Menceraikanmu Kali Ini
470 Dilihat · Sedang Berlangsung · Esliee I. Wisdon 🌶
Charlotte sudah sepuluh tahun menikah dengan cinta pertamanya. Tapi hidup serumah dengannya tak pernah jadi apa pun selain sengsara.
Ketika kepala keluarga Wiratama memutuskan cucunya harus menikahi satu-satunya keturunan terakhir keluarga Sinar, Charlotte justru bahagia. Perasaannya pada Christopher lebih pekat dari darah—dalamnya seperti obsesi—jadi ia memeluk laki-laki itu erat-erat, seolah mengikatnya dengan rantai yang cuma bisa ia kunci dari dalam.
Namun tak ada yang lebih dibenci Christopher Wiratama selain istrinya sendiri.
Selama bertahun-tahun, mereka saling melukai dalam tarian cinta, benci, dan dendam—sampai Charlotte muak dan mengakhiri semuanya.
Di ranjang kematiannya, Charlotte bersumpah, kalau ia diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya, ia akan kembali ke masa lalu dan menceraikan suaminya.
Kali ini, ia akan benar-benar melepaskan Christopher…
Tapi apa Christopher akan membiarkannya?
Kelaminku berdenyut lagi, dan aku menarik napas tajam, merasakan isi perutku seperti terpelintir oleh hasrat asing yang bahkan tak kukenal.
Bersandar pada pintu kamar, aku merasakan dinginnya kayu menembus kausku, tapi tak ada yang bisa menenangkan dorongan ini; tiap bagian tubuhku bergetar, menuntut pelepasan.
Aku menunduk, melihat tonjolan besar di celana training yang kupakai…
“Nggak mungkin…” Aku memejamkan mata rapat-rapat lagi dan menyandarkan kepala ke pintu. “Hei, itu Charlotte… kenapa gue malah berdiri?”
Dia perempuan yang pernah kusumpahi tak akan kusentuh atau kucintai—yang bagiku sudah jadi simbol kebencian.
Ketika kepala keluarga Wiratama memutuskan cucunya harus menikahi satu-satunya keturunan terakhir keluarga Sinar, Charlotte justru bahagia. Perasaannya pada Christopher lebih pekat dari darah—dalamnya seperti obsesi—jadi ia memeluk laki-laki itu erat-erat, seolah mengikatnya dengan rantai yang cuma bisa ia kunci dari dalam.
Namun tak ada yang lebih dibenci Christopher Wiratama selain istrinya sendiri.
Selama bertahun-tahun, mereka saling melukai dalam tarian cinta, benci, dan dendam—sampai Charlotte muak dan mengakhiri semuanya.
Di ranjang kematiannya, Charlotte bersumpah, kalau ia diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya, ia akan kembali ke masa lalu dan menceraikan suaminya.
Kali ini, ia akan benar-benar melepaskan Christopher…
Tapi apa Christopher akan membiarkannya?
Kelaminku berdenyut lagi, dan aku menarik napas tajam, merasakan isi perutku seperti terpelintir oleh hasrat asing yang bahkan tak kukenal.
Bersandar pada pintu kamar, aku merasakan dinginnya kayu menembus kausku, tapi tak ada yang bisa menenangkan dorongan ini; tiap bagian tubuhku bergetar, menuntut pelepasan.
Aku menunduk, melihat tonjolan besar di celana training yang kupakai…
“Nggak mungkin…” Aku memejamkan mata rapat-rapat lagi dan menyandarkan kepala ke pintu. “Hei, itu Charlotte… kenapa gue malah berdiri?”
Dia perempuan yang pernah kusumpahi tak akan kusentuh atau kucintai—yang bagiku sudah jadi simbol kebencian.


