4 Book(s) Related to Shards of Time

Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

559 Dilihat · Sedang Berlangsung · Riley Above Story
Saat kamu, seorang kutu buku, ditinggal pergi oleh mantanmu dan menunggu semalaman di bar pada malam Tahun Baru. Saat itulah kamu bertemu dengan kapten tim hoki paling ganteng yang memintamu untuk pura-pura menjadi pacarnya agar dia bisa memutuskan pacar terbarunya.

Ketika mantanmu mengganggumu untuk kembali bersama, dia muncul dan mengatakan kepada mantanmu untuk pergi jauh-jauh.

Mantanmu berkata, "Aku tahu ini hanya kesepakatan dan kamu tidak mungkin menyukainya."

Dia (menciummu di depan semua orang): "Kesepakatan, seperti ini?"
SESUATU SEPERTI BENCI

SESUATU SEPERTI BENCI

395 Dilihat · Sedang Berlangsung · Shabs Shabs
Arianna:

Hari itu seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan cinta, tapi dia mengubahnya menjadi mimpi buruk. Aku masih mencari tahu apa yang telah kulakukan hingga pantas menerima kemarahannya. Dia memaksaku bersumpah untuk tidak pernah muncul di hadapannya lagi, dan aku menuruti... sampai sekarang.

XANDER:

Dia adalah segalanya bagiku, inti dari keberadaanku. Tapi kemudian semuanya hancur. Malam sebelum kami bersatu selamanya, aku menemukan pengkhianatannya dan melihat warna aslinya. Hancur, aku memutuskan semua hubungan dan memaksanya berjanji untuk menghilang dari hidupku. Selama dua tahun, dia menjauh... sampai sekarang.
OBSESI ALEXANDER

OBSESI ALEXANDER

780 Dilihat · Sedang Berlangsung · Shabs Shabs
“Kamu… kamu jual aku?” Suara Alya pecah, tapi ayahnya bahkan tak sanggup menatap matanya. Tatapan Pak Ardi melayang ke lantai, seolah mencari celah untuk kabur dari kenyataan.

“Orang Solas yang nawar paling tinggi.”

Dunia Alya terasa miring. Ia mundur satu langkah, lalu satu lagi, sampai punggungnya hampir menabrak meja. Namun sebelum ia sempat lari, seorang pria meraih dirinya.

Raka Dimitri.

Telapak tangannya besar, panas, dan tak punya ampun saat menjepit leher Alya—bukan cukup untuk membuatnya pingsan, tapi cukup untuk mengingatkan siapa yang berkuasa. Napas Alya tercekat.

Dalam satu gerakan, Raka membanting Pak Ardi ke dinding. Bunyi punggung tubuh menghantam tembok membuat Alya menggigil.

“Dia punya gue.” Suara Raka rendah, serak, seperti geraman yang ditahan. Matanya dingin, tajam, dan sama sekali tidak memuat belas kasihan. “Cuma gue yang berhak nyentuh dia.”

Alya mencoba meronta, tapi cengkeramannya seperti borgol. Raka menyeretnya keluar, melewati ruang tamu yang mendadak terasa asing, lalu menurunkannya ke halaman. Angin malam menusuk kulit, tapi tak ada yang lebih dingin dari kepanikan yang menggerogoti dadanya.

Mobil hitamnya sudah menunggu di depan pagar.

Raka membuka pintu belakang dan melemparkan Alya ke jok seolah ia tak lebih dari barang. Tubuh Alya terpental, napasnya sesak. Sebelum ia sempat duduk tegak, Raka sudah menyusul, menutup pintu dengan bunyi yang memutus kemungkinan apa pun—teriakannya, pelariannya, harapannya.

Ia merangkak naik ke atas Alya, berat tubuhnya menekan, menahan setiap gerakan. Alya menoleh, mencoba menghindari wajahnya, tapi Raka justru mendekat.

“Bapak lo jual lo buat jadi pelacur, Alya.” Bisikannya menempel di telinga, hangat dan memuakkan. Ia menggigit cuping telinga Alya, pelan tapi menyakitkan. “Tapi sekarang… lo pelacur gue.”

