3 Book(s) Related to bara read

Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

203 Dilihat · Sedang Berlangsung · Basa
Aku bergelantungan di bibir jurang, kuku-kukuku nyaris lepas dari batu yang dingin, sementara di atas sana suamiku menyelipkan lidahnya ke mulut sahabatku sendiri. Aku menjerit minta tolong, tapi angin menelan suaraku bulat-bulat.

“Lihat baik-baik, Serena,” Ethan mendesis, sambil membuka resleting celananya tepat di tepi jurang.

Dadaku serasa dibelah. Dengan mata terbelalak, aku menyaksikan Lila berlutut, melakukan hal yang paling menjijikkan, menelan dirinya sampai aku nyaris muntah. Di saat yang sama, jemariku yang kaku, yang menggenggam batu sekuat tenaga, mulai tergelincir sedikit demi sedikit.

“Mati aja sambil sadar kalau kamu nggak akan pernah cukup,” erangnya, lalu menghantam punggung tanganku dengan sepatu sampai cengkeramanku terlepas, tepat ketika tubuhnya menegang.

Aku menjerit dan jatuh…

Lalu aku tersentak bangun di ranjang, tubuhku basah kuyup, napas megap-megap seperti baru lolos dari tenggelam. Seluruh badan gemetar—ada sisa orgasme halusinatif yang lahir dari takut dan murka, menampar-nampar sarafku tanpa ampun.

Pagi hari pernikahan.

Aku masih hidup.

Aku harus menghapus bekas sentuhannya. Aku butuh pasangan baru.

Aku mendatangi Lucien. Aku tidak menyerahkan berkas-berkas bisnis yang dia mau. Aku menyerahkan tubuhku.

“Bikin aku lupa sama dia,” pintaku, saat aku menaiki kursi kulit Lucien, duduk mengangkang di atasnya.

Lucien tidak ragu.

Dia merobek celana dalamku, lalu jari-jarinya yang besar langsung menyelam ke hasratku yang terbakar, tanpa peringatan, tanpa sisa belas kasihan.

“Setelah aku selesai sama kamu,” geramnya menempel di bibirku, “kamu bahkan nggak bakal ingat namanya.”

Dia menghunjam ke dalam diriku dengan kasar—keras dan cepat—setiap bunyi basah yang memukul kulit seperti cap kepemilikan atas hidup keduaku.
Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

Jatuh Cinta pada Paman Tiri Mafia-ku

902 Dilihat · Sedang Berlangsung · Red Vixen
Sofia sempat mengira kematian ibunya adalah pemicu yang akan mengakhiri hidupnya. Namun justru itulah pemicu yang menyeretnya kembali ke titik awal—ke masa ketika ia benar-benar hidup.

Menjadi yatim piatu di usia sembilan belas dan tak punya pilihan selain menumpang di rumah paman tiri yang bahkan tak pernah ia kenal, hidup Sofia mendadak seperti naik turun komidi putar. Yang menunggunya bukan sosok paman tiri seperti yang ia bayangkan—dingin, tua, dan menjengkelkan—melainkan seorang pria tiga puluh enam tahun yang terlalu rupawan untuk disebut “paman” tanpa membuat lidahnya kelu.

Ia nyaris siap menyerahkan semuanya begitu saja—hatinya, tubuhnya, keperawanannya, bahkan hidupnya—asal pria itu mau melihatnya.

Sejauh apa Sofia akan melangkah untuk membuktikan dirinya? Dan apa yang akan terjadi saat ia tanpa sengaja mengorek rahasia-rahasia yang seharusnya tetap terkubur, tak pernah sekalipun menyentuh terang?
1