5 Book(s) Related to sad-romance

Romansa Terlarang Kita

Romansa Terlarang Kita

963 Dilihat · Sedang Berlangsung · Emma- Louise
Satu malam saja cukup untuk mengubah seluruh duniaku dalam sekejap.

Cuma butuh satu kebetulan—aku kerja di sebuah acara katering yang isinya orang-orang berduit—untuk bikin dua dunia yang nggak mungkin ketemu jadi saling bertabrakan. Di sana, pandangan Tuan Ezra Barcley tertangkap padaku. Namanya dikenal di kalangan bisnis, dihormati banyak orang. Entah kenapa dia seperti tertarik, padahal di sisinya sudah berdiri seorang perempuan cantik yang jelas-jelas pantas jadi pajangan di sampingnya. Sementara aku? Aku bukan siapa-siapa. Kami ini definisi dua kutub yang berlawanan tapi saling tarik.

Dia menginginkanku. Dan laki-laki seperti dia punya cara sendiri untuk mendapatkan apa yang dia mau. Aku nggak bisa membohongi diri: aku juga tertarik padanya. Aku berusaha, sungguh, aku berusaha keras menahan diri. Tapi malah aku yang jadi kelemahannya—kelemahan yang dia nggak mau lepaskan.

Ezra sudah ada yang punya, usianya lebih tua dariku, dan aku nggak akan pernah terlihat pas berdiri di sampingnya—nggak seperti perempuan yang sekarang menempel di lengannya. Aku bukan tipe perempuan yang merebut. Tapi entah kenapa itu nggak menghentikanku untuk jatuh ke ranjang dengan laki-laki yang seharusnya tidak tersedia.

Aku tahu ini salah, dan aku harus berhenti. Tapi bilang “berhenti” ternyata lebih gampang daripada melakukannya, apalagi ketika dia orang pertama yang bikin aku merasa aku ini berharga. Dia memperlihatkan hidup yang selama ini cuma jadi angan-angan. Dan di antara kami ada sesuatu yang baru, sesuatu yang nyangkut—koneksi yang nggak mudah dilupakan.

Tapi tidak semuanya seperti yang kelihatan. Kami sama-sama punya rahasia, dan Ezra punya iblisnya sendiri. Hubungan yang tampak sempurna itu—yang selama ini dia tunjukkan—ternyata penuh kebohongan dan kebencian. Namun perempuan itu bersikeras mempertahankan semua yang ia punya, meski sebenarnya itu bukan yang ia inginkan.

Romansa terlarang kami hampir pasti cuma akan berakhir jadi bencana. Tapi aku juga nggak bisa menyangkal: setiap menit bersamanya terasa layak, apa pun akhir yang menunggu kami nanti.
Surga Kejam: Romansa Mafia

Surga Kejam: Romansa Mafia

240 Dilihat · Sedang Berlangsung · nicolefox859
Apa yang lebih memalukan daripada kepencet telepon bokong?

Kepencet telepon bokong… ke bos sendiri.

Dan ninggalin pesan suara yang cabul waktu kamu, uh… lagi “berpikir” soal dia.

Kerja jadi asisten pribadi Ruslan Oryolov itu neraka yang dibayar. Seharian penuh gue ngurusin miliarder itu—setiap maunya, setiap tingkahnya, setiap perubahan mood yang datangnya kayak hujan dadakan. Begitu pulang malam itu, gue butuh pelampiasan. Pelepas tegang. Apa pun yang bisa bikin kepala gue berhenti berdengung.

Jadi di rumah, itulah yang gue lakukan.

Masalahnya, pikiran gue masih nyangkut di si bos brengsek yang tiap hari bikin hidup gue berantakan. Nggak apa-apa—karena dari sekian banyak dosa Ruslan, yang paling berbahaya mungkin justru satu: dia keterlaluan gantengnya. Malam ini, fantasi tentang dia adalah satu-satunya hal yang gue butuhin buat bikin gue lepas kendali.

