitik pun yang tersisa.
“Makan malamnya enak, Tino.” Santino tersenyum.
Reyna Fields nyaris tak pernah terlihat oleh dunia—bersembunyi di balik penampilan yang biasa-biasa saja dan benteng digital yang nyaris tak bisa ditembus. Dengan IQ yang di atas rata-rata dan kemampuan langka untuk membobol sistem serumit apa pun, Reyna mempertaruhkan segalanya demi satu hal: menemukan ibunya yang hilang.
Namun langkahnya melenceng ke jurang saat ia, tanpa sadar, menerobos basis data milik Santino “Saint” Venturi—bos mafia yang kejam, dengan kuasa yang membuat orang paling nekat pun memilih menunduk.
Bagi Saint, ulah Reyna justru hadiah.
Perempuan itu terlalu misterius untuk dibiarkan pergi, terlalu cerdas untuk dianggap remeh. Dan ketika rasa penasaran Saint berubah jadi obsesi, ia memutuskan Reyna harus berada dalam kendalinya—bukan cuma untuk menjaga rahasia-rahasianya tetap terkunci, melainkan karena sesuatu yang lebih gelap, lebih intens, yang ia inginkan dari Reyna.
Terjepit di antara permainan kuasa dan tarikan yang mustahil dipungkiri, Reyna dan Saint terseret ke dalam jaring hasrat terlarang dan bahaya yang mematikan.



