3 Book(s) Related to baby tyrant

Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

Oops, Sugar Baby-ku Seorang Miliarder

404 Dilihat · Sedang Berlangsung · Sophia
Pada hari pernikahannya, suaminya kabur dengan wanita lain.
Malam itu, dia membawa pulang seorang pemuda tampan!
Siapa yang butuh pria di zaman sekarang?
Tiga tahun kemudian, pemuda itu berubah menjadi CEO yang berkuasa.
Tunggu, kamu, seorang miliarder, menghabiskan uang cewek ini setiap hari?
Dikejar Bos Tirani untuk Jadi Istrinya

Dikejar Bos Tirani untuk Jadi Istrinya

650 Dilihat · Sedang Berlangsung · Budi Santoso
Di bawah gemerlap lampu kota metropolis fiksi Jakarta, Aditya Wijaya sang konglomerat memiliki segalanya—kekayaan, kekuasaan, dan pemuja tak terhitung. Namun, dunia sempurnanya runtuh ketika dia terseret ke dalam konspirasi keji.

Dia adalah Kirana Sekar, perempuan yang hidup dalam bayang-bayang dengan banyak identitas. Sebagai peretas ulung, petualang tak kenal takut, dan seniman tak dikenal, masa lalunya diselimuti misteri dan setiap gerak-geriknya tak terduga.

Rasa terima kasih Aditya pada Kirana berubah cepat menjadi hasrat yang tak terbendung. Namun, dia segera sadar: mendekatinya jauh lebih berbahaya dari yang dibayangkan. Dunia Kirana penuh rahasia dan bahaya; siapa pun yang mendekat berisiko tersedot ke dalam jurang.

Dalam usahanya mendapatkan Kirana, Aditya harus menghadapi musuh-musuh yang mengintai di balik bayangannya dan mengungkap kebenaran mengejutkan di balik hidupnya yang misterius. Hubungan mereka menguat di antara gairah dan bahaya, tetapi mampukah mereka menemukan kebahagiaan sejati dalam hasrat terlarang ini?

Seiring konspirasi perlahan terungkap, Aditya dan Kirana harus berjalan di jalan berliku antara kepercayaan dan pengkhianatan. Akankah mereka mengatasi segala rintangan dan menemukan satu sama lain, ataukah cinta mereka ditakdirkan ditelan pusaran rahasia dan nafsu?
Ayah Sahabat Terbaikku Terlalu Menggoda

Ayah Sahabat Terbaikku Terlalu Menggoda

643 Dilihat · Sedang Berlangsung · Baby Butterfly
Aku sama sekali nggak pernah nyangka kencan butaku bakal berakhir dengan… dia.

Di kamar hotel yang remang, si pria asing itu bertanya pelan, “Aku boleh lebih dekat?”

Ini persis skenario yang pernah kubayangkan setelah patah hati ditinggal pacarku. Cara paling cepat buat mengubur rasa sakit: cari orang yang nggak kenal aku, malam yang nggak perlu diingat, lalu besok pura-pura semuanya baik-baik saja.

Saat dia mulai membantuku melepas baju, ujung-ujung jarinya menelusuri kulitku pelan, bikin bulu kudukku berdiri. Aku menahan isak yang nyaris lolos—campur aduk antara sedih yang belum selesai dan tubuhku yang tetap merespons sentuhannya.

Lalu, di sela napas yang berat, aku menangkap sesuatu yang familiar.

Aroma.

Aroma yang pernah kucium berkali-kali, di ruang tamu rumah sahabatku, di mobil yang sering menjemput kami, di jaket yang pernah kupinjam ketika hujan. Sejenak, dadaku terasa sesak, tapi aku memaksa otakku berhenti mencari-cari jawaban.

Sampai dia menunduk, bibirnya mendekat ke telingaku, dan berbisik, “Kita mulai pelan-pelan, ya…”

Kalimat itu—nada itu—cara dia menyebutnya… menghantamku seperti tamparan.

Aku menegang.

“Justin!” Aku terengah, suara itu keluar begitu saja, sementara jantungku berlari kencang, seolah mau menembus tulang rusukku.

Dan pada detik itu juga, kenyataan menabrakku tanpa ampun.

Pria yang semalaman bersamaku—pria yang kukira orang asing—adalah ayah sahabatku sendiri.


Salsa mengira kencan buta dengan orang asing akan membantunya melupakan patah hati—sampai ia sadar pria yang menghabiskan malam bersamanya adalah Justin, ayah sahabatnya.

Di hadapan godaan yang terlarang, akankah Salsa membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa itu, meski ia tahu risikonya?
1