Sampai kemudian gue ngelirik ke bawah.

Ponsel gue kejepit di sebelah tubuh gue, layarnya nyala redup, notifikasi kecil yang bikin darah gue seketika beku.

Ada voicemail.

Durasi: 7 menit 32 detik.

Tujuan: Ruslan Oryolov.

Dunia gue runtuh tanpa suara. Gue menjerit pelan, refleks, lalu melempar ponsel itu sekuat tenaga ke arah karpet seberang kamar, seolah-olah kalau benda itu jauh dari gue, kenyataan ikut menjauh.

Tapi nggak ada tombol “batal” untuk kerusakan yang udah terjadi. Nggak ada cara ngambil balik… itu. Desahan gue yang terlalu jelas. Kalimat-kalimat putus-putus yang seharusnya cuma jadi rahasia di balik pintu terkunci. Puncak yang, sialnya, sangat vokal.

Jadi gue harus gimana?

Rencana gue sederhana: jauhin dia. Pura-pura nggak pernah kejadian. Lagipula, orang sesibuk itu mana sempat ngecek voicemail, kan?

Ternyata gue terlalu naif.

Karena keesokan harinya, di kalender kerja gue muncul undangan rapat pribadi—satu lawan satu.

Durasi rapat: tepat 7 menit 32 detik.

Dan satu hal jadi pasti.

Dia.

Dengar.

Semuanya.
Adonis Bertatoo - Romansa Mafia

Adonis Bertatoo - Romansa Mafia

968 Dilihat · Sedang Berlangsung · nicolefox859
Sahabat gue ngirimin pria asing yang super ganteng itu pesan suara...

Isinya gue bilang gue pengin manjat dia kayak manjat pohon.

Dan dia barusan. Bales. Chat.

Salah anjingnya, sih, sebenernya.

Kalau aja anjing gede yang gue ajak jalan ini—seekor anjing raksasa yang sama sekali belum terlatih—punya sopan santun sedikit, gue nggak bakal berakhir begini:

Tali anjing gue melilit tubuh pria paling mematikan yang pernah gue lihat seumur hidup.

Untungnya, dia santai banget menanggapinya.

(Meski leluconnya, “Anjing itu biasanya mirip pemiliknya,” rasanya nyelekit pas Rufus malah mulai menggesek-gesekkan badan ke kakinya.)

Dia ninggalin gue kartu nama dan senyum yang bikin lutut gue seolah mau ambruk.

Gue masih nggak percaya sama apa yang baru kejadian ketika gue dan sahabat gue lanjut jalan lagi.

“Kayaknya ada yang naksir dikit,” tuduhnya, nada suaranya penuh kemenangan.

Karena gugup dan otak gue masih nge-lag, gue nyeletuk, “Gue bakal ngunci pinggang dia pake kaki gue lebih kenceng dari tali itu.”

NAH, di situlah dia nunjukin kalau ternyata dia merekam jawaban gue.

NAH, di situlah dia nyengir paling setan yang pernah gue lihat dan bilang, “Sama-sama, ya.”

Dan NAH, di situlah dia nyodorin ponsel gue dan ngasih tahu...

Dia ngirim rekamannya ke pria itu.

Jantung gue naik sampai kerongkongan saat tiga titik kecil itu muncul di layar...

Lalu masuk satu pesan.

“BUKTIIN.”
Menyerahkan Diri kepada Paman Mafia Kembar Mantanku

Menyerahkan Diri kepada Paman Mafia Kembar Mantanku

886 Dilihat · Sedang Berlangsung · saad sholagberu
Ia menarik pinggangku, menyeret tubuhku sampai menempel ke dinding terdekat. Telapak tangannya menuntun kakiku yang goyah. Lalu bibirnya menghantam bibirku, mendesak tanpa memberi ruang untuk ragu. Mungkin karena alkohol, tapi entah kenapa, aku menginginkan setiap detik ciumannya, sama seperti aku menginginkan miliknya yang besar itu masuk ke dalam diriku. Bagian dalam tubuhku berdenyut, geli oleh bayangan itu.

