4 Book(s) Related to rayla and callum

Kaya Raya

Kaya Raya

518 Dilihat · Sedang Berlangsung · Seren Ji
Putra keluarga terkaya di dunia, yang karena satu larangan keluarga, terpaksa hidup sebagai mahasiswa miskin di Universitas Jakarta selama 7 tahun;
Ketika pacarnya mengkhianatinya, tiba-tiba larangan keluarga itu dicabut, dan dalam semalam, kekayaan dan statusnya kembali lagi padanya;
Seiring dengan terungkapnya identitasnya sedikit demi sedikit, pacarnya yang awalnya tidak percaya menjadi percaya, teman-temannya yang dulu meremehkannya kini menghormatinya, anak-anak orang kaya yang dulu mengejeknya sekarang berusaha mendekatinya, dan berbagai wanita cantik mulai mendekatinya;
Menghadapi penyesalan pacarnya, penjilatan teman-temannya, rayuan anak-anak orang kaya, dan berbagai tipu daya wanita cantik, apa yang harus dia lakukan?
Sang Penakluk

Sang Penakluk

1.1k Dilihat · Sedang Berlangsung · Caelum Cayden
❤️‍🔥Obsesi Redaksi Bulan Ini: Kisah cinta yang sepedih itu, sekaligus seindah itu—melewatkannya rasanya seperti dosa.❤️‍🔥

Dia melupakannya. Dia tak pernah melupakan dia.

Deru ombak masih sanggup menyeret Alya jatuh ke dalam ingatan tentang Leon—tentang bagaimana lelaki itu mengejarnya di bibir pantai, tentang bagaimana ia mengangkat tubuhnya begitu mudah sampai Alya cekikikan, menggeliat dalam pelukannya. Alya masih bisa merasakan dinginnya cahaya bulan menempel di pasir yang basah, masih mengingat malam ketika Leon menyentuhnya dengan cara yang membuat dunia seolah berhenti, seolah mereka memang ditakdirkan selamanya. Mereka dulu muda, liar, dan bebas. Mereka adalah masa lalu.

Alya tak pernah berniat kembali ke dunianya.

Tapi ketika anakmu sekarat, dan hanya ada satu orang di kota ini yang cocok sumsum tulangnya untuk menyelamatkannya, pilihan berubah jadi kemewahan yang tak bisa kau bayar.

Zaley Raines. Penguasa paling berbahaya di kota. Dingin. Tak tersentuh. Mematikan. Dan satu-satunya harapan putrinya.

Dia setuju membantu—tapi tatapannya menggantung di wajah Alya, seperti sedang mengais sesuatu yang terkubur jauh. Hantu yang terlupa. Kenangan yang dicuri. Dia tidak mengenalinya.

Namun Alya tahu persis siapa dia.

Leon. Cinta pertamanya. Ayah dari putrinya. Anak lelaki yang dulu berjanji akan menariknya keluar dari keputusasaan—sebelum ingatannya dicuri, ditulis ulang, dihapus.

Ada sesuatu pada Alya yang mencengkeram Zaley, akrab sekaligus menghabiskan. Dia menginginkan jawaban. Alya tak bisa memberikannya. Tidak ketika kebenaran bisa meremukkan semua yang telah mereka bangun dari abu kehilangan.

Tapi ketika serpihan mulai muncul—kilatan sesosok perempuan berambut merah dalam pelukannya, janji-janji yang ditulis di pasir, cinta yang bahkan tak ia ingat pernah kehilangannya—Zaley berhenti bertanya.

Dia mulai merebut jawaban.

Dan saat akhirnya dia mengingat semuanya, bahaya yang sebenarnya baru dimulai.
Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

Lahir Kembali di Tahun 80-an, Suami Sibuk Memanjakan Istri

896 Dilihat · Sedang Berlangsung · Lysandra Veyne
Pada abad ke-24, seorang pemuda bernama Cui Xiaoyu mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya terlempar ke tahun 80-an, menjadi seorang gadis biasa dari keluarga petani miskin di desa.

