5 Book(s) Related to when does luffy meet shanks again

Kantor Berita yang Menggoda

Kantor Berita yang Menggoda

861 Dilihat · Sedang Berlangsung · Elliot Wren
Ketika pertama kali memasuki dunia kerja, Jiang Feng awalnya mengira akan ditekan oleh para karyawan senior. Namun, siapa sangka, begitu ia masuk ke kantor berita, ia malah ditempatkan di bawah seorang atasan cantik...
Jangkrik Musim Gugur

Jangkrik Musim Gugur

558 Dilihat · Sedang Berlangsung · Silas Wren
"Bang Bule, pelan-pelan dong!"

Di bawah naungan pohon teh, saat An Dua Harimau dan kakak iparnya, Yulan, akan melangkah ke tahap penting.

Suara tiba-tiba itu membangunkan mereka dari mimpi.

Dengan kesal, An Dua Harimau bangkit dan melihat. Dari balik pohon, dia langsung terkejut!
SESUATU SEPERTI BENCI

SESUATU SEPERTI BENCI

395 Dilihat · Sedang Berlangsung · Shabs Shabs
Arianna:

Hari itu seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan cinta, tapi dia mengubahnya menjadi mimpi buruk. Aku masih mencari tahu apa yang telah kulakukan hingga pantas menerima kemarahannya. Dia memaksaku bersumpah untuk tidak pernah muncul di hadapannya lagi, dan aku menuruti... sampai sekarang.

XANDER:

Dia adalah segalanya bagiku, inti dari keberadaanku. Tapi kemudian semuanya hancur. Malam sebelum kami bersatu selamanya, aku menemukan pengkhianatannya dan melihat warna aslinya. Hancur, aku memutuskan semua hubungan dan memaksanya berjanji untuk menghilang dari hidupku. Selama dua tahun, dia menjauh... sampai sekarang.
OBSESI ALEXANDER

OBSESI ALEXANDER

780 Dilihat · Sedang Berlangsung · Shabs Shabs
“Kamu… kamu jual aku?” Suara Alya pecah, tapi ayahnya bahkan tak sanggup menatap matanya. Tatapan Pak Ardi melayang ke lantai, seolah mencari celah untuk kabur dari kenyataan.

“Orang Solas yang nawar paling tinggi.”

Dunia Alya terasa miring. Ia mundur satu langkah, lalu satu lagi, sampai punggungnya hampir menabrak meja. Namun sebelum ia sempat lari, seorang pria meraih dirinya.

Raka Dimitri.

Telapak tangannya besar, panas, dan tak punya ampun saat menjepit leher Alya—bukan cukup untuk membuatnya pingsan, tapi cukup untuk mengingatkan siapa yang berkuasa. Napas Alya tercekat.

Dalam satu gerakan, Raka membanting Pak Ardi ke dinding. Bunyi punggung tubuh menghantam tembok membuat Alya menggigil.

“Dia punya gue.” Suara Raka rendah, serak, seperti geraman yang ditahan. Matanya dingin, tajam, dan sama sekali tidak memuat belas kasihan. “Cuma gue yang berhak nyentuh dia.”

Alya mencoba meronta, tapi cengkeramannya seperti borgol. Raka menyeretnya keluar, melewati ruang tamu yang mendadak terasa asing, lalu menurunkannya ke halaman. Angin malam menusuk kulit, tapi tak ada yang lebih dingin dari kepanikan yang menggerogoti dadanya.

Mobil hitamnya sudah menunggu di depan pagar.

Raka membuka pintu belakang dan melemparkan Alya ke jok seolah ia tak lebih dari barang. Tubuh Alya terpental, napasnya sesak. Sebelum ia sempat duduk tegak, Raka sudah menyusul, menutup pintu dengan bunyi yang memutus kemungkinan apa pun—teriakannya, pelariannya, harapannya.

Ia merangkak naik ke atas Alya, berat tubuhnya menekan, menahan setiap gerakan. Alya menoleh, mencoba menghindari wajahnya, tapi Raka justru mendekat.

“Bapak lo jual lo buat jadi pelacur, Alya.” Bisikannya menempel di telinga, hangat dan memuakkan. Ia menggigit cuping telinga Alya, pelan tapi menyakitkan. “Tapi sekarang… lo pelacur gue.”

Alya menahan napas, jantungnya menendang-nendang rusuk. Gaun tipisnya terasa seperti kertas yang tak berarti di bawah sentuhan kasar pria itu. Raka menggesekkan tubuhnya, sengaja, menghina, seperti sedang menandatangani kepemilikan.

“Dan gue bakal pakai lo tiap malam,” ucapnya, nada suaranya datar seolah sedang membicarakan jadwal rutin, “sampai utang itu lunas.”

Tangannya menyibak kain dalam Alya dengan sekali tarik. Alya tersentak, tubuhnya menegang sampai ujung jari.

“Mulai sekarang.”


Di dunia yang diisi transaksi kotor, pengkhianatan, dan persekutuan yang bisa berubah jadi jebakan kapan saja, Alya Santini terseret ke pusaran yang tak pernah ia pilih. Di satu sisi ada ayahnya, Pak Ardi—penjudi yang hobi cari masalah, kebiasaan lama yang selalu berakhir dengan musuh baru, dan utang segila apa pun yang tak akan bisa ditebus dengan permintaan maaf.

Di sisi lain ada Raka Dimitri—nama yang membuat orang menelan ludah sebelum berani menyebutnya keras-keras. Saat ia menerobos masuk ke hidup Alya, tangan menggenggam pistol, matanya kelabu dingin seperti langit sebelum badai, ia tak datang untuk negosiasi. Ia datang membawa keputusan.

Uang yang dicuri harus kembali. Atau, Raka akan mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Pak Ardi.

Raka bukan sekadar penagih utang. Ia predator yang hidup dari rasa takut orang lain, dari kuasa yang ia tanamkan lewat tatapan dan sentuhan. Dan saat ia menyadari Alya adalah titik lemah ayahnya—sesuatu yang masih bisa membuat Pak Ardi gemetar—Raka mengambilnya sebagai pembayaran, mengira Alya hanya sekeping “jaminan” untuk menutup utang.

Namun Alya segera mengerti: di mata Raka, ia bukan jaminan. Ia sasaran.
Seorang Pengembara untuk Alpha Kembar

Seorang Pengembara untuk Alpha Kembar

1.2k Dilihat · Sedang Berlangsung · John Doe
"Aku, Lucas Gray, Alpha dari kawanan Bulan Gelap, mencabut keanggotaanmu, Sophia Roman, dari kawanan ini!"


Sophia dicabut keanggotaannya oleh kawanan karena berubah bentuk empat tahun lebih lambat dari yang seharusnya. Sophia mengira itu adalah akhir dari hidupnya, tanpa tahu bahwa itu adalah awal dari petualangan besar.

Dua hari setelah Sophia menjadi pengembara, dia diserang oleh pengembara yang lebih tua tetapi diselamatkan oleh anggota kawanan Langit Biru. Sophia kemudian dibawa ke para Alpha dan menyadari bahwa dia berjodoh dengan kedua Alpha tersebut. Dia melarikan diri, berpikir mereka akan menolaknya karena dia hanya seorang omega dan pengembara. Namun, yang mengejutkan, mereka tidak hanya menerimanya tetapi juga berjanji untuk membalas dendam pada kawanan lamanya atas apa yang mereka lakukan padanya...
1