2 Book(s) Related to cherrie jones

Dewi dan Serigala

Dewi dan Serigala

633 Dilihat · Sedang Berlangsung · Constance Jones
"Aku suka suara yang kamu buat saat aku memuaskanmu, itu membuatku semakin bergairah dan rasamu manis sekali, seperti madu."

Ketika Charlie mulai bermimpi tentang kekasih idealnya, dia tidak pernah menyangka bahwa dia bisa menjadi nyata, apalagi menjadi bosnya dan pasangan takdirnya.

Setelah akhirnya mendapatkan pekerjaan impiannya, Charlie bertemu dengan CEO untuk pertama kalinya hanya untuk mengetahui bahwa dia adalah pria yang telah memenuhi setiap hasrat seksualnya dalam mimpi. Pria yang lezat, berotot, dan sempurna ini telah menghantui mimpinya selama berbulan-bulan, menunjukkan segala sesuatu yang selalu dia inginkan tetapi tidak pernah dia pikir bisa dia miliki sampai dia bertemu dengannya.

Ternyata, menjadi bosnya hanyalah puncak gunung es dalam petualangan gila di mana dia menemukan bahwa hal-hal supernatural itu nyata, asal-usulnya yang sebenarnya, dan dunia yang tidak pernah dia ketahui ada. Sementara itu, kekuatan jahat mengintai di atasnya dan kekasih Alphan-nya, mengancam untuk menghancurkan dunia seperti yang dia ketahui.
Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

Istri Kontrak: Pernikahan Penuh Dendam

702 Dilihat · Sedang Berlangsung · Cherie Frost
“Kamu suruh aku berhenti, aku berhenti,” bisiknya di dekat telingaku. “Tapi kalau kamu nggak...”

Dia nggak meneruskan. Dia juga nggak perlu.

Aku nggak menyuruhnya berhenti.

Sebaliknya, jemariku mencengkeram kemejanya, meremas kain itu seolah itu satu-satunya pegangan yang bikin aku tetap waras. Ada sesuatu di dalam dirinya yang akhirnya putus—sesuatu yang sudah terlalu lama dia tahan. Bibirnya menemukan bibirku dalam ciuman yang sama sekali bukan lembut, melainkan lapar, putus asa.

Aku terengah ke dalam ciumannya, tangannya meluncur naik, menangkup rahangku, menahanku seperti dia takut aku bakal lenyap begitu saja.

“Kamu bikin gue gila,” hembusnya di bibirku, lalu bibirnya turun menyusuri leherku. “Gue nggak bisa kehilangan lo, Alya. Bukan lo.”

Kepalaku terdongak, bunyi pelan lolos dari bibirku saat jemarinya menghafal lekuk pinggangku. Amarahku lumer di bawah keputusasaannya.

“Rangga...” bisikku, lebih seperti permohonan daripada penolakan.

Tangannya menangkap tanganku, jemari kami bertaut rapat. “Gue bakal balikin dia. Gue sumpah. Cuma... jangan menjauh dari gue. Tolong.”

Kata tolong itu—pelan, serak, nyaris remuk—menghancurkanku lebih dari apa pun.


Alya nggak pernah membayangkan dia akan menikahi laki-laki yang diam-diam sudah dia cintai bertahun-tahun, dengan cara seperti ini.

Saat kakaknya, Bima, terancam hukuman dua puluh lima tahun penjara karena penggelapan dana dalam jumlah besar, Rangga Wijaya—konglomerat bisnis yang terkenal kejam—menawarkan sebuah kesepakatan: menikah dengannya sebagai ganti kebebasan sang kakak.

Ini bukan lamaran dongeng, melainkan balas dendam yang disusun rapi. Karena di hati Rangga, Alya adalah biang keladi yang telah membunuh adiknya, Citra. Dia ingin Alya membayar harganya—menebusnya dengan seumur hidup penderitaan.
1