Katanya sih bakal menikmati kehidupan pedesaan yang santai, tapi kenapa baru saja sampai malah hampir dijual oleh pedagang manusia? Dia harus mengurus makanan keluarganya, dan juga menghadapi dua paman yang memandangnya seperti musuh!

Orang lain yang terlempar ke masa lalu biasanya punya "cheat" yang membuat hidup mereka lancar dan sukses. Tapi dia hanya punya sepasang mata yang bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. Di zaman yang keras ini, mata seperti itu berguna buat apa?

Jadi, dia hanya bisa bekerja keras menanam jagung, mencari sumber air, dan melihat apakah ada tambang tersembunyi di sekitar sini! Dia tidak percaya bahwa dengan otaknya ini, dia bisa mati kelaparan di zaman kekeringan ini!

Dengan menendang paman yang jahat dan memukul preman tambang di desa, dia akan membawa seluruh keluarga Cui menuju jalan kekayaan!
Raja Para Alfa

Raja Para Alfa

286 Dilihat · Sedang Berlangsung · Ana Karoline Mendes
Ditolak habis-habisan oleh belahan jiwa yang selama ini kupercaya ditakdirkan untukku, aku lari dari sakit hati dan mencari pegangan di pelukan seorang asing. Ada sesuatu pada dirinya—tatapan yang dalam, wibawa yang menyesakkan dada—yang membuatku tak mampu menolak, seolah tubuhku sudah lebih dulu menyerah sebelum pikiranku sempat bertahan.

Malam itu berubah jadi badai. Hasrat, amarah, dan kesepian bercampur jadi satu, menenggelamkanku sampai aku lupa siapa diri sendiri. Aku mengira aku hanya membiarkan diriku jatuh pada orang yang tak akan pernah kutemui lagi setelah fajar.

Aku salah.

Aku baru paham setelah semuanya terlambat—bahwa lelaki yang kupilih untuk melupakan takdir justru adalah takdir yang lebih besar: Raja Kaum Serigala.

Dan kini, di dalam rahimku tumbuh pewaris takhtanya.

Aku terjepit di antara dua hal yang sama-sama berbahaya: menolak tarikan dirinya yang seperti hipnosis, atau membiarkan ikatan rapuh di antara kami tumbuh hingga cukup kuat untuk menyelamatkan kami berdua. Setiap kali ia mendekat, udara terasa lebih berat. Suaranya seperti perintah yang tak terdengar namun ditaati. Kehadirannya membuatku ingin kabur sekaligus ingin pulang—padahal aku bahkan tak tahu di mana rumahku lagi.

Di luar sana, bayang-bayang bergerak mengincar kami. Ancaman datang dari lorong-lorong gelap, dari bisik-bisik yang berhenti saat aku lewat, dari mata-mata yang terlalu lama menatap. Ada yang tak sudi melihat seorang perempuan tanpa nama, tanpa darah bangsawan, membawa calon raja.

Setiap pertemuan dengannya menguji tekadku.

Ia bukan hanya lelaki. Ia mahkota, hukum, dan kutukan. Di balik sikap dinginnya, ada sesuatu yang menuntut—bukan sekadar tubuhku, tapi kepercayaanku. Dan setiap kali ia menyebut anak itu, suaranya melembut seperti ia sedang memegang sesuatu yang mudah pecah. Aku ingin percaya kelembutan itu nyata, bukan sekadar cara lain untuk menundukkanku.

Namun bagaimana caranya mencintai seseorang yang hidupnya milik takhta? Bagaimana caranya melindungi sebuah ikatan ketika dunia terus menajamkan pisau?

Aku tahu, aku harus memilih: menyerah pada rasa yang pelan-pelan tumbuh di antara kami, atau bertahan pada akal sehat yang terus berteriak agar aku lari sebelum mahkota itu menghancurkan semuanya.

Karena di dunia serigala, cinta sering kalah oleh kewajiban.

Dan aku takut—bukan pada gelap, bukan pada kematian—melainkan pada kemungkinan bahwa aku akan jatuh terlalu dalam, lalu ditinggalkan lagi. Bukan karena ia tak ingin, tetapi karena beratnya mahkota di kepalanya tak pernah mengizinkan siapa pun untuk benar-benar bahagia.
1