4 Book(s) Related to sawada kengan

Kematian, Kencan, dan Dilema Lainnya

Kematian, Kencan, dan Dilema Lainnya

511 Dilihat · Sedang Berlangsung · Kit Bryan
Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang aku? Secara teknis, aku ini penyihir. Tapi kalau kamu tanya keluargaku, itu berarti aku seharusnya jadi penyihir kecil yang sempurna: dengan patuh menghadiri ritual aneh mereka, bekerja di bisnis keluarga, menikahi pria magis yang sudah disetujui, dan menghasilkan beberapa bayi penyihir yang imut untuk menjaga garis keturunan tetap hidup. Spoiler alert: itu tidak akan terjadi.

Sebaliknya, aku telah menguasai seni menghindari dunia magis. Strategiku? Bersembunyi di balik layar komputer dan menjauh dari semua drama. Itu sebagian besar berhasil—sampai si brengsek di kantor, yang kebetulan juga seorang pembaca pikiran, memutuskan untuk ikut campur dalam kedamaian yang susah payah aku bangun. Lalu dia muncul di kantor dalam keadaan setengah mati, dan tiba-tiba, aku terjebak dalam kekacauan magis yang tidak pernah aku daftarkan.

Sekarang, si brengsek pembaca pikiran yang menyebalkan itu yakin bahwa masalahnya adalah masalahku, tubuh-tubuh yang hilang semakin menumpuk, dan kedua keluarga kami terjerat dalam bencana supernatural ini. Yang aku inginkan hanyalah bermain video game, nongkrong dengan kucingku, dan pura-pura dunia magis tidak ada. Sebaliknya, aku terjebak bermain detektif amatir, berurusan dengan kerabat yang suka ikut campur, dan terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pria yang sama menyebalkannya dan... oke, mungkin sedikit menarik.

Ini? Ini sebabnya aku tidak berkencan.
Menyerahkan Diri kepada Paman Mafia Kembar Mantanku

Menyerahkan Diri kepada Paman Mafia Kembar Mantanku

886 Dilihat · Sedang Berlangsung · saad sholagberu
Ia menarik pinggangku, menyeret tubuhku sampai menempel ke dinding terdekat. Telapak tangannya menuntun kakiku yang goyah. Lalu bibirnya menghantam bibirku, mendesak tanpa memberi ruang untuk ragu. Mungkin karena alkohol, tapi entah kenapa, aku menginginkan setiap detik ciumannya, sama seperti aku menginginkan miliknya yang besar itu masuk ke dalam diriku. Bagian dalam tubuhku berdenyut, geli oleh bayangan itu.

Ciumannya buas dan kasar, nyaris tanpa kelembutan, dan dari bibirku lolos erangan demi erangan. Jemarinya menyelinap ke dalam celana dalamku, membuatku menggigil saat menyentuh basah di antara pahaku. Jemari itu bergerak keluar-masuk dengan ritme cepat. Mulanya dua jari, lalu jadi tiga, menekan masuk dan menarik keluar dengan lapar, seakan ia tak pernah cukup.


Dunia Rachel Bernett runtuh ketika pacarnya yang sudah lama bersamanya, Cole Biancardi, mematahkan hatinya tepat saat Rachel hendak memberinya kejutan: liburan impian ke Miami. Menolak membiarkan rencananya—dan harga dirinya—hancur begitu saja, Rachel tetap berangkat ke Miami sendirian, berharap bisa menata ulang hati yang remuk. Namun pelariannya berubah menggoda ketika ia justru menarik perhatian dua pria yang sulit diabaikan—Logan dan Draco Biancardi, paman Cole yang karismatik.

Ketika gairah menyala di antara Rachel dan kedua bersaudara itu, persaingan panas pun meletup, masing-masing ngotot ingin menjadikannya milik mereka. Di saat yang sama, Cole perlahan menyadari harta yang ia biarkan lepas begitu saja. Kini, dengan hatinya sebagai taruhannya, Rachel bertekad membuat Cole menyesali pengkhianatannya—tapi kali ini, dialah yang memegang semua kendali.
Menggoda Don Alpha

Menggoda Don Alpha

938 Dilihat · Sedang Berlangsung · Karima Saad Usman
Alya Wiratama hanyalah serigala Omega dari keluarga yang pas-pasan di dalam kawanan mereka. Di tengah hidup yang serba kurang, empat kakaknya yang penyayang tetap berdiri di sisinya, bahkan ketika ibu mereka makin sering tenggelam dalam depresi dan ayah mereka kian parah terlilit kebiasaan judi. Hidup di dasar hierarki kawanan tak mengenal ampun—penuh tatapan menghakimi, kerja keras tanpa henti, dan perih yang diam-diam karena selalu dianggap tak ada.

Pukulan terakhir datang dari Reno, pacarnya selama empat tahun—orang yang selama ini ia kira bisa jadi pintu keluar dari semua kesialan. Tanpa sedikit pun rasa iba, Reno menolaknya mentah-mentah. Ia tak sanggup menutup mata dari status Alya yang rendah; ia memilih menikahi putri Alfa, lalu meninggalkan Alya dengan hati yang hancur berkeping-keping. Keinginan untuk lepas dari nasib keluarga terasa seperti mimpi yang bahkan tak pantas ia punya. Namun Alya dan keempat kakaknya tetap menggenggam harapan, bertahan melewati hari-hari yang menggiling mereka pelan-pelan.

Bagi Alya, tempat berlindung hanya ada di dalam tidur. Di dunia yang memikat, jauh dari kenyataan, ia selalu bertemu seorang lelaki yang terasa terlalu sempurna—kuat, hangat, dan setia. Lelaki itu memberinya tenang dan bahagia yang tak pernah ia temukan saat terjaga. Setiap pagi, Alya menuliskan mimpi-mimpi itu ke dalam buku catatan, seolah-olah tinta bisa jadi tali tipis yang mengikatnya pada kebahagiaan yang nyaris nyata.

Namun hidup segera lepas kendali. Utang ayahnya memanggil ancaman tanpa putus dari preman penagih di wilayah itu, menyeret keluarga mereka ke mimpi buruk yang tak punya jalan keluar. Saat dunianya runtuh jadi kekacauan, Alya bertemu lelaki dari mimpinya—bukan sebagai penyelamat, melainkan sebagai penguasa dari neraka yang sedang menelan hidupnya.
1