3 Book(s) Related to chieri love is 8 meters

Pengantin CEO Yang Jelek

Pengantin CEO Yang Jelek

338 Dilihat · Sedang Berlangsung · Bodhi is two ear
Novel Ugly Bride CEO membawakan kita kisah tentang seorang gadis yang akan mengorbankan seluruh hidupnya untuk keluarganya. Dalam hal kehangatan dan dukungan emosional, keluarga belum banyak memberikan. Dia tinggal bersama saudara tirinya dengan ibu kandungnya.

Di sini, satu ciri unik dari keluarga ini adalah bahwa ibu di sini lebih mencintai anak tirinya daripada putri kandungnya. Hal ini sangat dirasakan oleh gadis yang merupakan protagonis wanita dalam cerita ini. Sebagai akibat dari ketidakpedulian ini, dia tidak terlalu terikat pada mereka.

Suatu hari, ibunya akan mendatanginya, memintanya untuk menikah dengan pria hantu di kota. Pria ini dikatakan paling jelek dan pincang.
Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

702 Dilihat · Sedang Berlangsung · Cherie Frost
“Kamu suruh aku berhenti, aku berhenti,” bisiknya di dekat telingaku. “Tapi kalau kamu nggak...”

Dia nggak meneruskan. Dia juga nggak perlu.

Aku nggak menyuruhnya berhenti.

Sebaliknya, jemariku mencengkeram kemejanya, meremas kain itu seolah itu satu-satunya pegangan yang bikin aku tetap waras. Ada sesuatu di dalam dirinya yang akhirnya putus—sesuatu yang sudah terlalu lama dia tahan. Bibirnya menemukan bibirku dalam ciuman yang sama sekali bukan lembut, melainkan lapar, putus asa.

Aku terengah ke dalam ciumannya, tangannya meluncur naik, menangkup rahangku, menahanku seperti dia takut aku bakal lenyap begitu saja.

“Kamu bikin gue gila,” hembusnya di bibirku, lalu bibirnya turun menyusuri leherku. “Gue nggak bisa kehilangan lo, Alya. Bukan lo.”

Kepalaku terdongak, bunyi pelan lolos dari bibirku saat jemarinya menghafal lekuk pinggangku. Amarahku lumer di bawah keputusasaannya.

“Rangga...” bisikku, lebih seperti permohonan daripada penolakan.

Tangannya menangkap tanganku, jemari kami bertaut rapat. “Gue bakal balikin dia. Gue sumpah. Cuma... jangan menjauh dari gue. Tolong.”

Kata tolong itu—pelan, serak, nyaris remuk—menghancurkanku lebih dari apa pun.


Alya nggak pernah membayangkan dia akan menikahi laki-laki yang diam-diam sudah dia cintai bertahun-tahun, dengan cara seperti ini.

Saat kakaknya, Bima, terancam hukuman dua puluh lima tahun penjara karena penggelapan dana dalam jumlah besar, Rangga Wijaya—konglomerat bisnis yang terkenal kejam—menawarkan sebuah kesepakatan: menikah dengannya sebagai ganti kebebasan sang kakak.

Ini bukan lamaran dongeng, melainkan balas dendam yang disusun rapi. Karena di hati Rangga, Alya adalah biang keladi yang telah membunuh adiknya, Citra. Dia ingin Alya membayar harganya—menebusnya dengan seumur hidup penderitaan.
1