6 Book(s) Related to araara

Di Antara Empat Alpha

Di Antara Empat Alpha

1.9k Dilihat · Sedang Berlangsung · K. K. Winter
"Aku ingin bermain sebuah permainan. Dengan tangan dan kaki terikat - kamu tidak bisa terburu-buru, memaksa, atau menghentikan apapun.

Sekarang. Tutup matamu." Perintah sang Alpha. Seth menggigil mendengar kata-katanya.

Untuk beberapa saat, ruangan menjadi hening.
Yang bisa Seth dengar hanyalah napasnya yang cepat.
Dia masih merasa bersemangat tapi juga takut.

"Luciano, tolong," dia merintih,

"Ya, sayang?"

"Berhenti, aku ingin merasakanmu. Godaan ini membunuhku."

"Itu bukan caranya."
Pria itu meletakkan tangannya di pantatnya dan menempatkannya di atas lututnya.

"Kamu minta satu kali lagi. Pantatmu akan dipukul sampai merah."

🌶🐺🌶🐺🌶🐺🌶🐺

Seth punya satu aturan - tidak ada Alpha: Alpha yang posesif, dominan, dan teritorial bisa mematahkan dan membengkokkan diri mereka sendiri, tapi mereka tidak pernah bisa berakhir di tempat tidurnya, atau menyeretnya ke tempat tidur mereka.

Sampai hari permainan seremonial Alpha tiba: yang harus dia lakukan hanyalah melayani tamu dan lari sejauh mungkin setiap kali dia mendapat kesempatan.

Seth tidak menyangka bertemu dengan seorang Alpha sehari sebelum meninggalkan kota baru, juga tidak menyangka menghadapi yang lain yang mencoba menunjukkan minatnya - bukan hanya satu, dua, atau tiga, tapi empat Alpha laki-laki.

Tidak ada satupun dari mereka yang mau menyerah atau mundur. Para pria itu ingin mengklaimnya, dan tidak ada yang akan berhenti sampai wanita itu menjadi miliknya atau milik mereka.

Peringatan: Ini adalah buku harem terbalik yang mengandung BANYAK konten dewasa dan tema sensitif. (Kinks/ BDSM/ bahasa kasar dll.) Sangat disarankan hanya untuk pembaca dewasa. !!! 18+ !!!
Asmara di Usia 40 Tahun

Asmara di Usia 40 Tahun

558 Dilihat · Sedang Berlangsung · Helena Naionara
Deborah, perempuan kepala empat, sedang segila orang yang muter-muter ngejar ekornya sendiri sampai pusing tujuh keliling. Entah kenapa, di usia segitu, ia malah nekat mengunduh aplikasi kencan. Dari sana, ia ketemu seorang pria yang muncul di layar dengan nama sederhana: Pak R. Wajahnya—astaga—seolah keluar dari khayalan paling liar yang selama ini cuma berani ia simpan di kepala.

Pak R langsung mengajaknya makan malam. Deborah yang sudah lama lupa rasanya deg-degan, mendadak seperti anak SMA baru diajak jalan. Ia berdandan dengan semangat yang bahkan membuatnya sendiri geli. Di kaca, ia mencoba meyakinkan dirinya: ini cuma makan malam, cuma ngobrol, bukan apa-apa.

Tapi sebelum ia sempat sampai, hidup keburu menggoda dengan cara yang paling memalukan.

Di perjalanan, Deborah bertemu seorang asing. Tatapannya tajam, senyumnya malas, dan caranya berdiri seakan dunia ini miliknya. Semua alarm kewarasan di kepala Deborah sempat bunyi, tapi tubuhnya lebih cepat daripada logika. Ada momen pendek, terlalu dekat, terlalu hangat—lalu ia menyerah. Seolah-olah ia bukan Deborah yang biasanya penuh perhitungan, melainkan seseorang yang sudah terlalu lama menahan lapar.

Setelahnya, rasa bersalah menghantam seperti mabuk yang datang terlambat. Moral hangover—itu kata yang paling pas—membuat tenggorokannya kering dan dadanya sesak. Ia mendadak sadar betapa bodohnya ia. Betapa gampangnya ia terpancing. Tanpa sempat mengucap apa pun yang pantas, Deborah kabur. Cepat, panik, seperti kucing liar yang baru saja disiram air.

Dan ia berusaha mengubur semuanya di bawah karpet, pura-pura itu cuma insiden yang tidak akan pernah muncul lagi.

Takdir, ternyata, suka bercanda dengan cara paling kejam.

Keesokan harinya, kantor kedatangan pimpinan baru.

Deborah masih sempat merapikan meja, menyeduh kopi, menyiapkan wajah netral—sampai pintu ruang rapat terbuka dan pria itu masuk. Pria asing yang semalam membuatnya kehilangan akal. Orang yang sentuhannya masih terasa seperti bekas panas di kulitnya.

Dia berdiri di depan semua orang, memperkenalkan diri dengan suara tenang yang membuat bulu kuduk Deborah berdiri.

Itu bos barunya.

Deborah menelan ludah. Jantungnya seakan jatuh ke tumit.

