4 Book(s) Related to sabrina bawa

Ratu Dunia Bawah Tanah

Ratu Dunia Bawah Tanah

1k Dilihat · Sedang Berlangsung · RJ Kane
Aku dan Adrik menguasai salah satu sofa di pesawat. Malam sebelumnya kami nyaris nggak tidur, tapi rasanya nggak adil kalau salah satu dari kami yang disalahin. Kayaknya aku juga sama seringnya bikin dia kebangun seperti dia membangunkanku.

Baru kali ini kami sama-sama tegang karena aku bakal ketemu ayahnya Adrik. Dia tegang karena ayahnya bisa jadi orang yang keras dan ketus, dan dia takut ayahnya nyeletuk sesuatu yang bikin aku tersinggung. Aku tegang karena takut ayahnya menemukan alasan apa pun buat nggak suka sama aku. Kami berdua bertingkah kayak anak kecil yang khawatir soal hal yang bahkan belum tentu terjadi, tapi entah kenapa juga nggak bisa berhenti.


Alya—dipanggil Al, nama yang diambil dari Permaisuri Dunia Bawah, Persephone—mulai sadar cepat bahwa hidupnya memang sedang menyeretnya untuk mengisi peran sesuai namanya. Adrik adalah Raja Dunia Bawah, bosnya para bos di kota yang dia kuasai.

Dulu Alya cuma cewek yang kelihatan biasa saja, dengan pekerjaan yang juga biasa saja, sampai semuanya berubah dalam satu malam ketika Adrik melangkah masuk lewat pintu depan dan hidupnya jungkir balik seketika. Sekarang, dia mendapati dirinya berada di sisi yang salah di hadapan laki-laki berkuasa, tapi sekaligus berada di bawah perlindungan sosok paling berkuasa di antara mereka.
Terpikat oleh Penguasa Dunia Bawah

Terpikat oleh Penguasa Dunia Bawah

670 Dilihat · Sedang Berlangsung · Amelia Hart
Pendahuluan
Di tengah dunia yang digerakkan oleh kekuasaan dan hasrat, Rumah Lelang Balthazar adalah sebuah kerajaan kemewahan dan intrik. Ketika seorang gadis Mutan yang memikat dilelang dengan harga fantastis seratus juta dolar, Sylvester Gomez mengklaimnya, memicu serangkaian peristiwa yang akan membuat semua orang terpesona.
Dalam tindakan berani untuk mengonfirmasi identitasnya sebagai Mutan, Gomez mencicipi darahnya—rasa yang menjadi candu, memicu obsesi untuk memilikinya sepenuhnya. Dia menamainya Lela, nama yang sama memikatnya dengan gadis itu sendiri.
Saat pesona Lela menarik mereka semakin dalam ke dalam tarian berbahaya dominasi dan hasrat, sebuah pertempuran yang mendebarkan pun terungkap—kisah cinta, obsesi, dan dunia yang penuh teka-teki yang akan memikat pembaca di setiap halaman.
Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

Terlahir Kembali Untuk Balas Dendam

204 Dilihat · Sedang Berlangsung · Basa
Aku bergelantungan di bibir jurang, kuku-kukuku nyaris lepas dari batu yang dingin, sementara di atas sana suamiku menyelipkan lidahnya ke mulut sahabatku sendiri. Aku menjerit minta tolong, tapi angin menelan suaraku bulat-bulat.

“Lihat baik-baik, Serena,” Ethan mendesis, sambil membuka resleting celananya tepat di tepi jurang.

Dadaku serasa dibelah. Dengan mata terbelalak, aku menyaksikan Lila berlutut, melakukan hal yang paling menjijikkan, menelan dirinya sampai aku nyaris muntah. Di saat yang sama, jemariku yang kaku, yang menggenggam batu sekuat tenaga, mulai tergelincir sedikit demi sedikit.

“Mati aja sambil sadar kalau kamu nggak akan pernah cukup,” erangnya, lalu menghantam punggung tanganku dengan sepatu sampai cengkeramanku terlepas, tepat ketika tubuhnya menegang.

Aku menjerit dan jatuh…

Lalu aku tersentak bangun di ranjang, tubuhku basah kuyup, napas megap-megap seperti baru lolos dari tenggelam. Seluruh badan gemetar—ada sisa orgasme halusinatif yang lahir dari takut dan murka, menampar-nampar sarafku tanpa ampun.

Pagi hari pernikahan.

Aku masih hidup.

Aku harus menghapus bekas sentuhannya. Aku butuh pasangan baru.

Aku mendatangi Lucien. Aku tidak menyerahkan berkas-berkas bisnis yang dia mau. Aku menyerahkan tubuhku.

“Bikin aku lupa sama dia,” pintaku, saat aku menaiki kursi kulit Lucien, duduk mengangkang di atasnya.

Lucien tidak ragu.

Dia merobek celana dalamku, lalu jari-jarinya yang besar langsung menyelam ke hasratku yang terbakar, tanpa peringatan, tanpa sisa belas kasihan.

“Setelah aku selesai sama kamu,” geramnya menempel di bibirku, “kamu bahkan nggak bakal ingat namanya.”

Dia menghunjam ke dalam diriku dengan kasar—keras dan cepat—setiap bunyi basah yang memukul kulit seperti cap kepemilikan atas hidup keduaku.
1