2 Book(s) Related to amarok creature

Menebus Aaron

Menebus Aaron

650 Dilihat · Sedang Berlangsung · North Rose 🌹
PTSD adalah efek samping yang menyebalkan dari menjadi seorang tentara. Itu juga alasan dia menjauhkan diri dariku, untuk melindungiku dari otaknya yang kacau.

Apakah aku akan melihatnya lagi? Aku merindukannya, tapi di saat yang sama aku ingin mencekiknya.

Dia adalah prajuritku yang hancur, memohon penebusan. Bisakah aku menyelamatkannya dari mimpi buruknya?


Apa-apaan ini... Aku mengusap bibirku dengan jari saat melihatnya pergi.

Panas mengalir di perutku saat aku mengingat tatapan di matanya sebelum dia menciumku.

Hasrat.

Hasrat yang mentah dan telanjang bersinar di matanya.

Alih-alih menjawab pertanyaanku, dia menangkup pipiku dengan satu tangan, lalu menangkap bibirku dengan bibirnya. Ciuman itu berbeda dari yang sebelumnya.

Itu lembut dan menghancurkanku.

Dia memiliki diriku.


Dari teman menjadi kekasih adalah trope yang sudah lama ada, tapi Aaron Carter telah melawan cintanya untuk salah satu teman baiknya dan sesama tentara selama bertahun-tahun. Kenapa, kau tanya? Karena dia merasa tidak layak mendapatkan cintanya, merasa kotor oleh perbuatan masa lalunya sebagai tentara. PTSD-nya mendorongnya mencari kenyamanan di pelukan wanita-wanita acak selama bertahun-tahun, olahraga ekstrem, perjudian, dan apa pun yang bisa membuatnya melupakan mimpi buruk yang menghantuinya saat tidur.

Rylan Danvers adalah mantan ahli bedah tentara yang kini menjadi terapis fisik, dan dia telah mencintai Aaron selama bertahun-tahun. Dia telah mendorongnya menjauh terlalu banyak kali dan sekarang dia bertekad untuk melanjutkan hidupnya. Ironisnya, sekarang ketika dia bertekad untuk melakukan itu, Aaron justru sama bertekadnya untuk memikatnya.

Bisakah mereka mengambil lompatan iman itu?

Ikuti kisah cinta Aaron dan Rylan saat mereka terikat oleh hasrat yang membara dan cinta satu sama lain.
Dikhianati oleh darah, Terlahir Kembali dalam Amarah

Dikhianati oleh darah, Terlahir Kembali dalam Amarah

215 Dilihat · Sedang Berlangsung · midaspen78
Aku mati dengan capnya masih menempel di kulitku. Istri mandul. Mainan yang dibuang. Perempuan bodoh yang rela berdarah demi lelaki yang meniduri adikku sendiri, sementara aku menelan habis sakitnya dicap tak bisa memberi keturunan.

Hari ketika aku memergoki Alpa-ku terkubur di antara paha adikku—taringnya meninggalkan bekas di sana, di tempat yang seharusnya jadi milikku. Dan saat aku membongkar sebuah rahasia yang bisa menghancurkannya, mereka menembakku sampai mati.

Tapi mati ternyata nggak cukup.

Dewi Bulan mengirimku kembali—dengan amarah yang masih menetes, dengan dendam yang belum kenyang—ke hari dia melamarku. Kembali ke saat aku seharusnya menertawakannya dan pergi tanpa menoleh.

Kali ini? Aku akan jadi Luna yang sempurna. Memakai cincinnya. Menggumamkan namanya. Membiarkannya menelanjangiku tanpa sisa, mengira aku masih miliknya.

Padahal tiap ciuman adalah racun. Tiap helaan napas, kebohongan. Setiap kali dia menumpahkan dirinya di dalamku, aku akan berpura-pura kalau aku menerimanya. Saat dia tenggelam dalam panas tubuhku, aku akan tersenyum—karena kerajaannya sudah mulai remuk di genggamanku.

Tapi dendamku nggak berhenti di dia. Ada Alpa saingan yang sejak dulu menatapku dengan mata gelap, posesif. Yang ingin menghancurkan suamiku sama kuatnya seperti aku.

Jadi akan kutawarkan sebuah kesepakatan: Pakai aku. Biar aku pakai kamu. Bantu aku mematahkan dia, dan aku akan membiarkanmu melakukan jauh lebih banyak. Kamu boleh menyentuhku. Mengklaimku. Menggigitku di tempat cap suamiku dulu pernah menempel.

Aku akan menungganginya di balik bayang-bayang, membiarkannya menggeramkan namaku saat kami merobek dunia suamiku sampai tinggal serpihan.

Tapi ini kebenarannya, Alpa: kamu pikir aku milikmu? Sayang, aku bukan milik siapa pun.

Dan ketika hantaman terakhir datang—ketika suamiku tersedak oleh darahnya sendiri—akulah yang akan tersenyum menatapnya dari atas. Biarkan dia mati masih mencintaiku. Biarkan dia mati dengan keras.

Dendam yang manisnya menjijikkan.
1