Sejak saat itu, hari-harinya berubah jadi perang sunyi. Di kantor, ia harus memasang ekspresi profesional, memilih kata-kata yang aman, menjaga jarak yang sopan—sementara di dalam dirinya ada api yang menyala setiap kali mata mereka bertemu. Setiap kali pria itu menoleh, setiap kali namanya dipanggil, setiap kali ia lewat di belakang kursinya dan aroma parfumnya menyelinap masuk ke napas Deborah.

Ia harus bertahan di tengah ketegangan yang tidak pernah benar-benar diucapkan, tapi selalu ada—menggantung di udara ruang kerja seperti listrik yang siap menyambar.

Dan yang paling menyiksa: ia harus pura-pura tidak pernah terjadi apa-apa, padahal ia tahu, lelaki brengsek itu juga mengingatnya. Terlalu jelas dari cara senyumnya tertahan, dari tatapannya yang seolah berkata: kita punya rahasia.

Deborah cuma bisa menggertakkan gigi dan berjanji pada diri sendiri: ia tidak akan jatuh lagi.

Masalahnya, setiap kali ia menatap mata pria itu, janji itu terasa seperti lelucon.
Koki Pribadi Pembawa Acara Cantik

Koki Pribadi Pembawa Acara Cantik

689 Dilihat · Sedang Berlangsung · Declan Pierce
Seorang pria yang gagal dalam ujian masuk universitas tiba-tiba mendapatkan "Sistem Dewa Masak". Bagaimana dia bisa menguasai dunia hanya dengan keahlian membuat bakpao?

Selain banyaknya kesempatan yang tak terduga, lebih banyak lagi wanita yang tak terhitung jumlahnya...
Tiba-tiba: Cinta Terjalin Antara Aku dan CEO

Tiba-tiba: Cinta Terjalin Antara Aku dan CEO

627 Dilihat · Sedang Berlangsung · Nora Hoover
Setelah pengkhianatan dan pertemuan mabuk yang menentukan, Layla mendapati dirinya terjerat dengan Samuel Holland yang misterius. Tawaran Samuel sederhana namun gila: dia ingin seorang pewaris. Semangat Layla yang berapi-api tidak mudah dijinakkan—dia tidak akan menjadi wadah bagi keturunan siapa pun. Namun, saat dia menavigasi aliansi yang tak terduga ini, dia mendapati dirinya menerima pengabdian Samuel yang tak tergoyahkan, mengubah kemalangannya menjadi kehidupan yang penuh iri. Saat mereka menavigasi perjanjian mereka, masing-masing menyadari bahwa yang lain adalah potongan yang hilang dari teka-teki hidup mereka.
Kelahiran Kembali: Sang Phoenix Miliarder

Kelahiran Kembali: Sang Phoenix Miliarder

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Ariana Peige
Ivanna Martinez tewas dalam kobaran api yang dinyalakan oleh orang-orang yang selama ini ia cintai dan percaya sepenuh hati. Matanya dipenuhi benci dan pedih saat menatap sepasang kekasih itu melangkah pergi, meninggalkannya. Di dadanya, hanya ada satu hal yang tersisa: dahaga untuk membalas.

Namun langit belum selesai dengannya. Ia tidak sekadar terbangun—ia terlahir kembali.
Kembali untuk menagih utang yang dulu ditorehkan padanya, dengan darah.

Jadi kenapa kalau ia cuma pewaris palsu? Ia “pewaris palsu” yang membawa warisan darah asli—sesuatu yang akan membuat musuh-musuhnya gemetar.
Terlahir Kembali: Balas Dendam Sang Pewaris Wanita

Terlahir Kembali: Balas Dendam Sang Pewaris Wanita

761 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ariana Peige
“Di hidupku yang dulu, aku cuma pion yang dibuang. Di hidup ini, aku adalah RATU.”

Dikhianati tunangannya sendiri dan diinjak-injak saudari tirinya, Sekar mengembuskan napas terakhir dalam putus asa yang dingin dan kejam. Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Saat membuka mata, ia baru sadar ibunya bukan perempuan biasa—ibunya legenda, dengan identitas yang sanggup membuat dunia gemetar.

Berbekal rahasia-rahasia sang ibu dan hatinya yang sudah membeku, Sekar mulai memanjat. Perusahaan demi perusahaan berdiri di bawah tangannya, musuh-musuhnya dipermalukan di hadapan publik, dan para bajingan itu berakhir berlutut, memohon ampun.

Ia berniat menjalani hidup balas dendam yang tenang dan mewah. Ia tidak pernah merencanakan kemunculan Leonard Hartono—konglomerat paling bengis di negeri ini, terkenal tak kenal ampun.

“Kenapa kamu harus nampar dia pakai tanganmu sendiri?” geramnya, menarik Sekar duduk di pangkuannya dan menatap telapak tangannya yang memerah. “Lain kali, biar gue yang kotor-kotoran. Gue nggak tahan lihat kamu kesakitan.”

Apa monster berdarah dingin itu sebenarnya… suami yang kelewat memanjakan?
1