Ciumannya buas dan kasar, nyaris tanpa kelembutan, dan dari bibirku lolos erangan demi erangan. Jemarinya menyelinap ke dalam celana dalamku, membuatku menggigil saat menyentuh basah di antara pahaku. Jemari itu bergerak keluar-masuk dengan ritme cepat. Mulanya dua jari, lalu jadi tiga, menekan masuk dan menarik keluar dengan lapar, seakan ia tak pernah cukup.


Dunia Rachel Bernett runtuh ketika pacarnya yang sudah lama bersamanya, Cole Biancardi, mematahkan hatinya tepat saat Rachel hendak memberinya kejutan: liburan impian ke Miami. Menolak membiarkan rencananya—dan harga dirinya—hancur begitu saja, Rachel tetap berangkat ke Miami sendirian, berharap bisa menata ulang hati yang remuk. Namun pelariannya berubah menggoda ketika ia justru menarik perhatian dua pria yang sulit diabaikan—Logan dan Draco Biancardi, paman Cole yang karismatik.

Ketika gairah menyala di antara Rachel dan kedua bersaudara itu, persaingan panas pun meletup, masing-masing ngotot ingin menjadikannya milik mereka. Di saat yang sama, Cole perlahan menyadari harta yang ia biarkan lepas begitu saja. Kini, dengan hatinya sebagai taruhannya, Rachel bertekad membuat Cole menyesali pengkhianatannya—tapi kali ini, dialah yang memegang semua kendali.
Menggoda Don Alpha

Menggoda Don Alpha

938 Dilihat · Sedang Berlangsung · Karima Saad Usman
Alya Wiratama hanyalah serigala Omega dari keluarga yang pas-pasan di dalam kawanan mereka. Di tengah hidup yang serba kurang, empat kakaknya yang penyayang tetap berdiri di sisinya, bahkan ketika ibu mereka makin sering tenggelam dalam depresi dan ayah mereka kian parah terlilit kebiasaan judi. Hidup di dasar hierarki kawanan tak mengenal ampun—penuh tatapan menghakimi, kerja keras tanpa henti, dan perih yang diam-diam karena selalu dianggap tak ada.

Pukulan terakhir datang dari Reno, pacarnya selama empat tahun—orang yang selama ini ia kira bisa jadi pintu keluar dari semua kesialan. Tanpa sedikit pun rasa iba, Reno menolaknya mentah-mentah. Ia tak sanggup menutup mata dari status Alya yang rendah; ia memilih menikahi putri Alfa, lalu meninggalkan Alya dengan hati yang hancur berkeping-keping. Keinginan untuk lepas dari nasib keluarga terasa seperti mimpi yang bahkan tak pantas ia punya. Namun Alya dan keempat kakaknya tetap menggenggam harapan, bertahan melewati hari-hari yang menggiling mereka pelan-pelan.

Bagi Alya, tempat berlindung hanya ada di dalam tidur. Di dunia yang memikat, jauh dari kenyataan, ia selalu bertemu seorang lelaki yang terasa terlalu sempurna—kuat, hangat, dan setia. Lelaki itu memberinya tenang dan bahagia yang tak pernah ia temukan saat terjaga. Setiap pagi, Alya menuliskan mimpi-mimpi itu ke dalam buku catatan, seolah-olah tinta bisa jadi tali tipis yang mengikatnya pada kebahagiaan yang nyaris nyata.

Namun hidup segera lepas kendali. Utang ayahnya memanggil ancaman tanpa putus dari preman penagih di wilayah itu, menyeret keluarga mereka ke mimpi buruk yang tak punya jalan keluar. Saat dunianya runtuh jadi kekacauan, Alya bertemu lelaki dari mimpinya—bukan sebagai penyelamat, melainkan sebagai penguasa dari neraka yang sedang menelan hidupnya.
1