Alya menahan napas, jantungnya menendang-nendang rusuk. Gaun tipisnya terasa seperti kertas yang tak berarti di bawah sentuhan kasar pria itu. Raka menggesekkan tubuhnya, sengaja, menghina, seperti sedang menandatangani kepemilikan.

“Dan gue bakal pakai lo tiap malam,” ucapnya, nada suaranya datar seolah sedang membicarakan jadwal rutin, “sampai utang itu lunas.”

Tangannya menyibak kain dalam Alya dengan sekali tarik. Alya tersentak, tubuhnya menegang sampai ujung jari.

“Mulai sekarang.”


Di dunia yang diisi transaksi kotor, pengkhianatan, dan persekutuan yang bisa berubah jadi jebakan kapan saja, Alya Santini terseret ke pusaran yang tak pernah ia pilih. Di satu sisi ada ayahnya, Pak Ardi—penjudi yang hobi cari masalah, kebiasaan lama yang selalu berakhir dengan musuh baru, dan utang segila apa pun yang tak akan bisa ditebus dengan permintaan maaf.

Di sisi lain ada Raka Dimitri—nama yang membuat orang menelan ludah sebelum berani menyebutnya keras-keras. Saat ia menerobos masuk ke hidup Alya, tangan menggenggam pistol, matanya kelabu dingin seperti langit sebelum badai, ia tak datang untuk negosiasi. Ia datang membawa keputusan.

Uang yang dicuri harus kembali. Atau, Raka akan mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Pak Ardi.

Raka bukan sekadar penagih utang. Ia predator yang hidup dari rasa takut orang lain, dari kuasa yang ia tanamkan lewat tatapan dan sentuhan. Dan saat ia menyadari Alya adalah titik lemah ayahnya—sesuatu yang masih bisa membuat Pak Ardi gemetar—Raka mengambilnya sebagai pembayaran, mengira Alya hanya sekeping “jaminan” untuk menutup utang.

Namun Alya segera mengerti: di mata Raka, ia bukan jaminan. Ia sasaran.
Kawin dengan Alpha Dean, Balas Dendam Sang Rogue

Kawin dengan Alpha Dean, Balas Dendam Sang Rogue

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · Sharon Smallwood
“Lo gemetar buat gue,” geramnya di tepi telingaku. Tangannya sudah menyusup ke bawah pinggang celanaku, pelan—sengaja mempermainkan. Ujung-ujung jarinya menelusup ke tempat paling tersembunyi, membuka satu per satu rahasia yang selama ini kutimbun rapat—tubuh dan jiwaku.


Dean ada di kamar sebelah—Alfaku, pasanganku, ayah dari anak yang kusembunyikan tujuh tahun lamanya. Tapi aku nggak peduli.

Nggak kalau sama Luca. Nggak saat setiap inci diriku sudah menyerah pada sentuhannya, seolah ditandai oleh panas hasratnya.

Aku tumbuh dengan keyakinan aku ini nggak punya serigala—cuma cewek tanpa masa depan di tengah kawanan yang memuja kekuatan. Sampai suatu malam yang ceroboh, malam ketika aku menyerah pada Alpha Dean, mengubah semuanya.

Dia meninggalkanku dengan sebuah ingatan… dan seorang anak.

Aku kabur karena aku tahu nasib darah bangsawan yang lahir di luar ikatan. Mereka jadi bahan olok-olok. Ditolak. Dicap anak haram bahkan sebelum bisa belajar jalan.

Sekarang, tujuh tahun kemudian, takdir menyeretku balik. Dean sedang mencari Lunanya, dan aku dipilih jadi salah satu kandidat. Dia menatap mataku… lalu menolakku di depan seluruh kawanan.

Kupikir semuanya sudah selesai.

Tapi lalu Luca—adik Dean yang berdarah campuran—melangkah maju. Seharusnya dia nggak menginginkanku.

Aku terlarang, rusak, seorang ibu. Tapi cara dia menyentuhku bilang sebaliknya—seolah aku sudah jadi miliknya. Dan aku tahu apa yang terjadi kalau seorang Alpha mengklaim sesuatu: dia nggak pernah melepas.

Apa aku bisa bertahan jadi hadiah di antara dua Alpha?

Dan saat kebenaran tentang anakku akhirnya terbongkar…

Apa salah satu dari mereka masih akan memilihku?
1